Banyaknya informasi tentang virus corona yang beredar di media sosial maupun WhatApp terkadang membuat orang semakin panik.
Hal itu ternyata juga dialami oleh Anne Avantie, seorang maestro kebaya Tanah Air yang baru-baru ini dengan kerendahan hatinya memutuskan untuk memproduksi alat perlindungan diri untuk membantu para tenaga medis.
Anne mengaku sempat panik karena kondisi kesehatan suami sempat menurun dan mengalami batuk-batuk.
Advertisement
Kronologi
Di akun Instagramnya, Anne menceritakan kondisi suaminya yang mengalami batuk-batuk tetapi tidak demam. Karena terlalu banyak kabar mengenai gejala-gejala virus corona, membuat Anne kemudian menjadi panik. Apa lagi batuk yang diderita suaminya tersebut sudah berlangsung selama satu minggu.
"Paknda batuk tapi nggak panas. Deman juga nggak, tapi semingguan dan siapa yg tidak panik jujur kita ini masih manusia. Termasuk parno kebanyakan liat sosmed jadi tambah takut," ungkap Anne.
Advertisement
Proses Pemeriksaan
Karena panik suaminya mengalami gejala virus corona, Anne secepatnya melakukan cek kesehatan untuk suaminya. Kemudian pada pukul 10.00 WIB suami Anne langsung cek lab dan melakukan rongent untuk paru-paru.
"Terus akhir nya cek lab dan rongent paru paru. Dari jam 10.00 di labnya," jelasnya.
Setelah panik berjam-jam menunggu hasilnya keluar, baru kemudian jam 17.00 hasil lab tersebut bisa diambil. Hasil lab tersebut menunjukan hasil yang baik-baik saja, walau begitu dirinya tidak abai dalam hal-hal kecil ketika demam atau batuk-batuk.
"Ternyata semua hasilnya baik. Tapi karena ketakutan saya yang berlebihan. Walau sudah bedoa terus, situasi ini mendukung banget kepanikan. Walau nggak boleh sama sekali diabaikan," tambahnya.
Setelah kejadian itu, Anne juga berpesan bahwa jika terjadi batuk atau demam lebih baik langsung dilakukan pemeriksaan. Ia juga mengimbau untuk melakukan kegiatan yang berkualitas sewaktu melakukan karantina diri.
"Harapan saya, kalau batuk atau panas berkepanjangan jangan takut periksa. Lalu isi hari dengan benar-Benar punya kesibukan sehingga tidak jadi hamba sosmed. Saat ini energi positif itu sungguh mahal harganya," imbau Anne.