Perjalanan Joni Purwantoro Membangun Bakpia Fadila, dari Nol hingga Berkembang Pesat Berkat KUR BRI

Perjalanan Joni Purwantoro membangun Bakpia Fadila dengan dukungan KUR BRI.

Tyas Titi Kinapti
Oleh Tyas Titi Kinapti - Reporter
Perjalanan Joni Purwantoro Membangun Bakpia Fadila, dari Nol hingga Berkembang Pesat Berkat KUR BRI
Perjalanan Joni Purwantoro Membangun Bakpia Fadila, dari Nol hingga Berkembang Pesat Berkat KUR BRI (Merdeka.com)

Di sebuah sudut Yogyakarta, aroma khas bakpia yang baru matang menyeruak dari sebuah rumah produksi kecil bernama Bakpia Fadila. Rumah itu tak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga saksi perjalanan panjang seorang pria bernama Joni Purwantoro (52), pemilik usaha Bakpia Fadila. Dibangun sejak 2004, usaha ini telah berjalan lebih dari dua dekade. 

Berawal dari kerja sambilan dan tawaran ke teman-teman, kini Bakpia Fadila telah menjadi pilihan bagi banyak pelanggan setia, bahkan hingga wisatawan luar kota. Namun, di balik kesuksesan itu, ada perjuangan Joni yang panjang dan penuh liku.

Dulu, usaha yang berada di Jalan Purwodiningratan, Ngampilan, Kota Yogyakarta ini bermula dengan alat-alat sederhana saja. Joni membuat bakpia secara manual, satu per satu, dengan tenaga dan waktu yang tak sedikit.

Hingga akhirnya, Joni memutuskan mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI dan usahanya berkembang pesat. Keputusan itu terbukti tepat. Dengan alat baru, proses produksi menjadi lebih efisien, dan pelanggan pun semakin bertambah.

Modal awal memang menjadi tantangan terbesar bagi para pelaku UMKM. Joni yang kala itu hanya memiliki peralatan seadanya akhirnya memberanikan diri mengambil pinjaman KUR dari BRI sebesar Rp10 juta pada 2009.

Pinjaman itu digunakannya untuk membeli alat produksi dan mempercepat proses pembuatan bakpia.Tidak hanya dirinya, banyak tetangga sekitar yang juga mengambil KUR dari BRI untuk modal usaha mereka.

"Saya pinjam KUR BRI karena paling dekat dari tempat tinggal dan bunganya paling murah. Dulu banyak tetangga yang ambil juga, mereka bilang, 'Ambil di BRI aja, bunganya lebih murah.'" tuturnya.

Berkat pembiayaan tersebut, ia perlahan bisa meningkatkan kapasitas produksi, bahkan hingga membangun usahanya lebih besar.

"Dulu masih manual, lama-lama pesanan makin banyak, nggak kepegang. Akhirnya beli alat listrik untuk kumbu," ujar Joni saat ditemui merdeka.com pada Kamis (13/2/2025).

Selain menjalankan usaha bakpia, Joni Purwantoro juga merambah bisnis homestay. Perkembangan usahanya tidak lepas dari dukungan KUR BRI yang ia manfaatkan dengan bijak. Awalnya, pinjaman tersebut ia gunakan untuk membeli peralatan produksi bakpia. Namun, melihat peluang yang ada, ia memanfaatkan sisa dana untuk membangun tempat tinggal, yang kemudian berkembang menjadi homestay.

"Saya ambil KUR BRI untuk peralatan, setelah itu untuk bangun. Saya beli tanah, terus saya jadikan homestay," ujar Joni.

Kini, homestay bernama Omah Gebyok miliknya memiliki dua unit yang mampu menampung hingga 40 orang. Harga yang terjangkau serta lokasi yang strategis di sekitar Malioboro membuatnya selalu penuh di akhir pekan. Harga sewanya pun bervariasi, mulai dari Rp200 ribu untuk kamar kecil hingga Rp350 ribu untuk kapasitas tujuh orang.

"Weekend selalu penuh, karena banyak wisatawan cari penginapan murah yang dekat Malioboro," tambahnya.

Selain menjadi tempat beristirahat bagi wisatawan, homestay yang dikelola Joni juga menjadi strategi pemasaran yang efektif bagi Bakpia Fadila. Setiap tamu yang menginap kerap ia berikan bakpia secara gratis sebagai sambutan hinga akhirnya memesan bakpia buatan Joni.

"Tamu yang menginap sering saya kasih bakpia gratis. Besoknya sebelum checkout, mereka biasanya pesan buat oleh-oleh," ujar Joni.

Kesuksesan Bakpia Fadila tidak terjadi dalam semalam. Joni memanfaatkan berbagai cara untuk memasarkan produknya. Sejak era Facebook, ia sudah rajin menawarkan dagangannya ke teman-teman sekolah dan rekan kerja.

"Saya menggunakan Facebook untuk pemasaran, saya kumpulkan temen dari SD, SMP,SMA, terus temen kerja. Kalau saya kerja, saya bawa bakpia. Dari temen kasih ke orang, lalu jadi pelanggan," ujar Joni

Bahkan, dulu ia sempat menjadi guide membawa bakpia untuk ditawarkan kepada para turis. Kini, dengan berkembangnya media sosial, anaknya turut membantu pemasaran melalui TikTok dan Instagram.

"Sekarang pelanggan sudah banyak, kebanyakan sekarang dari TikTok, IG" ujarnya.

Selain itu, banyak wisatawan yang kembali memesan Bakpia Fadila setelah mencicipinya. Mereka menyimpan nomor Joni dan melakukan pemesanan ulang karena kualitasnya yang selalu fresh serta layanan pesan antar yang memudahkan.

"Biasanya wisatawan yang sudah pernah beli, lalu simpan nomor saya dan repeat order. Bakpia di sini selalu fresh, bisa pesan antar," tambah Joni.

Bakpia Fadila menawarkan empat varian rasa, yaitu kacang hijau, kumbu hitam, keju, dan coklat. Dari semua varian, rasa original dengan isian kacang hijau tetap menjadi favorit pelanggan. Selain cita rasanya yang khas, harganya pun terjangkau.

"Variasi rasanya ada empat: kacang hijau, kumbu hitam, keju, dan coklat. Paling laris yang ori, kacang hijau. Kalau yang kecil isi 10 harganya Rp15 ribu, sedangkan yang besar isi 20 seharga Rp26 ribu," jelas Joni.

Namun, perjalanan ini tidak selalu mulus. Tantangan datang dari maraknya bakpia berharga murah yang tidak menjaga kualitas.

"Kalau saya jual bakpia dengan harga murah banget, pasti ada bahan yang dikurangi. Mesti nggak enak lah," kata Joni.

Ia tetap berpegang teguh pada kualitas, meski melihat beberapa pengusaha bakpia lain akhirnya gulung tikar karena mengejar harga murah tanpa mempertahankan cita rasa.

Joni percaya, pelanggan yang puas akan kembali, dan itu terbukti dengan pesanan yang terus berdatangan, terutama saat musim liburan. Di hari-hari biasa, ia mampu menjual sekitar 50 kotak bakpia, sedangkan saat liburan jumlahnya bisa meningkat dua kali lipat. Bahkan, ada wisatawan yang datang bersama rombongan dan memesan hingga ratusan kotak sekaligus.

"Kadang ada satu orang yang bawa satu bus, mereka pesan sampai 100-200 kotak. Biasanya udah kontak dulu beberapa hari sebelumnya, nanti bakpianya kita antar ke hotel," jelasnya.

Saat pesanan membludak dan ia merasa kewalahan, Joni tidak ragu untuk berbagi pekerjaan dengan kelompok usaha bakpia 'Laris Manis' di Purwodiningratam.

"Kalau lagi banyak pesanan dan saya nggak sanggup, saya bagi ke kelompok usaha. Di sini ada kelompok pengusaha sentra bakpia Laris Manis di Purwodiningratan, anggotanya sekitar 130-an, khusus di Jalan Patuk" ujar Joni.

Saat pandemi COVID-19 melanda, usaha bakpia dan homestaynya sempat mengalami penurunan. Yogyakarta yang biasanya dipenuhi wisatawan menjadi sepi. Namun, ia tetap bertahan dengan melayani pesanan kecil-kecilan.

"Pesanan tetap ada satu dua, meskipun nggak seramai biasanya," katanya.

Setelah pandemi mereda, usahanya kembali bangkit dan pesanan mulai berdatangan lagi.Di tengah persaingan dan berbagai tantangan, Joni tetap optimis.

Ia tidak hanya mempertahankan usaha, tetapi juga turut berbagi dengan komunitas pengusaha bakpia di kampungnya.

"Di sini sejak tahun ‘95 sudah banyak yang jualan bakpia," ungkapnya.

Lewat kelompok pengusaha "Laris Manis" di Purwodiningratan, mereka saling mendukung agar tetap bertahan. Lebih dari sekadar bisnis, bakpia adalah warisan rasa yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pembiayaan dari pemerintah yang bertujuan untuk membantu UMKM mendapatkan modal usaha dengan bunga rendah. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu bank yang aktif menyalurkan KUR di seluruh Indonesia.

Dengan suku bunga rendah, n meminimalkan beban keuangan pelaku usaha. Program ini menjadi pilihan ideal bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.BRI menyediakan tiga jenis KUR, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI.

Dilansir dari kur.bri.co.id, suku bunga KUR BRI bervariasi sesuai dengan plafon pinjaman. KUR Super Mikro hingga Rp10 juta memiliki bunga efektif 3% per tahun. Sementara itu, KUR Mikro dengan pinjaman lebih dari Rp10 juta hingga Rp100 juta, serta KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta, dikenakan bunga 6-9% per tahun. Skema ini memberikan kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan modal dengan biaya pinjaman yang terjangkau.

Dengan skema bunga yang ringan dan tenor cicilan yang fleksibel, KUR BRI menjadi solusi finansial bagi pelaku UMKM untuk memperluas usahanya.

Bagi Anda yang ingin mengajukan KUR BRI 2025, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon penerima pinjaman memiliki usaha yang layak didukung.

A. Dokumen Pribadi:

  1. Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. Akta nikah (jika sudah menikah)
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk pinjaman di atas Rp50 juta

B. Dokumen Usaha:

  1. Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan atau RT/RW
  2. Bukti bahwa usaha telah berjalan minimal 6 bulan

C. Kriteria Umum:

  1. Pemohon harus berusia minimal 17 tahun untuk KUR Mikro dan 21 tahun untuk jenis lainnya
  2. Tidak memiliki pinjaman produktif lain dari bank lain, kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit

Dengan melengkapi semua persyaratan di atas, peluang persetujuan KUR BRI akan semakin besar, sehingga modal usaha dapat segera digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Bagi Anda yang ingin mengajukan KUR BRI secara langsung, datang ke kantor cabang BRI terdekat bisa menjadi pilihan terbaik. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Persiapkan Dokumen

Pastikan Anda membawa dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), NPWP (jika diperlukan), serta Surat Izin Usaha atau NIB.

Datang ke Kantor Cabang BRI

Kunjungi kantor cabang BRI terdekat, ambil nomor antrean, dan tunggu hingga giliran Anda dipanggil.

Ajukan Permohonan KUR

Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengajukan KUR BRI 2025. Petugas akan menjelaskan prosedur serta ketentuan yang berlaku.

Proses Administrasi dan Verifikasi

Setelah dokumen diperiksa, petugas akan membantu menyelesaikan administrasi. Jika diperlukan, pihak BRI akan melakukan survei lapangan untuk menilai kelayakan usaha Anda.

Dengan mengikuti proses ini, pengajuan KUR BRI dapat diproses dengan lancar, sehingga Anda bisa segera mendapatkan modal usaha yang dibutuhkan.

Rekomendasi