Penyebab Bibir Sumbing dan Gejalanya pada Bayi, Ketahui Komplikasinya
Merdeka.com - Penyebab bibir sumbing perlu diketahui. Bibir sumbing termasuk kondisi kelainan bawaan dari lahir. Kondisi ini ditandai dengan bentuk bibir yang terbuka atau tidak mampu menutup dengan sempurna. Biasanya, kondisi bibir sumbing ini terjadi di bagian atas atau langit-langit mulut.
Gangguan ini tidak lain akibat dari proses perkembangan struktur wajah yang tidak berjalan dengan sempurna saat bayi masih dalam kandungan. Dibandingkan kondisi lainnya, bibir sumbing adalah gangguan cacat sejak lahir yang paling umum terjadi.
Dengan begitu, penting bagi setiap orang tua untuk mewaspadai kondisi ini. Di mana terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko tinggi terhadap kondisi bibir sumbing ini. Seperti riwayat anggota keluarga dengan kondisi yang sama, ibu hamil yang terkena paparan zat tertentu, hingga kondisi kesehatan lain yang diderita ibu hamil sebelum atau selama kehamilan.
Selain mengetahui berbagai faktor risiko, Anda juga perlu memahami penyebab bibir sumbing pada bayi, berbagai gejala yang perlu diperhatikan, beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi, hingga berbagai langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Dengan pengetahuan ini, Anda bisa lebih waspada terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi.
Dilansir dari Mayoclinic, berikut kami merangkum penyebab bibir sumbing, gejala, komplikasi, hingga cara pencegahannya, bisa Anda simak.
Pengertian dan Gejala Bibir Sumbing
Pengertian
Sebelum mengetahui berbagai penyebab bibir sumbing, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kondisi ini.
Bibir sumbing atau celah bibir adalah kondisi bawaan sejak lahir di mana bibir bagian atas terbuka atau tidak dapat menutup dengan sempurna. Kondisi ini terjadi akibat proses perkembangan struktur wajah yang tidak maksimal saat bayi masih dalam kandungan.
Bibir sumbing disebut sebagai kondisi cacat sejak lahir yang paling umum terjadi. Tentu kondisi ini tidak diharapkan bagi setiap orang tua pada bayinya. Meskipun tidak dapat dihindari, namun kondisi bibir sumbing ini dapat diperbaiki dengan tindakan operasi.
Dengan operasi, bentuk bibir bayi dapat dikembalikan dengan sempurna, sekaligus mendukung fungsi mulut bekerja lebih baik dan normal.
Gejala
Biasanya, kondisi bibir sumbing dapat langsung terdeteksi atau dikenali saat bayi lahir. Beberapa tanda yang dapat Anda perhatikan ketika bayi mengalami kondisi bibir sumbing adalah sebagai berikut:
Pada kondisi yang jarang terjadi, celah terdapat di otot langit-langit lunak (langit-langit sumbing submukosa), yang berada di bagian belakang mulut dan ditutupi oleh lapisan mulut. Jenis sumbing ini sering tidak diketahui saat lahir dan mungkin tidak terdiagnosis sampai tanda-tandanya berkembang. Tanda dan gejala bibir sumbing submukosa dapat meliputi:
Penyebab Bibir Sumbing dan Faktor Risiko
Penyebab
Bibir sumbing atau celah langit-langit terjadi ketika jaringan di wajah dan mulut bayi tidak menyatu dengan baik.
Biasanya, jaringan yang membentuk bibir dan langit-langit menyatu pada bulan kedua dan ketiga kehamilan. Namun pada bayi dengan bibir sumbing, proses penyatuan tersebut tidak pernah terjadi atau terjadi hanya sebagian saja, sehingga menyisakan celah (celah).
Para peneliti percaya bahwa penyebab bibir sumbing dan celah langit-langit dipengaruhi oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan. Dalam hal ini, ibu dan ayah dapat mewariskan gen yang menyebabkan bibir sumbing.
Dalam beberapa kasus, bayi mewarisi gen yang membuat mereka lebih mungkin mengembangkan bibir sumbing, dan kemudian pemicu lingkungan sebenarnya menyebabkan celah tersebut terjadi.
Faktor Risiko
Seperti disebutkan dalam beberapa penyebab bibir sumbing, diketahui terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan bibir sumbing. Pertama, anggota keluarga yang memiliki kondisi bibir sumbing, memiliki risiko yang tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi yang sama.
Faktor risiko kedua, didapatkan dari paparan zat kimia selama kehamilan. Dalam hal ini, bibir sumbing atau celah langit-langit lebih mungkin terjadi pada wanita hamil yang merokok, minum alkohol atau minum obat tertentu.
Faktor risiko yang ketiga yaitu mengidap diabetes. Ada beberapa bukti bahwa wanita yang didiagnosis menderita diabetes sebelum hamil mungkin memiliki peningkatan risiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing dengan atau tanpa celah langit-langit.
Faktor risiko yang terakhir adalah faktor kegemukan. Secara umum, kondisi bertambahnya berat badan selama hamil memang wajar. Namun, terdapat beberapa bukti bahwa bayi yang lahir dari wanita gemuk mungkin mengalami peningkatan risiko celah bibir dan langit-langit.
Komplikasi dan Cara Pencegahan
Komplikasi
Setelah memahami berbagai penyebab bibir sumbing dan faktor risiko, selanjutnya akan dijelaskan kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. Bayi yang lahir dengan bibir sumbing atau tanpa celah langit-langit, menghadapi berbagai tantangan, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Beberapa komplikasi berikut mungkin terjadi pada bayi dengan bibir sumbing atau tanpa celah langit-langit:
Cara Pencegahan
Bayi yang lahir dengan kondisi bibir sumbing memang tidak pernah dihadapkan oleh setiap orang tua. Namun, kondisi ini sering kali sulit untuk dihindari. Meskipun begitu, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko atau kemungkinan bayi lahir dengan bibir sumbing. Berikut cara pencegahan yang bisa Anda lakukan:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya