Obyek Wisata di Kulon Progo Dijual karena Tak Sanggup Gaji Karyawan, Ini Faktanya

sepinya wisatawan akibat pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir membuat pengelola obyek wisata Gunung Kuniran tak mampu lagi menggaji karyawan. Akhirnya, Rahmat Prasetyo, pemilik obyek wisata itu, memilih menjual sebagian tanahnya yang sudah bersertifikat hak milik (SHM).

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Obyek Wisata di Kulon Progo Dijual karena Tak Sanggup Gaji Karyawan, Ini Faktanya
Obyek Wisata Gunung Kuniran. ©Instagram/@gunungkuniranofficial

Di masa pandemi ini, banyak sektor pariwisata yang mengalami krisis dan kemudian kandas. Mereka akhirnya memilih tutup karena tak mampu lagi menanggung beban operasional sehari-hari. Salah satu obyek wisata yang tutup adalah Gunung Kuniran yang berada di Dusun Pandu, Desa hargorejo, Kulonprogo.

Dilansir dari ANTARA pada Jumat (30/7), sepinya wisatawan akibat pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir membuat mereka tak mampu lagi menggaji karyawan. Akhirnya, Rahmat Prasetyo, pemilik obyek wisata itu, memilih menjual sebagian tanahnya yang sudah bersertifikat hak milik (SHM).

“Rencananya saya hanya jual 1,5-2 hektare dari keseluruhan 2,8 hektare. Tapi jika ada pembeli atau investor yang berminat membeli seluruhnya bisa dilakukan dengan sejumlah syarat,” kata Rahmat dikutip dari ANTARA. Berikut selengkapnya:

Harga yang Ditawarkan

Rahmat mengatakan, harga yang ia tawarkan untuk tanah lokasi wisata yang ia jual adalah Rp500 ribu per meter. Namun angka tersebut tidak mutlak dan masih membuka negosiasi dengan calon pembeli. Namun hingga saat ini ia mengaku belum ada investor yang serius bertransaksi.

Rahmat menambahkan, obyek wisata yang ia kelola sebenarnya sudah beroperasi sejak 2018 dan belum jadi 100 persen. Namun saat ini ia tidak bisa melanjutkan pengembangan karena stok cadangan kas yang kian menipis.

“Fokusnya saat ini ke pembangunan jalan. Namun pembangunan kawasan wisata ini membutuhkan biaya yang besar,” kata Rahmat dikutip dari ANTARA.

Layanan Wisata

Sebagai tempat wisata yang menghadirkan pemandangan alam, Rahmat mengatakan bahwa tempat wisatanya itu tak hanya menyediakan spot foto, namun juga wisata kuliner, outbond, dan kedai kopi. Bahkan mereka juga menyediakan layanan live music dan panggung kreasi, serta lokasi berkemah.

Dalam pengelolaannya, Rahmat mengaku selalu melibatkan warga sekitar. Oleh karena itu, kalau ada investor yang ingin membeli tempat wisata itu, ia berharap investor itu harus tetap melibatkan warga sekitar dalam operasionalnya.

“Selama ini kami libatkan warga di sekitar lokasi obyek wisata Gunung Kuniran. Mereka tergabung dalam Paguyuban Gunung Kuniran yang beranggotakan sekitar 45 orang,” kata Rahmat.

Harapan Pemkab Kulonprogo

Mengenai keputusan penjualan obyek wisata Gunung Kuniran, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan kalau hal itu menjadi wewenang pengelola lahan dan pemilik tanah. Namun ia tidak memungkiri bahwa Gunung Kuniran punya prospek yang cukup bagus dan ciri khas sendiri.

“Sebenarnya kami berharap dilanjutkan pemberdayaan masyarakat sekitar, siapapun yang membelinya nanti,” kata Joko dikutip dari ANTARA pada Jumat (30/7).

Rekomendasi