Mengenal Ruwat Rigen, Tradisi Petani Temanggung Jelang Panen Tembakau

Senin, 8 Agustus 2022 09:41 Reporter : Shani Rasyid
Mengenal Ruwat Rigen, Tradisi Petani Temanggung Jelang Panen Tembakau Tradisi Ruwat Rigen. ©YouTube/Sindoro Sumbing Channel

Merdeka.com - Banyak masyarakat pedesaan di Jawa yang sering kali menggelar upacara tradisi untuk menyambut hari-hari penting. Sama juga dilakukan para petani dari 13 desa di Temanggung. Mereka juga mengambil bagian dalam upacara panen tembakau bernama Ruwat Rigen.

Ketua Panitia Ruwat Rigen, Basori Setyawan mengatakan, Ruwat Rigen merupakan suatu tradisi masyarakat petani tembakau. Sebelum tembakau dipanen, mereka melakukan ruwat terlebih dahulu.

“Rigen dibersihkan dengan cara dicuci dengan air di Sendang Kamulyan,” kata Basori dikutip dari ANTARA pada Minggu (7/8). Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Tentang Ruwat Rigen

tradisi ruwat rigen

©YouTube/Sindoro Sumbing Channel

Ruwat Rigen rutin digelar masyarakat petani Temanggung pada saat akan memanen hasil bumi berupa tembakau. Rigen adalah lembaran anyaman bambu berbentuk segi empat panjang yang biasanya digunakan petani untuk menjemur tembakau.

Dalam acara itu, setiap perwakilan desa membawa rigen beserta nasi tumpeng dan juga ingkung. Basori mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat kumpul bersama, berdoa pada Allah SWT agar panen tembakau hasil tahun ini mendapat hasil yang maksimal, mendapat rezeki yang banyak, berkah serta barokah.

Sementara dalam acara itu, Bupati Temanggung M. Al Khadziq secara simbolis menyiramkan air rigen yang telah dibawa masing-masing desa. Ia menuturkan masyarakat Kledung menggelar selamatan menjelang panen tembakau yang dikemas secara adat dakam bentuk ruwat rigen.

“Ruwat rigen itu segala sesuatu yang berhubungan dengan pertembakauan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan panen tembakau,” kata Al Khadziq dikutip dari ANTARA.

3 dari 3 halaman

Bentuk Ikhtiar

tradisi ruwat rigen
©YouTube/Sindoro Sumbing Channel

Al Khadziq menambahkan, kegiatan ruwat rigen itu merupakan wujud dari harapan masyarakat agar panen tahun tembakau ini dapat berjalan lancar, hasil yang baik, dan harganya juga bagus sehingga menjadi rejeki bagi masyarakat.

Menurutnya, semua ikhtiar dalam bertani tembakau dilakukan agar mendapat berkah dari Allah SWT. Baginya tradisi seperti itu membuktikan dekatnya masyarakat Temanggung antara ikhtiar dengan permohonan kepada Allah SWT.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini