Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, terpanjang kedua di dunia (95.181 km) setelah Kanada (202.080 km). Guna memberi keseimbangan ekosistem antara darat dan laut, hutan mangrove tumbuh di kawasan garis pantai.
Hal inilah yang mendorong Polda Jawa Tengah melakukan penanaman 1 juta bibit mangrove di sepanjang muara sungai maupun pantai. Bahkan penanaman bibit mangrove yang diselenggarakan pada Selasa (12/10) ini memecahkan rekor muri yang sebelumnya dipegang oleh Polda Sumatera Utara yang menanam 280 ribu pohon mangrove.
Lantas bagaimana keseruan kegiatan yang dipusatkan di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, ini? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa kegiatan penanaman 1 juta bibit mangrove merupakan salah satu program “mageri segoro” atau memagari laut sebagai upaya membuat pagar hidup di daerah-daerah muara sungai maupun pantai.
Untuk mewujudkan program tersebut, Polda Jateng merangkul 470 komunitas dan Forkompinda untuk menanam pohon mangrove. Setiap lokasi ditargetkan menanam 10.000 pohon mangrove dan dilakukan serentak di 16 polres. Dia berharap, adanya program ini bisa memantik hati masyarakat agar tergerak untuk melestarikan lingkungan hidup dan menjaga garis pantai.
Advertisement
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku bersemangat ikut program tersebut. Ia mengatakan isu penurunan tanah di Jateng khususnya wilayah pantura sudah sangat serius. Ia pun mengaku senang karena Dinas Lingkungan Hidup akhirnya mendapat partner dalam pelestarian lingkungan.
Sementara itu Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto menyatakan kesiapannya dalam bersinergi menanam mangrove di pesisir pantura. Hal itu sudah ia rencanakan jauh-jauh hari bersama Kapolda.
“Secara spontan, Kapolda pernah menelepon mengajak menanam mangrove. Tentu saja saya antusias. Pada intinya jajaran TNI siap mendukung program ini,” pungkas Rudianto, mengutip dari ANTARA pada Selasa (12/10).