Peristiwa 20 Oktober: Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia, Begini Tips Pencegahannya

Rabu, 20 Oktober 2021 05:05 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Peristiwa 20 Oktober: Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia, Begini Tips Pencegahannya Ilustrasi osteoporosis. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Monika Wisniewska

Merdeka.com - Seperti diketahui, tulang merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh. Dalam hal ini, tulang mempunyai peranan sebagai pembentuk kerangka, sehingga tubuh bisa berdiri tegak. Bukan hanya itu, tulang juga memungkinkan setiap bagian tubuh bergerak dengan mudah.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa tulang mempunyai fungsi dan peranan penting bagi setiap orang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Namun sayangnya, seiring bertambahnya usia fungsi kepadatan tulang akan semakin berkurang. Kondisi ini pun dapat memicu berbagai masalah yang mengganggu kesehatan tulang, salah satunya osteoporosis.

Osteoporosis merupakan kondisi di mana tulang menjadi lemah dan rapuh. Bahkan, pada kondisi yang semakin parah tekanan ringan seperti batuk atau membungkuk dapat menyebabkan patah tulang. Biasanya osteoporosis ini sering terjadi di pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Dengan begitu, penting untuk menjaga kesehatan tulang sedari dini untuk mencegah risiko ini.

Dalam hal ini, National Osteoporosis Society mulai mengadakan peringatan Hari Osteoporosis Sedunia pada 20 Oktober 1996. Kemudian acara ini pun semakin di dukung dan menjadi peringatan global yang diadakan setiap tahun. Oleh karena itu, untuk memperingati Hari Osteoporosis Sedunia pada 20 Oktober ini kami akan mengulas sejarah dan berbagai hal tentang osteoporosis yang perlu Anda ketahui.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum sejarah peristiwa 20 Oktober yang diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia bisa Anda simak.

2 dari 4 halaman

Sejarah Hari Osteoporosis Sedunia

006 yoga tri priyanto
© boldsky.com

Peristiwa 20 Oktober yang diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia hingga kini, pertama kali diadakan di Inggris. Dengan dukungan Komisi Eropa, Hari Osteoporosis Sedunia menjadi proyek National Osteoporosis Society di Inggris pada 20 Oktober 1996.

Meskipun sebelum tahun 1994, osteoporosis bukan termasuk penyakit utama yang mengancam keselamatan masyarakat. Namun, pada tahun 1998, dua organisasi terkemuka berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang osteoporosis.

Ini menunjukkan bahwa osteoporosis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang perlu dicegah sejak dini. Upaya ini kemudian diperkuat dengan dibentuknya organisasi International Osteoporosis Foundation (IOF).

Pembentukan IOF ini merupakan gabungan dari Yayasan Eropa untuk Osteoporosis (EFFO) dan Federasi Internasional Masyarakat tentang Penyakit Kerangka (IFSSD). Dengan menyatukan kedua organisasi di bawah payung tunggal, ada fokus yang lebih baik dan melibatkan sumber daya semakin kuat seperti ilmuwan dunia, dokter dan organisasi advokasi kesehatan lainnya yang memerangi osteoporosis.

Kemudian pada tahun 1990-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai mensponsori Hari Osteoporosis Sedunia yang diadakan oleh IOF. Sejak saat itu, program edukasi masyarakat mengenai osteoporosis semakin ditingkatkan.

Salah satu program yang selalu dilakukan setiap peringatan Hari Osteoporosis Sedunia adalah pengecekan kepadatan tulang. Tes kepadatan tulang ini tersedia di WOD di seluruh dunia yang bisa diikuti oleh masyarakat umum.

3 dari 4 halaman

Penyebab dan Gejala

Setelah mengetahui sejarah peristiwa 10 Oktober yang diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia, berikutnya Anda perlu mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab dan berbagai gejala yang mungkin muncul pada penyakit osteoporosis.

Seperti disebutkan sebelumnya, seiring bertambahnya usia proses pembentukan masa tulang akan semakin melambat dan berkurang. Risiko seseorang terkena osteoporosis tergantung pada seberapa banyak massa tulang yang yang terbentuk di masa muda.

Semakin tinggi massa tulang, maka semakin banyak pula tulang yang dimiliki. Sebaliknya, semakin kecil masa tulang yang terbentuk, semakin tinggi risiko osteoporosis yang akan dialami. Faktor inilah yang menjadi penyebab umum penyakit osteoporosis sehingga penting untuk meningkatkan gaya hidup sehat demi pembentukan masa tulang yang baik.

Saat orang terkena osteoporosis, biasanya tidak muncul gejala di tahap-tahap awal. Namun, begitu, tulang semakin lemah maka akan diikuti oleh beberapa gejala, seperti :

  • Sakit punggung, yang disebabkan oleh tulang belakang yang patah atau kolaps
  • Kehilangan tinggi badan dari waktu ke waktu
  • Postur bungkuk
  • Tulang yang patah jauh lebih mudah dari yang diharapkan
4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Osteoporosis

005 destriyana
©2015 Merdeka.com/shutterstock/Monika Wisniewska

Setelah mengetahui sejarah peristiwa 20 Oktober yang diperingati sebagai Hari Osteoporosis Sedunia dan penyebab serta gejalanya, terakhir terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kepadatan dan kesehatan tulang untuk mencegah risiko osteoporosis.

Cara yang dilakukan tidak lain mengubah gaya hidup yang lebih sehat, meliputi konsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi serta melakukan latihan fisik secara rutin. Berikut kami jelaskan lebih rinci untuk Anda.

Konsumsi Kalsium

Pria dan wanita antara usia 18 dan 50 membutuhkan 1.000 miligram kalsium sehari. Jumlah harian ini meningkat menjadi 1.200 miligram ketika wanita berusia 50 tahun dan pria berusia 70 tahun.

  • Sumber kalsium yang baik meliputi:
  • Produk susu rendah lemak
  • Sayuran berdaun hijau tua
  • Salmon kalengan atau sarden dengan tulang
  • Produk kedelai, seperti tahu
  • Sereal yang diperkaya kalsium dan jus jeruk

Jika Anda merasa sulit untuk mendapatkan cukup kalsium dari makanan, maka konsumsi suplemen kalsium dianjurkan. Namun konsumsi ini perlu memperhatikan jumlah yang tepat dan cukup. Terlalu banyak mengonsumsi kalsium dari suplemen dikaitkan dengan batu ginjal dan risiko penyakit jantung yang meningkat.

Konsumsi Vitamin D

Konsumsi vitamin D juga dibutuhkan untuk menyerap kalsium dan meningkatkan kesehatan tulang dengan lebih baik. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin D dari paparan sinar matahari pagi. Selain itu, asupan vitamin D juga bisa didapatkan dari beberapa makanan seperti minyak ikan cod, ikan trout dan salmon. Ada pula beberapa jenis susu yang memiliki kandungan vitamin D baik untuk dikonsumsi.

Kebanyakan orang membutuhkan setidaknya 600 unit internasional (IU) vitamin D sehari. Rekomendasi itu meningkat menjadi 800 IU sehari setelah usia 70 tahun. Jika asupan masih kurang, dianjurkan konsumsi suplemen vitamin D yang mengandung antara 100 – 4000 IU, aman dikonsumsi.

Olahraga secara Rutin

Cara mencegah osteoporosis yang terakhir diperlukan latihan olahraga secara rutin. Olahraga dapat membantu Anda membangun tulang yang kuat dan memperlambat pengeroposan tulang. Kebiasaan ini harus mulai dibangun di masa muda dan terus dipraktikkan hingga sepanjang hidup Anda.

Di sini, Anda bisa melakukan kombinasi latihan kekuatan dengan latihan beban dan keseimbangan. Latihan kekuatan membantu memperkuat otot dan tulang di lengan dan tulang belakang bagian atas.

Latihan menahan beban, seperti berjalan, joging, berlari, memanjat tangga, lompat tali, ski, dan olahraga yang menghasilkan benturan, dapat membantu meningkatkan kekuatan di tulang di kaki, pinggul, dan tulang belakang bagian bawah. Sedangkan latihan keseimbangan seperti tai chi dapat mengurangi risiko jatuh terutama seiring bertambahnya usia.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini