Komedian Sujarwo yang lebih dikenal sebagai Jarwo Kwat merupakan salah salah satu sosok yang tak asing lagi di mata masyarakat Indonesia. Kiprah Jarwo Kwat sudah dimulai sejak tahun 1990-an bersama grup lawak Diamor.
Sejak itulah Jarwo kerap tampil di sejumlah acara televisi, sinetron, maupun film. Sebagai sosok senior di dunia komedi Tanah Air, Jarwo Kwat mempunyai pandangan soal grup lawak.
Baru-baru ini, Jarwo Kwat bercerita mengenai berbagai grup lawak yang muncul di industri hiburan. Ia juga mempunyai analisa mengenai faktor bubarnya sebuah grup lawak.
Advertisement
Hal itu diungkapkan oleh Jarwo Kwat dalam video perbincangannya bersama Narji yang diunggah di kanal Youtube Abang Narji pada Rabu (24/2). Dalam kesempatannya tersebut, Jarwo Kwat mengutarakan pendapatnya.
Menurutnya, saat ingin membentuk grup lawak, ternyata tak ada kesulitan yang berarti. Namun, setelah grup lawak tersebut terbentuk kesulitan yang harus dihadapi adalah merawatnya.
"Bikin grup lawak itu gampang, meliharanya yang enggak gampang," ungkapnya.
Advertisement
Setelah grup lawak tersebut berjalan ternyata tak mudah untuk mempertahankan ego masing-masing anggota. Selain ego, yang membuat grup lawak bubar adalah perbedaan pendapat yang tak bisa dikelola dengan baik.
"Grup itu kan isinya beberapa kepala, beda visi, beda cara berpikir, beda misi, beda itu pasti ada. Nah, banyak grup yang bubar ya karena perbedaan itu," tambah Jarwo Kwat.
Advertisement
Lebih lanjut, Jarwo Kwat memberikan salah satu contoh grup lawak yang dikenal banyak orang. Salah satunya adalah Warkop DKI yang hanya terpisahkan oleh meninggalnya Dono dan Kasino.
"Mungkin kita bisa ambil contoh kayak Warkop DKI, yang memisahkan mereka itu hanya maut saja," ucap Jarwo Kwat.