5 Gejala Stroke dan Cara Mendeteksinya, Perlu Diketahui

Beberapa gejala stroke sebenarnya dapat dideteksi secara mandiri. Hal ini dapat diketahui dengan memperhatikan perubahan fisik dan gerakan yang terjadi pada tubuh. Dengan mendeteksi secara dini beberapa gejala stroke, bisa mempercepat penanganan dan mengurangi risiko kondisi yang lebih buruk.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
5 Gejala Stroke dan Cara Mendeteksinya, Perlu Diketahui
ilustrasi stroke. © familybestcare.com

Seperti diketahui, stroke merupakan salah satu penyakit berat yang berbahaya. Bukan tanpa alasan, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan otak dalam jangka panjang, kecacatan jangka panjang, bahkan dapat mengancam keselamatan nyawa. Penyakit ini pun dapat terjadi pada siapa saja, bahkan mencakup semua kalangan usia dari muda hingga lanjut usia.

Penyakit stroke ini juga disebut dengan gangguan serangan otak. Gangguan ini terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah atau juga bisa disebabkan karena suplai darah ke bagian otak tidak berjalan lancar. Kondisi ini akan mengakibatkan kerusakan otak hingga mengalami kematian otak.

Jika otak mengalami kerusakan dan kegagalan fungsi, maka berbagai aktivitas tubuh pun akan terganggu. Sebab, otak merupakan satu-satunya organ tubuh yang dapat mengatur pergerakan tubuh, menyimpan ingatan, mengatur emosi hingga bahasa yang membantu fungsi komunikasi sehari-hari. Bukan hanya itu, otak juga memiliki peranan penting untuk mengatur fungsi tubuh lainnya, seperti pernapasan dan pencernaan.

Dengan begitu, untuk mengoptimalkan fungsi otak diperlukan suplai oksigen yang cukup. Dalam hal ini, pembuluh darah akan mengalirkan darah dengan kandungan oksigen tinggi ke seluruh bagian otak. Jika hal ini tidak dapat terpenuhi, maka sistem kerja otak akan terganggu hingga mengalami berbagai gejala yang mengarah pada penyakit stroke.

Beberapa gejala stroke sebenarnya dapat dideteksi secara mandiri. Hal ini dapat diketahui dengan memperhatikan perubahan fisik dan gerakan yang terjadi pada tubuh. Dengan mendeteksi secara dini beberapa gejala stroke, bisa mempercepat penanganan dan mengurangi risiko kondisi yang lebih buruk.

Dilansir dari situs Centers for Disease Control and Prevention, berikut kami telah merangkum beberapa gejala stroke dan cara mendeteksinya yang perlu Anda ketahui.

Mengenal Stroke

Sebelum mengetahui beberapa gejala stroke yang dapat terjadi, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan penyakit stroke. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa stroke merupakan penyakit yang menyerang bagian otak.

Penyakit ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pada otak atau kurangnya suplai oksigen dalam darah yang dialirkan menuju otak. Akibatnya, sistem kerja otak akan terganggu hingga dapat menimbulkan kerusakan dan kecacatan otak dalam jangka panjang.

Bahkan jika penyakit ini tidak mendapatkan penanganan yang baik maka bisa mendatangkan kematian bagi penderitanya.

Gejala Stroke

Setelah memahami penjelasan singkat mengenai penyakit stroke, berikutnya perlu diketahui beberapa gejala stroke yang umum terjadi. Beberapa gejala stroke ini dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Berikut gejala stroke yang perlu diketahui :

  • Mengalami mati rasa atau tubuh merasa lemah secara tiba-tiba. Gejala ini dapat terjadi dan dirasakan pada wajah, lengan, atau tungkai, terutama di satu sisi tubuh.
  • Mengalami kebingungan secara tiba-tiba. Seperti kesulitan berbicara atau kesulitan memahami percakapan atau pembicaraan.
  • Kesulitan melihat atau mengarahkan mata secara tiba-tiba. Baik terjadi pada salah satu mata maupun keduanya.
  • Merasa kesulitan berjalan secara tiba-tiba, pusing, kehilangan keseimbangan, atau kurangnya koordinasi atau refleks antar bagian tubuh.
  • Mengalami sakit kepala parah yang datang tiba-tiba, tanpa penyebab dan alasan yang diketahui secara pasti.

Cara Mendeteksi Gejala Stroke

Setelah mengetahui beberapa gejala stroke yang umum terjadi, berikutnya Anda perlu mengetahui bagaimana cara mendeteksi gejala tersebut dengan cepat. Hal ini perlu dilakukan agar penderita bisa mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat.

Jika diabaikan, risiko kondisi yang lebih parah bisa semakin meningkat dan memperburuk kemungkinan lainnya. Untuk mendeteksi gejala stroke, bisa dengan melakukan tindakan F.A.S.T sebagai langkah tes sederhana.

Berikut adalah beberapa cara atau langkah tes F.A.S.T yang bisa dilakukan :

  1. F – Face : lakukan tes pada seseorang yang terindikasi stroke dengan memintanya tersenyum. Jika saat senyum, salah satu sisi wajahnya terkulai atau turun maka ini bisa menjadi salah satu tanda atau gejala stroke.
  2. A – Arm : minta orang untuk mengangkat kedua lengannya. Jika salah satu lengan melayang ke arah bawah berarti rang tersebut terindikasi gejala stroke.
  3. S – Speech : minta orang untuk mengulangi kalimat sederhana. Jika kalimat yang diucapkan tidak jelas atau terdengar aneh berarti orang tersebut memiliki gejala yang mengarah penyakit stroke.
  4. T – Time : jika Anda telah menemukan salah satu dari beberapa tanda di atas, bisa segera menghubungi kontak rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya agar penderita bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Usahakan saat melakukan tes sederhana tersebut, catat waktu kapan gejala pertama kali terjadi atau muncul. Informasi semacam ini dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk menentukan pengobatan terbaik.

Selain itu, sebaiknya gunakan jasa ambulans rumah sakit untuk menuju ruang gawat darurat, dan hindari untuk datang ke rumah sakit dengan mengemudi sendiri. Hal ini dapat membahayakan jika gejala stroke kembali terjadi.

Perlu diingat, semakin cepat mendapatkan penanganan medis maka bisa mengurangi risiko kondisi yang lebih buruk. Sebab penyakit ini berhubungan langsung dengan sistem kerja otak yang mengatur fungsi kerja tubuh lainnya. Sehingga diperlukan penanganan yang cepat dan tepat agar dapat memperkecil kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

Rekomendasi