Perencanaan merupakan salah satu hal penting dalam dunia bisnis atau usaha. Dalam hal ini, setiap orang yang akan menjalankan bisnis perlu menyusun perencanaan terlebih dahulu sebelum mulai menjalankan usaha. Dengan menyusun perencanaan, tentu bisnis dapat dijalankan dengan lebih mudah dan terarah.
Salah satu hal yang perlu ada dalam setiap perencanaan bisnis adalah analisis SWOT. Kepanjangan SWOT tidak lain adalah Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat. Dalam hal ini, analisis SWOT digunakan untuk menjabarkan berbagai potensi, kelemahan, peluang, hingga ancaman atau kendala yang dapat ditemui saat menjalankan bisnis.
Dengan menyusun analisis SWOT, tentu Anda bisa semakin memahami setiap potensi yang dimiliki perusahaan atau bisnis yang akan dijalankan. Bukan hanya itu, Anda juga bisa memperkirakan berbagai masalah atau kendala yang dapat muncul saat mulai bersaing dengan bisnis-bisnis serupa. Sehingga ini menjadi modal pengetahuan untuk menyusun berbagai strategi atau langkah bisnis untuk mengatasi masalah yang ditemui.
Jika Anda sedang merencanakan suatu usaha atau bisnis, berbagai informasi mengenai analisis SWOT ini perlu dipahami dengan baik. Selain kepanjangan SWOT, Anda juga perlu memahami pengertian, fungsi, hingga cara menyusun analisis SWOT dengan baik. Semakin rinci SWOT yang bisa disusun, Anda bisa memahami setiap potensi usaha dengan baik.
Dilansir dari situs Investopedia, berikut kami merangkum kepanjangan SWOT, pengertian, hingga cara menyusunnya untuk Anda.
Advertisement
Kepanjangan SWOT dan Pengertiannya
Seperti yang disebutkan sebelumnya, kepanjangan SWOT adalah Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats. Dengan kata lain, SWOT dapat diartikan sebagai analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang digunakan untuk mengevaluasi perusahaan dan mengembangkan perencanaan strategis. Dalam hal ini, analisis SWOT juga menilai faktor internal dan eksternal, serta potensi yang dimiliki saat ini maupun masa depan.
Ini menjadi salah satu unsur yang harus ada dalam menyusun perencanaan bisnis atau usaha yang akan dijalankan. Semakin lengkap analisis SWOT yang disusun, maka pemilik perusahaan semakin mengenal setiap potensi, kelemahan, peluang, dan ancaman yang bisa terjadi saat bisnis mulai bersaing.
Advertisement
Fungsi SWOT
Setelah mengetahui kepanjangan SWOT dan pengertiannya, Anda juga perlu memahami beberapa fungsi dari analisis SWOT. Analisis SWOT dirancang untuk memfasilitasi tampilan yang realistis, berbasis fakta, dan berdasarkan data pada kekuatan dan kelemahan organisasi, inisiatif, atau dalam industrinya.
Analisis SWOT juuga disebut sebagai teknik perencanaan strategis yang menyediakan alat penilaian. Dalam hal ini, organisasi perlu menjaga agar analisis tetap akurat. Perusahaan bisa menggunakan analisis SWOT sebagai panduan dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis yang akan dirintis.
Advertisement
Cara Menyusun Analisis SWOT
Setelah mengetahui kepanjangan SWOT, pengertian, dan fungsinya, berikutnya terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menyusun analisis SWOT. Dalam penyusunan SWOT, Anda bisa menggunakan data internal dan eksternal untuk menyusun strategi perusahaan. Berikut adalah cara menyusun analisis SWOT yang bisa Anda lakukan :
1. Kekuatan
Analisis strengths atau kekuatan disusun dari berbagai keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan. Mulai dari merek yang kuat, basis pelanggan yang loyal, neraca yang kuat, teknologi yang unik, dan sebagainya. Beberapa kekuatan atau keunggulan yang dimiliki ini, dapat digunakan sebagai alat untuk menarik investor baru.
2. Kelemahan
Analisis weakness atau kelemahan berisi berbagai hal dalam perusahaan yang perlu ditingkatkan agar tetap kompetitif untuk bersaing di pasar. Kelemahan ini dapat berupa merek yang lemah, tingkat utang yang tinggi, rantai pasokan yang tidak memadai, atau kekurangan modal.
Beberapa poin ini bisa menjadi fokus pengembangan perusahaan dalam menangani setiap kendala yang ada. Poin-poin kelemahan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus segera diselesaikan, sebab bisa menjadi masalah yang besar di kemudian hari.
3. Peluang
Analisis opportunities atau peluang yaitu mengacu pada faktor eksternal yang menguntungkan yang dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Misalnya, jika suatu negara memotong tarif, produsen mobil dapat mengekspor mobilnya ke pasar baru, sehingga meningkatkan penjualan dan pangsa pasar.
4. Ancaman
Analisis terakhir adalah threats atau ancaman yang mengacu pada faktor-faktor yang berpotensi merugikan organisasi. Misalnya, kekeringan merupakan ancaman bagi perusahaan penghasil gandum, karena dapat merusak atau mengurangi hasil panen. Ancaman umum lainnya termasuk hal-hal seperti kenaikan biaya bahan, meningkatnya persaingan, pasokan tenaga kerja yang ketat dan seterusnya.
Advertisement
Panduan Menyusun Analisis SWOT
Setelah mengetahui kepanjangan SWOT beserta pengertian dan cara menyusunnya, Anda juga perlu memahami panduan dalam menyusun analisis SWOT secara efektif. Dalam hal ini panduan analisis SWOT dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal, berikut penjelasannya untuk Anda.
1. Internal
Data internal merupakan segala sesuatu yang ada atau terjadi di dalam perusahaan berfungsi sebagai sumber informasi yang bagus untuk kategori kekuatan dan kelemahan dari analisis SWOT. Contoh faktor internal termasuk keuangan dan sumber daya manusia, aset berwujud dan tidak berwujud (nama merek), dan efisiensi operasional. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa menjadi panduan dalam menentukan kekuatan dan kelemahan :
- (Kekuatan) Apa yang bisa dilakukan perusahaan dengan baik?
- (Kekuatan) Apa aset terkuat perusahaan?
- (Kelemahan) Apa pencela perusahaan?
- (Kelemahan) Apa lini produk perusahaan yang berkinerja paling rendah?
2. Eksternal
Data eksternal merupakan segala sesuatu yang ada atau terjadi di luar perusahaan sama pentingnya dengan kesuksesan perusahaan seperti faktor internal. Pengaruh eksternal, seperti kebijakan moneter, perubahan pasar, dan akses ke pemasok, adalah kategori yang dapat ditarik untuk membuat daftar peluang dan kelemahan. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa menjadi panduan dalam menentukan peluang dan ancaman :
- (Peluang) Tren apa yang terbukti di pasar?
- (Peluang) Demografi apa yang tidak menjadi target perusahaan?
- (Ancaman) Berapa banyak pesaing yang ada, dan berapa pangsa pasar mereka?
- (Ancaman) Apakah ada peraturan baru yang berpotensi membahayakan operasi atau produk perusahaan?