Hari raya Iduladha semakin dekat. Para shohibul kurban berburu hewan kurban, baik itu sapi maupun kambing terbaik yang siap untuk dikurbankan.
Namun jelang Hari Raya Iduladha, pemandangan miris justru terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo.
Tampak banyak sapi yang dilepaskan begitu saja di tempat pembuangan itu. Bahkan mereka dibiarkan memakan sampah-sampah yang ada di sana.
(gambar: Ilustrasi Sapi/Pixabay)
Meski sudah berulang kali menjadi sorotan, masih ada saja sapi-sapi yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo Solo. Sapi-sapi itu merupakan milik warga yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo.
Mereka dengan bebasnya bisa makan sampah rumah tangga di tumpukan sampah yang menggunung. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispangtan) Kota Solo mengaku tidak bisa mencegah penggembalaan sapi di TPA Putri Cempo.
Pihaknya hanya bisa meningkatkan pengawasan penjualan sapi-sapi yang digembalakan di TPA Putri Cempo Solo. Sebab jelang Hari Raya Iduladha, sapi-sapi pemakan sampah juga dijual di pasaran.
Sapi-sapi tersebut dinilai tidak layak konsumsi karena dagingnya mengandung timbal di atas ambang batas.
Advertisement
“Sebenarnya kan sudah diketahui kalau sapi-sapi tersebut punya kandungan timbal yang tinggi. Kita hanya mengawasi kesehatan. Kalau mau dijual atau tidak kita tidak bisa melarang. Cuma kita hanya bisa memberi tahu,” kata Kepala Dispangtan Kota Solo, Eko Nugroho, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Rabu (12/6).
Pemkot Solo mengimbau masyarakat yang ingin berkurban agar bisa cermat memilih membeli sapi yang diberi makan sampah.
Terkait hal ini, Edi Suryadi, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa sapi yang dipelihara dari lingkungan sampah kemungkinan besar terkontaminasi berbagai macam penyakit.
Apabila dikonsumsi, daging sapi dari lingkungan tersebut bisa mengandung logam berat yang berbahaya. Hal ini didukung oleh pengajar Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Pranoto.
Advertisement
Menurutnya, daging sapi pemakan sampah apabila dikonsumsi manusia bisa menyebabkan gangguan pencernaan, dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kanker, penuaan dini, dan menurunkan daya tahan tubuh.
“Kandungan timbal di seluruh bagian tubuh sapi yang paling mudah terkena dampaknya adalah anak-anak,” ujar Pranoto mengutip situs Mongabay.