Mike Tyson, seorang petinju yang dikenal dengan julukan Si Leher Beton itu sangat digemari banyak orang di masa kejayaannya. Setelah legenda tinju Mohammad Ali meninggal, seolah pertarungan tinju dunia kelas berat meredup, maka Tyson lah yang membangkitkannya kembali.
Ternyata seorang Tyson sendiri memiliki masa lalu yang kelam. Namun, di saat bulan suci Ramadan datang, Tyson menampilkan sisi lain dari hidupnya yang penuh cinta dan kasih. Tyson juga tak segan membagikan ceritanya mendapat hidayah dari penjara.
Advertisement
Sejarah Hidup Mike Tyson
Kehidupan Tyson muda seolah seperti diselamatkan oleh tinju, karena di lingkungannya tinggal kehidupan memang keras. Tyson muda tinggal di Brooklyn kawasan yang mempunyai tingkat kejahatan yang tinggi.
Karena hal itu Tyson berkembang menjadi atlet tinju yang luar biasa. Hal itu didukung dengan tubuh Tyson yang kokok dan teknik-teknik pukulannya yang akurat.
Kecerdikannya bertarung di atas ring tinju, membuat Tyson menjuarai pertandingan tinju kelas dunia pada usia 20 tahun. Saat itu Tyson menjadi juara dunia kelas berat termuda sepanjang sejarah dengan menang KO ronde kedua atas Trevor Berbick pada pertandingan WBC, 22 November 1986.
Setelah momen itu terlewati, karier Tyson meroket dan Tyson juga menerima gaji yang luar biasa. Bahkan, Tyson sempat masuk dalam daftar atlet-atlet terkaya di dunia.
Advertisement
Dapatkan Hidayah
Namun, karena bergelimang harta membuat Tyson gelap mata. Tyson terjerumus dalam kehidupan yang gelap seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang, seks bebas, hingga perbuatan kriminal yang menyeretnya ke pengadilan.
Masa terendah dalam hidupnya adalah tahun 1992 sampai dengan tahun 1995. Tyson divonis kurungan penjara selama tiga tahun karena kasus pemerkosaan terhadap Miss Black Amerika 1991 yang bernama Dessire Washington.
Selama tiga tahun Tyson hidup di penjara membuat namanya yang selalu dipuja menjadi dihujat dan menjatuhkan kehidupannya dari hidup glamor. Seluruh kebiasaannya berpesta di Las Vegas dan konsumsi obat-obatan terlarang sudah tidak bisa dilakukannya.
Walau demikian, Tyson seolah mendapatkan setitik harapan di dalam penjara. Tyson memutuskan untuk menjadi mualaf dan meyakini agama Islam. Kemantapan Tyson meyakini Islam membuat dirinya mengubah namanya dari Mike Tyson menjadi Malik Abdul Aziz. Tyson sendiri belajar agama Islam dari ustadz Muhammad Shadoq pada tahun 1993. Tyson juga mengaku mendapatkan ketenangan diri setelah mempelajari dan membaca Alquran.
Advertisement
Ujian Keimanan Tyson
Setelahnya, Tyson mencoba kembali membangun kariernya yang sempat terpuruk. Namun, tidak terbangun dengan baik, Tyson malah semakin terpuruk dalam berkarier.
Pada 28 Juni 1997, Tyson melakukan pertandingan ulang dengan petinju Evander Holyfield. Pada ronde ketiga, Tyson melakukan hal yang membuatnya didiskualifikasi karena Tyson menggigit telinga Holyfield.
Sejak saat itu, karier dan citra Tyson di dunia tinju semakin turun dan membuat keuangan Tyson hancur pada tahun 2003. Kemudian, Tyson mengajukan kepailitan ke pengadilan di Manhattan, Amerika Serikat dan memutuskan untuk pensiun di tahun 2003 setelah menyerah di pertandingan tinju dari Kevin McBridge pada tahun 2005 silam.
Walau kariernya sudah terpuruk, Tyson masih ingin tetap bangkit dan bertahan hidup. Melalui kegiatan yang tidak berkaitan dengan tinju, Tyson aktif di dunia film dan televisi.
Advertisement
Pesan Mike Tyson
Walaupun kejayaan Tyson di bidang tinju sudah mulai hilang digerus zaman, kehidupan Tyson yang sangat dekat dengan agama tidak pernah hilang. Sebagai seorang yang meyakini agama Islam, Tyson sangat tekun dalam ibadah. Bahkan, Tyson sudah melakukan ibadah Haji dan terkesan dengan Kota Makkah dan Madinah. Saat bulan suci Ramadan datang, rasa cinta dan kerinduannya terhadap Tanah Suci kembali diucapkannya.
"Cinta adalah cinta, tidak peduli agama apa yang Anda yakini. Mashaallah," tulis Tyson saat mengunggah video pengusaha sukses asal Amerika Serikat, Jay Mazini. Dalam video itu, Mazini berada di Tanah Suci sembari menjelaskan Islam dengan latar belakang Kabah yang tengah ramai.