Rajabiyah dan Jamjaneng jadi tradisi Isra Miraj yang kental di Kebumen.
Isra Miraj menjadi momen penting bagi umat muslim di seluruh dunia karena Rasulullah SAW menerima perintah salat 5 waktu melalui perjalanan spiritual.
Di Indonesia, peringatan Isra Miraj selalu dilaksanakan setiap tanggal 27 bulan Rajab dalam kalender Islam.
Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, masyarakatnya ikut memeriahkan peringatan Isra Miraj tersebut lewat tradisi Rajabiyah dan Jamjaneng.
Belum lama ini tradisi Rajabiyah masih digelar di Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung dan Jamjaneng yang juga dipertahankan di Desa Kalijaya, Kecamatan Alian, Kebumen.
Advertisement
Dalam pelaksanaannya terdapat tradisi unik yakni besek raksasa berisi berbagai makanan dengan nilai rupiah yang fantastis.
Advertisement
Mengutip plumbon.kec-karangsambung.kebumenkab.go.id, tradisi Rajabiyah sudah jadi bagian dari masyarakat di beberapa dusun, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen secara turun temurun.
Acara ini diramaikan oleh keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat dan dipusatkan di masjid Desa Plumbon.
Menurut Kepala Dusun Kedongdong, Desa Plumbon, Catur Arfian, acara ini sebisa mungkin dipertahankan agar terus lestari setiap tahunnya. Warga disebut antusias menyiapkan gunungan besar atau besek raksasa.
Advertisement
Salah satu yang unik dalam acara Rajabiyah adalah terdapatnya puluhan besek raksasa hasil sumbangan warga.
Besek ini dibuat dari rajutan bambu yang dibuat seperti keranjang. Rata-rata tingginya mencapai hingga 1 meter. Dalam satu besek dapat memuat hingga puluhan jenis makanan termasuk sembako dan buah-buahan.
Paling sedikit warga bisa menyumbang gunungan makanan di dalam besek ini sebesar Rp100 ribu dan maksimal hingga jutaan rupiah.
Advertisement
Besek-besek yang juga diisi hasil pertanian ini nantinya tidak akan digunakan oleh warga di dusun tersebut namun akan dibagikan ke dukuh-dukuh tetangga di sana.
Acara Rajabiyah di sini juga mengajak masyarakat sekitar untuk menyisihkan rezekinya untuk bersedekah melalui makanan agar dapat membantu sesama dan lebih barokah.
Tradisi ini juga menjadi ajang bertukar besek yang sudah dihias oleh antar dusun di Desa Plumbon. Warga antar kampung pun bisa saling bertemu dan bersilaturahmi.
Advertisement
Sementara itu Jamjaneng merupakan tradisi Isra Miraj yang juga populer di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Biasanya Jamjaneng diadakan di Desa Kalijaya, Kecamatan Alian dalam bentuk tetabuhan alat musik rebana.
Merujuk laman kalijaya.kec-alian.kebumenkab.go.id, acara Jamjaneng dilakukan oleh beberapa penabuh alat musik rebana, kendang kecil dan kendang bass dan diiringi salawat serta doa-doa kebaikan.
Acara ini dipusatkan di dalam masjid atau aula gedung kepala desa, dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dengan sajian beberapa makanan tradisional.
Advertisement
Mulanya, Jamjaneng merupakan media dakwah yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Islam di zaman dulu. Mereka berkeliling ke desa-desa di Kebumen sembari menabuh alat musik rebana dan berselawat.
Sampai sekarang tradisi ini masih terus dilestarikan, bahkan di luar momen Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Di Desa Kalijaya, masyarakatnya masih rutin mengadakan ini setiap malam Jumat, sekaligus membaca yasin di rumah warga secara bergilir. Terdapat grup-grup Jamjaneng yang masih eksis, salah satunya jemaah Al-Amin yang diketuai oleh Sutikno alias Haji Sulton lubis.
Rajabiyah dan Jamjaneng jadi kekayaan budaya di tanah Jawa yang masih dilestarikan untuk memeriahkan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Advertisement