Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meninggalnya Otto Iskandardinata 20 Desember 1945, Pahlawan Nasional dari Bandung

Meninggalnya Otto Iskandardinata 20 Desember 1945, Pahlawan Nasional dari Bandung Otto Iskandardinata. wikipedia.org

Merdeka.com - Otto Iskandardinata adalah Pahlawan Nasional dari Bandung yang mempunyai jasa besar bagi Kemerdekaan Indonesia. Tokoh yang wajahnya terdapat pada mata uang Rp20.000 ini pernah menjadi menteri yang mengurusi masalah keamanan negara di era pemerintahan Soekarno-Hatta. Pada 6 November 1973, pemerintah mengangkat Otto sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Selain itu, Otto juga sempat aktif di beberapa organisasi, seperti Boedi Oetomo dan Paguyuban Pasundan. Di organisasi tersebut, Otto memiliki peran penting dan begitu dihormati. Hal ini yang kemudian membuatnya dijuluki sebagai “Si Jalak Harupat”.

Tepat hari ini, 20 Desember pada 1945 silam, Otto Iskandardinata diculik dan tidak ditemukan. Hari itu juga Otto ditetapkan telah meninggal dunia. Sampai hari ini meninggalnya Otto Iskandardinata masih menjadi misteri.

Berikut perjalanan hidup Otto Iskandardinata yang merdeka.com lansir dari Liputan6.com dan sumber lainnya:

Mengenal Otto Iskandardinata

otto iskandardinata

wikipedia.org

Otto Iskandardinata adalah seorang keturunan bangsawan yang diturunkan oleh ayahnya. Otto merupakan anak ke-3 dari 9 bersaudara yang gemar bermain bola dan menari Sunda. Selain pandai menari, ia juga terampil saat memainkan gamelan.

Otto menempuh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung, lalu melanjutkan pendidikan di Kweek-school Onder-bouw (Sekolah Guru Bagian Pertama), yang merupakan sekolah berasrama di Bandung.

Sejak remaja, sifat dan kepintaran Otto sudah menonjol dibanding anak seusianya. Ia juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga ia banyak membaca, salah satunya koran De Expres yang isinya kebanyakan tentang kecaman-kecaman terhadap Belanda. Dari sinilah, muncul sikap berontak Otto untuk memperjuangkan hak bangsanya sendiri.

Otto pernah ernah masuk dalam daftar hitam dan membuat khawatir pemerintah Hindia Belanda, salah satunya dikarenakan nyali Otto dalam membongkar kasus bendungan kemuning yang bisa menyelamatkan Rakyat Indonesia dari penipuan yang di lakukan pengusaha Belanda. Tak bisa di pungkiri,Oto lah orang yang pertama mempopulerkan kata Indonesia Merdeka dan kemudian disingkat menjadi Merdeka karena kegigihan Oto dalam memperjuangkan Hak rakyatnya.

Bergabung dengan Boedi Oetomo

Setelah lulus dari HIS, Otto bekerja sebagai guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah beberapa tahun. Kemudian pada 1925, Otto memutuskan terjun ke organisasi Boedi Oetomo. Di organisasi ini, ia dipilih menjadi anggota gemeenteraad atau Dewan Kota yang mewakili organisasi tersebut.

Selain bergabung di Boedi Oetomo, Otto juga memutuskan untuk menjadi anggota Paguyuban Pasundan. Bahkan, di organisasi ini, ia terpilih menjadi anggota. Di tangan Otto, Paguyuban Pasundan semakin berkembang dan maju.

Tak berlangsung lama, tepatnya pada 1930, Otto terpilih menjadi Volksraad (Dewan Rakyat) mewakili Paguyuban Pasundan. Saat itu, ia menunjukkan keberaniannya dalam melawan kebijakan pemerintah. Hal ini yang kemudian membuatnya dijuluki “Si Jalak Harupat”, yang artinya burung Jalak yang berai.

Selain itu, tokoh yang wajahnya terdapat pada uang Rp20.000 ini pernah menjadi Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam sidang tersebut, Otto menunjuk Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Meninggalnya Otto Iskandardinata

Otto Iskandardinata meninggal pada 20 Desember 1945. Dikutip dari museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, setelah menjabat sebagai Menteri Negara yang mengurusi badan keamanan rakyat pada Kabinet Pertama Presiden Soekarno, Otto Iskandardinata diculik pada 20 Desember 1945.

Menurut catatan sejarah, Otto dihabisi di Pantai Mauk, Banten oleh Laskar Hitam yang tidak puas dengan kebijakan penyatuan mantan anggota PETA bentukan Jepang dengan bekas prajurit KNIL bentukan Belanda.

Sampai hari ini, masih simpang siur mengenai misteri meninggalnya Otto Iskandardinata. Meski jenazah tidak pernah ditemukan, tetapi pemakaman dilakukan secara simbolik dengan menguburkan segenggam tanah dari Cimauk di Taman Bahagia, Lembang pada 21 Desember 1952.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP