Penyebab Penyakit Parkinson yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Parkinson adalah salah satu penyakit neurodegenerative yang dapat mengganggu sel saraf dopaminergik di area otak. Sel-sel dopaminergik bertugas untuk memproduksi dopamin, sehingga ketika sel-sel tersebut mengalami gangguan seperti penyakit parkinson, kadar dopamin akan berkurang.
Melansir dari Healthline, parkinson merupakan penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh. Akibatnya, pengidap penyakit ini kesulitan mengatur gerakan tubuhnya, seperti berjalan, berbicara, dan menulis.
Adapun gejala penyakit parkinson timbul secara perlahan, terkadang diawali dengan tremor yang muncul di tangan. Gejala tersebut yang biasanya membuat kekakuan atau gerakan tubuh yang melambat. Berikut beberapa penyebab penyakit parkinson dan cara mengatasinya yang dilansir dari Halodoc dan Healthline:
Penyebab Penyakit Parkinson

www.healthxchange.com.sg
Sebagian besar gejala yang berhubungan dengan penyakit parkinson disebabkan oleh kurangnya dopamin karena hilangnya sel-sel penghasil dopamin di bagian substantia nigra. Ketika jumlah dopamin terlalu rendah, komunikasi antara substantia nigra dan corpus striatum menjadi tidak efektif. Hal itu yang kemudian membuat gerakan tubuh akan terganggu.
Seseorang yang kehilangan banyak dopamin dalam tubuh, semakin buruk gejala yang berhubungan dengan gerakan. Selain itu, sel-sel lain di otak juga berdegenerasi dan berkontribusi terhadap gejala-gejala non-gerakan yang berhubungan dengan penyakit parkinson.
Sebuah studi genetik dan patologis juga mengungkapkan bahwa berbagai proses seluler, peradangan, dan stres yang disfungsional dapat berkontribusi terhdap kerusakan sel. Yang mana gumpalan abnormal tersebut mengandung protein alpha-synuclein ditemukan di banyak sel otak pengidap penyakit parkinson.
Umumnya, penyakit parkinson mulai menyerang usia paruh baya hingga usia lanjut, dengan peningkatan risiko seiring bertambahnya usia. Selain itu, faktor keturunan juga meningkatkan risiko penyakit parkinson.
Gejala Penyakit Parkinson
Ada beberapa gejala yang dirasakan seseorang ketika mengidap penyakit parkinson. Biasanya, penderita memiliki gerakan yang khas, yaitu dengan posisi membungkuk dan ayunan lengan berkurang atau tidak ada. Selain itu, ada beberapa gejala parkinson lainnya yang perlu diwaspadai, di antaranya:
• Depresi
• Demensia
• Kegelisahan
• Lamban dalam melakukan gerakan (bradikinesia)
• Koordinasi tubuh terganggu
• Tremor pada saat istirahat (resting tremor)
• Keseimbangan terganggu
• Kekakuan
Cara Mengobati Parkinson
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit parkinson. Metode penanganan ini bertujuan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Umumnya, dokter akan menyarankan specific single-photon emission computerized tomography atau pemindai dopamine transporter (DAT). Meski dapat membantu mendukung diagnosis penyakit parkinson, gejala dan pemeriksaan neurologis adalah diagnosis yang tepat, sehingga kebanyakan penderita tidak memerlukan scan DAT. Selain itu ada beberapa metode yang bisa dilakukan, yaitu:
• Penggunaan obat-obatan, seperti antikolinergik dan levodopa.
• Prosedur bedah.
• Terapi suportif, seperti fisioterapi.
• Perubahan menu makanan.
• Terapi wicara.
Di samping itu, ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan, seperti rutin berolahraga dan konsumsi makanan kaya antioksidan. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit parkinson jarang menyerang seseorang yang rutin mengonsumsi minuman berkafein, seperti teh dan kopi.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya