Kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel di payudara tumbuh di luar kendali. Ada berbagai jenis kanker payudara, tergantung pada sel mana yang berubah menjadi kanker di payudara. Pun, dengan penyebab kanker payudara, ada berbagai macam.
World Health Organization melaporkan pada tahun 2018, di Indonesia kasus kanker paling banyak adalah kanker payudara. Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan menyatakan kasus kanker payudara terjadi pada 42,1 orang pada setiap 100 ribu penduduk.
Di Amerika sendiri, menurut American Cancer Society (ACS), ada lebih dari 3,1 juta penderita kanker payudara di Amerika Serikat. Kemungkinan setiap wanita meninggal akibat kanker payudara adalah sekitar 1 dalam 38 (2,6%).
Banyak orang tidak tahu bahwa pria juga bisa menderita kanker payudara karena mereka menganggap pria tidak memiliki payudara. Pria memang memiliki sedikit jaringan payudara, tapi risiko kanker payudara sama saja dengan wanita. Oleh sebab itu perlu diketahui resiko kanker payudara pada setiap orang. Berikut 11 penyebab kanker payudara:
Advertisement
Faktor Keturunan atau Gen
Dilansir dari Medical News Today perempuan yang membawa mutasi tertentu pada gen BRCA1 dan BRCA2 bisa jadi penyebab kanker payudara, kanker ovarium, atau keduanya. Biasanya orang mewarisi gen ini dari orang tua mereka. Hal ini juga berlaku pada seorang pria, di mana gen tersebut meningkatkan resiko kanker payudara terjadi pada mereka.
Mutasi pada gen TP53 juga memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Apabila kerabat dekat pernah memiliki kanker payudara, peluang seseorang untuk terkena kanker payudara akan meningkat.
Advertisement
Riwayat Kanker dan Benjolan di Payudara
Perempuan yang sebelumnya menderita kanker payudara lebih mungkin mengalaminya lagi dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit.
Memiliki beberapa jenis benjolan payudara yang bukan kanker meningkatkan kemungkinan terkena kanker di kemudian hari. Contohnya termasuk hiperplasia duktus atipikal atau karsinoma lobular in situ.
Orang-orang dengan riwayat kanker payudara, ovarium, tuba fallopi, atau kanker peritoneal harus berkonsultasi kepada dokter mereka untuk melakukan tes genetik.
Advertisement
Hormon
Penyebab kanker payudara selanjutnya adalah terapi hormon dan kandungan hormone estrogen. Hormon estrogen yang meningkat dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Kemungkinan karena seseorang memulai haid lebih awal atau memasuki menopause pada usia yang lebih tua daripada rata-rata. Di antara waktu-waktu ini, kadar estrogen lebih tinggi.
Perempuan yang menggunakan atau menggunakan obat-obatan estrogen dan progesteron pascamenopause untuk mengurangi gejala menopause, juga memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.
Saat menyusui, terutama selama lebih dari 1 tahun, tampaknya mengurangi kemungkinan meningkatkan kanker payudara. Ini disebabkan karena kemungkinan penurunan paparan estrogen yang mengikuti kehamilan dan menyusui.
Advertisement
Berat Badan
Perempuan yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas setelah menopause mungkin juga memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara, kemungkinan karena meningkatnya kadar estrogen. Asupan gula yang tinggi juga bisa menjadi faktor penyebab kanker payudara.
Hal ini pun juga bisa terjadi pada pria, di mana hormon estrogen dalam tubuhnya akan meningkat ketika berat badannya bertambah.
Advertisement
Konsumsi Alkohol
Tingkat konsumsi alkohol sehari-hari yang tinggi berperan dalam meningkatkan risiko kanker payudara.
Menurut National Cancer Institute (NCI), penelitian telah secara konsisten menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada mereka yang tidak.
Mereka yang minum alkohol tingkat sedang hingga berat memiliki risiko lebih tinggi daripada peminum ringan.
Advertisement
Terpapar Radiasi
Penyebab kanker payudara selanjutnya adalah paparan radiasi berbahaya. Radiasi bisa mengenai tubuh ketika, menjalani pengobatan untuk kanker yang berbeda.
Di sisi lain, paparan radiasi tersebut dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker payudara di kemudian hari, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Advertisement
Implan Kosmetik
Sebuah penelitian tahun 2013 melaporkan, wanita dengan implan payudara yang menerima diagnosis kanker payudara memiliki risiko keamtian lebih tinggi akibat penyakit ini.
Ini bisa disebabkan karena implan menutupi kanker selama skrining atau karena implan membawa perubahan pada jaringan payudara.
Namun, penelitian tahun 2015 yang diterbitkan dalam Aesthetic Surgery Journal menemukan bahwa memiliki operasi implan payudara kosmetik tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
Advertisement
Jaringan Payudara yang Padat
Tidak hanya faktor eksternal tubuh saja yang bisa jadi penyebab kanker payudara. Kondisi jaringan pada payudara juga bisa menjadi faktor pemicu kanker payudara, baik yang dialami perempuan maupun laki-laki.
Jaringan payudara yang padat membuat mammogram sulit dibaca. Hal inilah yang meningkatkan risiko kanker payudara.
Advertisement
Umur
Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Pada 20 tahun mendatang, peluang kanker payudara pada dekade berikutnya adalah 0,06%. Pada usia 70 tahun, angka ini naik kemudian menjadi 3,84%. Sedangkan untuk pria, paling sering didiagnosis pada pria berusia 60-an.
Advertisement
Sindrom Klinefelter
Sindrom genetik ini terjadi ketika anak laki-laki dilahirkan dengan lebih dari satu salinan kromosom X. Sindrom Klinefelter menyebabkan perkembangan testis yang tidak normal, ini jugalah yang menjadi faktor penyebab kanker payudara.
Akibatnya, pria dengan sindrom ini menghasilkan kadar hormon pria (androgen) yang lebih rendah dan lebih banyak hormon wanita (estrogen).
Advertisement
Penyakit Testis atau Pembedahan
Pada pria, penyebab kanker payudara bukan hanya berasal dari kebiasaan dan pola hidup yang kurang baik. Kondisi alat kelamin pria yang tidak sehat, atau mengalami pembedahan, ternyata dapat menyebabkan kanker.
Memiliki testis yang meradang (orkitis) atau operasi untuk mengangkat testis (orchiectomy) dapat meningkatkan risiko kanker payudara pria.
Advertisement
Pencegahan Kanker Payudara
Berikut merupakan upaya untuk melakukan pencegahan sedini mungkin resiko terkena kanker payudara maupun mencegah kondisi bertambah parah:
Membiasakan Gaya Hidup Sehat
Walaupun terdapat faktor-faktor yang tidak dapat Anda kendalikan, namun mengikuti gaya hidup sehat, menjalani pemeriksaan rutin, dan mengambil tindakan pencegahan apa pun yang disarankan oleh dokter, dapat membantu mengurangi risiko anda terkena kanker payudara.
Misalnya, wanita yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Mempertahankan diet sehat dan berolahraga lebih rutin dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan menurunkan risiko Anda.
Melakukan Skrining Kanker Payudara
Melakukan skrining mammogram secara teratur mungkin tidak mencegah kanker payudara, namun hal ini dapat membantu mengurangi kemungkinan kanker itu terdeteksi. American College of Physicians (ACP) memberikan rekomendasi umum berikut untuk wanita dengan risiko rata-rata untuk kanker payudara:
- Wanita berusia 40 hingga 49 tahun: Mammogram tahunan tidak dianjurkan, tetapi wanita harus kerap menkonsultasikan preferensi mereka dengan dokter mereka.
- Wanita usia 50 hingga 74 tahun direkomendasikan mammogram setiap tahun.
- Wanita 75 dan lebih tua: Mammogram tidak lagi direkomendasikan.
- ACP juga merekomendasikan terhadap mammogram untuk wanita dengan harapan hidup 10 tahun atau kurang.