Mengunjungi Toko Roti Tertua di Indonesia, Jadi Inspirasi Film "Siksa Kubur"

Toko roti ini sudah ada sejak tahun 1898, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Mengunjungi Toko Roti Tertua di Indonesia, Jadi Inspirasi Film "Siksa Kubur"
Mengunjungi Toko Roti Tertua di Indonesia, Jadi Inspirasi Film "Siksa Kubur" (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di Kota Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, terdapat toko roti legendaris dan disebut sebagai toko roti tertua di Indonesia. Namanya toko roti “Go”. Toko roti ini sudah ada sejak tahun 1898, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Toko roti yang beralamat di Jalan Jenderal Soedirman Nomor 724 Purwokerto ini dikelola oleh pasangan suami istri Rosani Wiogo dan FX Pararto Widjaja.

Rosani adalah generasi ketiga yang meneruskan usaha toko roti leluhurnya. 

Nama toko ini diambil dari sosok Go Kwen Ka. Ia merupakan pendiri toko itu. Dalam perjalanan sejarahnya, toko ini mengalami fase kolonial yang diwarnai konflik dan peperangan. Bahkan pada masa Agresi Militer II Belanda, toko ini dibakar hingga luluh lantak.

“Menurut cerita orang tua saya, waktu itu toko musnah terbakar dan hanya menyisakan oven dan alat peracik roti berbahan besi yang kebal dari api. Untungnya seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri,” kata Rosiani dikutip dari Goodnewsfromindonesia. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari berdirinya hingga sekarang, tak ada yang berubah dari tata letak bangunan itu. Pihak pengelola hanya menambal bagian dinding yang retak termakan usia.

Rosiani mengatakan, saat ini mereka masih menggunakan mesin oven kuno untuk membuat roti. Mesin berusia ratusan tahun itu dibuat dengan batu bata tahan api.

Pemanggangan dengan cara tersebut juga mempengaruhi cita rasa roti yang kuat dengan aroma panggang alami. 

Tidak ada penunjuk suhu atau termometer pada alat tersebut. Para pekerja hanya mengandalkan insting saat memanggang roti.

Mereka seperti sudah paham dengna penggunaan oven tradisional itu. Mereka tinggal memasukkan tangannya sebentar ke mulut oven untuk mengetahui panas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sejak dulu, Toko Roti Go tidak menggunakan bahan pengawet, pemanis, atau bahan kimia untuk membuat produk mereka. Beberapa jenis produksinya antara lain roti manis, roti sobek, serta roti tradisional lainnya. Kini mereka memiliki sekitar 80 varian dan 10 jenis kue.

Dalam bagian film “Siksa Kubur”, terdapat kisah keluarga Sanjaya Arif yang mengelola toko roti berusia 30 tahun bernama Toko Gun. Ternyata toko itu terinspirasi dari Roti Go yang ada di Purwokerto. Hal itu dikonfirmasi sendiri oleh sutradara film, Joko Anwar.

Rekomendasi