Pernah Ingin Mengundurkan Diri, Ridho Ceritakan Bagaimana Narkoba Mengubah Slank

Baru-baru ini, Ridho bercerita mengenai dampak narkoba terhadap Slank. Ia juga bercerita mengenai keputusannya pada saat itu.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Pernah Ingin Mengundurkan Diri, Ridho Ceritakan Bagaimana Narkoba Mengubah Slank
Ridho Slank. ©2021 Merdeka.com

Di awal karier Slank pada akhir 90-an, narkoba memang sangat erat dengan ketiga personelnya. Selama 10 tahun Bimbim, Kaka, dan Ivankan menjadi orang yang aktif menggunakan barang terlarang tersebut.

Sedangkan salah satu personel yang sama sekali tidak menggunakan barang terlarang tersebut adalah Ridho. Ternyata, Ridho juga sempat ingin mengundurkan diri dari Slank karena narkoba.

Baru-baru ini, Ridho bercerita mengenai dampak narkoba terhadap Slank. Ia juga bercerita mengenai keputusannya pada saat itu.

Tak Pernah Diajak

Hal itu diungkapkan oleh Ridho dalam video perbincangannya bersama Ari Lasso yang diunggah di kanal Youtube Ari Lasso TV beberapa hari lalu. Dalam kesempatannya tersebut, Ridho bercerita mengenai masa kelam Slank.

Di saat personel Slank menggunakan narkoba, Ridho mengaku bahwa tak pernah menerima ajakan menggunakannya. Menurut Ridho, rekan-rekannya yang menggunakan narkoba tersebut memang pecandu narkoba profesional karena mereka selalu bekerja untuk membeli narkoba.

"Awal-awal buat gue (narkoba) biasa. Dan mereka profesional. Pertama, mereka enggak pernah ajak gue buat drugs. Kedua, enggak ada barang gue yang hilang. Maksud gue, kita kerja terus," ungkap Ridho.

Tak Ingin Melihat Teman Mati

Kemudian pada tahun 2000, di saat personel lainnya masih sering menggunakan narkoba, Ridho justru berpikiran untuk keluar dari Slank. Keputusannya itu berdasarkan Ridho yang tak tega melihat rekan-rekannya sakau karena narkoba.

"Pernah (mau keluar). Di tahun 2000, bahkan sebenarnya gue sempat bilang ke Bunda mau cabut dari Slank. Karena gue enggak ingin melihat teman-teman mati di depan gue," tambah Ridho.

Bukan karena Narkoba

Lebih lanjut, Ridho menjelaskan bahwa narkoba bukanlah benda yang bisa membuat seseorang lebih produktif. Hal itu dibuktikan oleh Ridho ketika Slank bisa terlepas dari narkoba, mereka justru malah lebih gencar untuk berkarya.

"Gue senang mereka enggak pernah ajakin gue. Itu yang gue respect. Makanya saat orang bilang drugs bisa bikin kita produktif, itu bukan karena drugs-nya tapi karena manusianya. Setelah (tahun) 2000 Slank lepas dari Drugs, buktinya kita masih manggung, dan makin giat berekspresi," ucap Ridho.

Rekomendasi