Menguak Ragam Kuliner Era Mataram Kuno, Kaya Rempah-Rempah
Merdeka.com - Ribuan tahun silam, Kerajaan Mataram Kuno menguasai peradaban di tanah Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Sisa-sisa megahnya peradaban itu masih terlihat hingga kini di antaranya Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Tak hanya kemegahan peninggalan bangunan, jejak-jejak kuliner saat itu bisa ditemukan pada relief-relief candi.
Rasa penasaran itulah yang mendorong Laire Siwi Mentari, putri dari sastrawan Sitok Srengenge yang juga seorang chef masakan Nusantara, untuk menguak ragam kuliner era Mataram Kuno.
“Aku seperti mendengar bisikan dari batu-batu candi. Mungkin inilah jawaban dari semua kegelisahan. Aku sudah menghadirkan cita rasa Nusantara di tempat ini. Namun terlintas di pikiranku untuk menghidangkan sesuatu yang spesial dari masa lalu. Cita rasa Mataram Kuno, warisan leluhurku. Sesuatu yang terus memanggilku,” kata Laire, dikutip dari kanal YouTube Purbakala Yogya BPCB DIY.
Lalu seperti apa perjalanan Laire menguak jejak kuliner era Mataram Kuno? Berikut selengkapnya:
Menyusuri Relief Candi

©YouTube/Purbakala Yogya BPCBDIY
Untuk menguak kuliner masa lalu, Laire pergi mengunjungi Candi Prambanan. Jejak kekayaan kuliner Mataram Kuno terukir indah di relief candi itu. Di sana ada sebuah gambar hidangan ikan, seperti ikan pindang, dan juga hidangan lain, yang hendak disantap dalam sebuah jamuan makan.
“Kita bisa melihat adanya jejak kuliner masa lalu, terutama pada era Mataram Kuno, salah satunya di relief Candi Brahma. Ini sesuai juga di Kakawin Ramayana yang menyebutkan bahwa, setelah melakukan pemujaan, pihak kerajaan menyelenggarakan pesta makan. Kalau menurut kakawin itu ada berbagai macam hidangan mulai dari daging, kudapan, dan minuman,” terang Arkeolog, Yoses Tanzaq.
Bahan Rempah

©YouTube/Purbakala Yogya BPCBDIY
Yoses mengatakan, salah satu bahan utama kuliner era Mataram Kuno adalah rempah-rempah. Ia menjelaskan, keberadaan rempah ditemukan dalam kakawin Ramayana era Mataram Kuno. Hal itulah yang mendorong Laire untuk membuat resep minuman bernama Serbat Jahe. Bahannya adalah jahe, merica, kapulaga, gula jawa, cengkih, kayu manis, dan sejumput garam.
“Jahe aku bakar dulu agar lebih wangi aromanya. Kemudian bahan-bahan ini aku rebus dalam dua liter air yang aku taruh dalam sebuah wadah dari tanah. Bahan dari tanah ini juga telah digunakan nenek moyangku dari Mataram Kuno serta memberi olahan pas pada olahanku. Kemudian gula jawa ditambahkan terakhir untuk memberikan rasa manis,” kata Laire.
Menu Makan Ikan

©YouTube/Purbakala Yogya BPCBDIY
Terkait hidangan makanan, Yoses mengatakan makanan berbahan dasar ikan merupakan salah satu kuliner favorit era Mataram Kuno. Salah satunya adalah ikan gabus.
Inilah yang mendorong Laire untuk membuat menu kuliner Klaka Walagan yang bahan dasarnya ikan gabus. Selain itu ada pula bahan pendukung lain seperti kunyit, merica, jahe, bawang merah, bawang putih, daun salam, serai, daun jeruk, dan santan. Dua kuliner itu, Serbat Jahe dan Klaka Wagalan, dihidangkan Laire dalam sebuah perjamuan makan dengan kedua sahabatnya, Rendi dan Cyntia.
“Leluhur kita telah menyimpan rahasia terhadap cita rasa, yang tidak lezat tetapi juga sehat. Yang tidak hanya soal rasa, tetapi juga cara. Kekayaan yang melampaui lorong waktu beribu tahun lamanya yang sesungguhnya tidak pernah terputus dari kita. Dan bahwa sesungguhnya bangsa kita adalah bangsa budaya yang memuliakan makanan, menjadikan apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita sebagai sebuah berkat dan doa,” tutup Laire dalam monolognya.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya