Awalnya Tak Terima, Begini Respons Pertama Marshanda saat Divonis Bipolar

Melalui banyak media dan akun media sosialnya, ia mengatakan bahwa dirinya mengidap bipolar disorder. Diketahui, ia sampai pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani penyembuhan.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Awalnya Tak Terima, Begini Respons Pertama Marshanda saat Divonis Bipolar
Marshanda di LA. ©2021 Merdeka.com/Instagram Marshanda

Marshanda dikenal sebagai salah satu mantan artis cilik yang masih berkarier di dunia entertainment hingga sekarang. Tidak hanya karier dan prestasinya saja yang diperbincangkan banyak orang, namun cerita kehidupannya juga.

Melalui banyak media dan akun media sosialnya, ia mengatakan bahwa dirinya mengidap bipolar disorder. Diketahui, ia sampai pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani penyembuhan.

Baru-baru ini, ia mengenang keadaannya saat pertama kali divonis mengidap bipolar. Marshanda juga menceritakan bagaimana caranya ia menerima gangguan mental tersebut.

Awalnya Tak Terima

Cerita itu diungkapkan Marshanda dalam video perbincangannya bersama Maia Estianty yang diunggah di kanal Youtube MAIA AL EL DUL TV pada Senin (25/10). Dalam obrolannya tersebut, Marshanda mengungkap keadaannya.

Awalnya, bintang sinetron Bidadari ini tidak menerima vonis yang menyatakan bahwa ia mengidap gangguan mental. Selama empat tahun ia tidak menerima kenyataan itu.

"Aku pas awal dikasih tahu (terkena penyakit bipolar) nggak terima sih karena susah ya untuk terima 'saya punya penyakit mental'," ungkap Marshanda.

"Jadi aku denial-nya lama banget empat tahun, sampai akhirnya aku membuka hati untuk mencari tahu apa itu bipolar 'oh pantesan aku gini, pantesan aku gitu'," tambahnya.

Akhirnya Menerima

Setelah cukup lama menggali informasi mengenai gangguan mental yang diidapnya, hati Marshanda luluh dan kemudian mulai menerima kenyataan. Bahkan ia sempat merasa menjadi manusia yang mempunyai kekuatan lebih untuk melakukan segala aktivitasnya.

"Lama-lama bikin aku menjadi rendah hati loh punya penyakit bipolar itu," kata Marshanda.

"Aku sekolah, aku syuting, aku bahagia sama hidup aku, aku cheerfull, ceria. Jadi kayak mesin gitu tapi dengan adanya bipolar, Allah ngajarin aku kalau aku cuma manusia biasa," jelasnya.

Setelah mengalami fase itu, Marshanda kemudian menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Menurutnya, ketidaksempuraan itu sebaiknya dikelola dengan baik agar tidak merugikan.

"Kamu juga punya kelemahan, bukan berarti cacat. You just not perfect and it's okay," pungkasnya.

Rekomendasi