Mengenal Sunan Langgar, Wali Allah yang Tidak Ingin Diungkap Sejarahnya
Merdeka.com - Para penyebar Islam di tanah Jawa tak hanya para Wali Songo yang selama ini dikenal luas. Selain mereka, ada nama-nama lain yang tak banyak dikenal, seperti halnya Sunan Pandanaran, Sunan Bayat, Sunan Gesang, dan masih banyak lagi.
Di Rembang, ada seorang penyebar Islam bernama Sunan Langgar. Berbeda dengan para wali yang lain, Sunan Langgar konon merupakan seorang wali yang tidak ingin diungkap sejarahnya. Makamnya ada Desa Langgar, Kecamatan Sluke, sekitar 8 kilometer di sebelah timur Kota Lasem, Kabupaten Rembang.
Tentang Sunan Langgar

©YouTube/Generasi Muda Nusantara
Syekh Abdul Jalil, atau lebih akrab dikenal dengan nama Sunan Langgar merupakan tokoh penyebar agama Islam di Rembang. Makamnya berada pada sebuah kawasan perbukitan di Desa Langgar, Sluke. Pusara makamnya berdampingan dengan makam istrinya, Siti Sulastri.
Juru kunci makam Sunan Langgar bercerita bahwa ada sejumlah versi yang menceritakan asal usul Sunan Langgar. Versi pertama mengatakan bahwa dia merupakan salah satu tokoh yang menjadi bagian dari Wali Songo, tapi tidak ingin disebutkan soal jati diri dan perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Islam.
Sementara versi lain menyebutkan bahwa Sunan Langgar adalah murid dari Sunan Bonang yang kemudian menyebarkan ajaran Islam di daerah Langgar dan sekitarnya. Tak ada catatan mengenai kapan meninggalnya Sunan Langgar.
Tidak Ingin Diungkap Sejarahnya

©YouTube/Generasi Muda Nusantara
Bapak Ruslan, penjaga makam Sunan Langgar, mengatakan bahwa wali penyebar ajaran Islam itu tidak ingin ditulis sejarahnya. Ia mengatakan tidak ada sumber tertulis tentang kisah hidup Sunan Langgar.
Selama ini yang ia tahu tentang Sunan Langgar merupakan cerita-cerita lisan yang beredar di masyarakat. Ia sendiri takut untuk mengungkapkan cerita-cerita yang beredar itu.
“Saya sendiri tidak berani untuk menceritakan. Mau bagaimanapun saya tidak berani. Karena terkadang orang hanya bisa membanggakan dari sisi keturunan yang berefek pada kesombongan,” kata Bapak Ruslan, dikutip dari kanal YouTube Generasi Muda Nusantara.
Kondisi Makam Sunan Langgar

©YouTube/Generasi Muda Nusantara
Dilansir dari kanal YouTube Generasi Muda Nusantara, kondisi makam Sunan Langgar dan lingkungan sekitarnya sudah ditata sedemikian rupa sehingga nyaman dikunjungi peziarah.
Arsitek pagarnya menggunakan batu bata kuno yang disusun mengelilingi makam. Sedangkan di dalam makam didominasi bangunan berwarna kayu. Ukuran lahan makam itu diperkirakan 60x30 meter.
Selain itu, ada empat buah pohon sawo yang tumbuh mengelilingi makam. Berdasarkan penuturan masyarakat sekitar, makam itu sudah ada jauh sebelum kedatangan Belanda di Nusantara.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya