Niat Sahur Puasa Ramadan, Lengkap Beserta Arti dan Keutamaannya

Sahur adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan setiap muslim saat puasa. Sahur sangat dianjurkan agar umat muslim dapat mempersiapkan diri untuk lebih kuat selama menunaikan ibadah puasa.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
Niat Sahur Puasa Ramadan, Lengkap Beserta Arti dan Keutamaannya
Ilustrasi puasa. shutterstock

Sahur adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan setiap Muslim saat puasa. Sahur sangat dianjurkan agar umat Muslim dapat mempersiapkan diri untuk lebih kuat selama menunaikan ibadah puasa. Tak hanya itu, sahur juga memiliki banyak keutamaan yang bisa mendatangkan kebaikan bagi setiap Muslim yang mau melaksanakannya.

Sahur termasuk sunnah puasa yang dilaksanakan waktu dini hari atau setelah tengah malam. Seperti dikutip dari NU Online, anjuran untuk melaksanakan ibadah sahur ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, yang artinya:

"Sahurlah kalian semua. Sesungguhnya sahur itu mengandung keberkahan" (HR Bukhari: 1923).

Baca juga: Niat, Arti Dan Doa Sahur Juga Buka Puasa

Banyak sekali keutamaan yang bisa didapatkan seorang Muslim saat menjalankan ibadah sahur. Untuk itu, kesempatan makan di waktu sahur sedapat mungkin tidak dilewatkan begitu saja.

Sebelum menyantap hidangan puasa, umat Muslim dianjurkan untuk membaca niat sahur terlebih dahulu. Berikut niat sahur saat puasa Ramadan dan keutamaannya yang dilansir dari NU Online:

Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada mereka yang berpuasa agar menyantap hidangan pada waktu sahur. Anjuran untuk menyantap hidangan pada waktu sahur sangat kuat, sebagaimana yang tertuang dalam salah satu hadits berikut, artinya:

"Hendaklah kalian bersahur meskipun hanya seteguk air." (HR Ibnu Hibban).

Sebelum menyantap hidangan sahur, setiap muslim juga dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Seperti dikutip dari NU Online, lafal doa saat menyantap hidangan sahur adalah seperti berikut:

Yarhamullahul mutasahhirin

Artinya," Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."

Selain itu, saat hendak menyantap hidangan sahur, Anda juga bisa membaca basmallah terlebih dahulu. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadis shahih, yang artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa, hendaklah ia membaca ‘Bismillaahi awalahu wa aakhirahu” (HR. Trimidzi dan Abu Dawud). 

Meski sahur tidak wajib, namun menyantap hidangan sahur pada Bulan Ramadan memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan seorang muslim ketika menjalankan ibadah sahur, di antaranya meningkatkan kekebalan tubuh, sebagai sumber energi, dan mencegah berbagai penyakit. Selain itu, melaksanakan sahur juga memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

Mendapatkan Berkah

Salah satu keutamaan sahur adalah mendapatkan berkah. Rasulullah menyebutkan adanya keberkahan di dalam sahur dan dapat membuat seorang muslim menjadi lebih sehat, kuat, dan mengurangi rasa lelah. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda:

Artinya, "Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur terdapat berkah" (HR Bukhori Muslim)

Mendapatkan Pertolongan Allah SWT

Keutamaan makan sahur selanjutnya, yaitu mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Para malaikat akan meminta dan berdoa kepada Allah agar memaafkan dan memasukkan orang-orang yang sahur ke dalam golongan orang yang mendapatkan pertolongan Allah di Bulan Ramadan.

Keutamaan sahur ini sebagaimana yang telah disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri ra, Rasulullah SAW bersabda:

Artinya," Sahur itu makanan yang berkah, maka dari itu janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan meneguk setengah air, karena Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang melaksanakan sahur."

Menjadi Pembeda dan Umat Lainnya

Keutamaan makan sahur selanjutnya, yaitu menjadi pembeda antara umat muslim dengan umat-umat lainnya. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadits, yang artinya:

"Pembeda antara puasanya kita dengan puasanya ahlukitab adalah makan sahur." (HR Muslim).

Rekomendasi