Pada awalnya, acara hajatan pernikahan yang diselenggarakan warga Padukuhan Wungurejo, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Gunungkidul berlangsung aman. Namun acara mendadak heboh saat petugas kesehatan mengabarkan kalau si pemilik hajatan terkonfirmasi positif COVID-19.
Warno, salah satu tetangga pemilik hajatan itu membenarkan kalau tetangganya yang menyelenggarakan hajatan itu terkonfirmasi positif COVID-19. Padahal saat diketahui positif, acara hajatan itu sudah berlangsung dua hari yaitu pada Kamis (15/7) dan Jumat (16/7). Hal inipun membuat seluruh tamu dan tetangga yang membantu prosesi hajatan itu menjadi khawatir.
Lalu bagaimana kelanjutan dari temuan kasus positif Covid-19 di acara hajatan itu? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Setelah hasil tes keluar, S (52), pemilik hajatan itu beserta mempelai dan anggota keluarga lainnya langsung dievakuasi untuk menjalani isolasi mandiri di salah satu rumah kosong di dekat balai padukuhan.
Tamu undangan yang datang juga tak mengetahui kalau pemilik hajatan itu positif COVID-19. Mereka hanya datang memberikan amplop kemudian pulang sembari mengambil nasi kotak yang telah disediakan.
Walaupun sang pemilik terkonfirmasi positif, namun saat tim Liputan6.com meninjau lokasi hajatan pada Jumat (16/7), para tetangga dan kerabat masih tampak beraktivitas di lokasi hajatan tersebut.
Advertisement
Salah seorang tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sebenarnya S, pemilik hajatan itu, sempat menjalani tes swab setelah berkontak erat dengan salah satu penderita COVID-19 yang masih berada di wilayah satu desa. Namun tepat pada hari hajatan, hasil tes keluar dan petugas medis mengabarkan kalau S positif COVID-19. Hajatan pun dibubarkan seketika.
“Padahal beliau itu sehat. Nggak ada gejala. Hari Jumat itu hasilnya keluar dan dinyatakan positif,” kata tetangga itu.
Advertisement
Menanggapi hal ini, Lurah Pengkol, Margiyanto membenarkan kalau ada warganya yang positif COVID-19 menggelar hajatan. Dia mengatakan, Satgas COVID-19 setempat langsung melakukan langkah cepat melakukan evakuasi keluarga pemilik hajatan untuk menjalani isolasi mandiri. Kebutuhan makan mereka pun disediakan oleh pemerintah desa tersebut.
“Sekarang ini di Pengkol, keseluruhan ada 98 orang yang positif COVID-19 dan 4 di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu, 40-an orang sedang menjalani isolasi mandiri. Sementara sisanya sudah sembuh,” kata Margiyanto dikutip dari Liputan6.com.