Serangan stroke ringan merupakan suatu kondisi di mana orang mengalami gejala stroke dalam periode sementara atau tidak lama. Biasanya gejala stroke ringan ini terjadi hanya beberapa menit dan tidak menimbulkan risiko kerusakan yang permanen. Meskipun begitu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai dan tidak boleh diremehkan begitu saja.
Bukan tanpa alasan, serangan stroke ringan yang terjadi pada seseorang bisa memberikan potensi gangguan penyakit stroke yang akan terjadi kemudian. Dalam hal ini dikatakan, satu dari tiga orang yang mengalami gejala stroke ringan mengalami gangguan stroke setelahnya, atau sekitar 1 tahun setelah setelah serangan tersebut pertama muncul.
Dengan begitu, Anda perlu mengetahui apa saja gejala stroke ringan yang umum terjadi. Dengan mengetahui gejala stroke ini dapat memudahkan untuk melakukan deteksi dini. Lebih lanjut, hal ini juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga dapat mencegah kondisi buruk yang tidak diinginkan.
Selain mengetahui gejala stroke ringan, perlu diketahui pula faktor apa saja yang menjadi penyebab kondisi ini dan faktor risiko yang berpotensi besar mengalami gangguan ini. Dengan begitu, Anda bisa mulai menerapkan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan untuk menghindari risiko tersebut.
Dilansir dari situs Mayoclinic, berikut kami merangkum beberapa gejala stroke ringan serta berbagai informasi penting lainnya yang perlu diketahui.
Advertisement
Mengenal Serangan Stroke Ringan
Sebelum mengetahui gejala stroke ringan, perlu dipahami terlebih dahulu kondisi umumnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa stroke ringan merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gejala mirip stroke dalam periode sementara atau tidak berlangsung lama. Biasanya gejala ini berlangsung hanya beberapa menit dan tidak menyebabkan kerusakan permanen.
Meskipun begitu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai dan tidak boleh diremehkan begitu saja. Bukan tanpa alasan, serangan stroke ringan yang terjadi pada seseorang bisa memberikan potensi gangguan penyakit stroke yang akan terjadi kemudian.
Dikatakan, satu dari tiga orang yang mengalami gejala stroke ringan mengalami gangguan stroke setelahnya, atau sekitar 1 tahun setelah setelah serangan tersebut pertama muncul.
Advertisement
Gejala Stroke Ringan
Setelah mengetahui kondisi umum, berikutnya terdapat beberapa gejala stroke ringan yang sering terjadi. Gejala stroke ringan mirip seperti dengan gejala awal stroke yang umum terjadi. Biasanya gejala ini muncul secara tiba-tiba sehingga perlu diwaspadai. Berikut adalah beberapa gejala stroke ringan yang perlu diketahui:
- Kelemahan, mati rasa atau kelumpuhan di wajah, lengan atau kaki Anda, biasanya di satu sisi tubuh
- Pidato yang cadel atau tidak jelas atau kesulitan memahami orang lain
- Kebutaan di satu atau kedua mata atau penglihatan ganda
- Vertigo atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi
Advertisement
Penyebab Serangan Stroke Ringan
Setelah mengetahui gejala stroke ringan, berikutnya Anda juga perlu mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab gangguan ini. Serangan stroke ringan mempunyai latar belakang penyebab yang sama dengan penyakit stroke pada umumnya.
Di mana pembuluh darah yang tersumbat menyebabkan aliran darah tidak dapat berjalan lancar, terutama ke bagian otak. Penyumbatan inilah yang menjadi penyebab fungsi otak tidak dapat bekerja dengan baik terutama dalam mengatur gerakan tubuh.
Kondisi ini tidak lain merupakan akibat dari penumpukan timbunan lemak yang mengandung kolesterol atau disebut dengan plak di arteri atau salah satu cabangnya yang memasok oksigen dan nutrisi ke otak. Plak dapat menurunkan aliran darah melalui arteri atau menyebabkan pembentukan gumpalan. Gumpalan darah yang berpindah ke arteri yang memasok oksigen ke otak dari jantung juga dapat menyebabkan serangan stroke ringan.
Advertisement
Faktor Risiko Stroke Ringan
Setelah mengetahui gejala stroke ringan dan penyebabnya, berikutnya terdapat beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai. Orang-orang yang mempunyai faktor risiko ini dinilai memiliki potensi lebih besar terkena gangguan stroke ringan. Berikut adalah beberapa faktor risiko stroke ringan yang perlu diketahui:
- Riwayat kesehatan anggota keluarga yang memiliki gangguan stroke atau stroke ringan.
- Orang berusia lebih dari 55 tahun.
- Pria mempunyai risiko stroke ringan yang lebih tinggi. Namun seiring bertambahnya usia, risiko stroke pada wanita juga akan meningkat.
- Penyakit sel sabit. Stroke merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penyakit sel sabit atau disebut juga dengan anemia sel sabit. Sel darah berbentuk sabit membawa lebih sedikit oksigen dan juga cenderung tersangkut di dinding arteri sehingga menghambat aliran darah ke otak. Namun, dengan pengobatan penyakit sel sabit yang tepat, Anda dapat menurunkan risiko terkena stroke.
Advertisement
Cara Mencegah Gangguan Stroke Ringan
Setelah mengetahui gejala stroke ringan dan faktor risikonya, Anda bisa mengubah gaya hidup yang lebih sehat sebagai upaya pencegahan untuk mengurangi risiko yang ada. Berikut adalah beberapa cara mencegah gangguan stroke ringan yang bisa dilakukan:
- Hindari kebiasaan merokok, atau jika sudah terlanjur Anda bisa belajar untuk mengurangi hingga dapat berhenti total.
- Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans untuk mencegah risiko penumpukan plak di pembuluh darah.
- Banyak mengonsumsi buah dan sayur karena mempunyai kandungan potasium, folat, dan antioksidan yang dapat membantu mencegah serangan stroke.
- Batasi konsumsi garam karena kelebihan natrium yang dinilai berbahaya jika Anda mempunyai gangguan tekanan darah tinggi. Sebab, hal ini juga semakin meningkatkan potensi terjadinya gejala stroke ringan atau stroke.
- Batasi konsumsi alkohol, disarankan tidak lebih dari 1 minuman setiap hari untuk wanita dan 2 minuman sehari untuk pria.
- Kontrol berat badan dengan baik untuk mencegah risiko gangguan lain seperi seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes. Menurunkan berat badan dengan diet dan olahraga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.
- Hindari penggunaan obat-obatan terlarang. Obat-obatan seperti kokain dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan stroke ringan atau stroke.
- Kelola kondisi diabetes dan tekanan darah tinggi dengan diet, olahraga, pengendalian berat badan dan konsumsi obat jika diperlukan.