Mengenal Penyebab Psikopat, Lengkap Beserta Gejala dan Cara Mengatasinya

Rabu, 10 Agustus 2022 10:00 Reporter : Jevi Nugraha
Mengenal Penyebab Psikopat, Lengkap Beserta Gejala dan Cara Mengatasinya Ilustrasi psikopat. ©2020 Merdeka.com/pixabay

Merdeka.com - Penyebab psikopat penting diketahui setiap orang. Psikopat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki emosi, perasaan, dan hati nurani. Sederhananya, psikopat adalah gangguan kepribadian antisosial yang dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab.

Melansir dari Healthline, seseorang yang mengidap psikopat, biasanya akan bersikap gegabah, merusak, dan kasar kepada orang lain tanpa merasa bersalah. Di sisi lain, penderita psikopat juga bisa menjadi seorang yang penuh perhitungan dan bertindak karismatik dan juga menawan.

Penyebab psikopat bisa dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak sehat, seperti kekerasan dan alkoholisme. Selain itu, ada beberapa penyebab psikopat lainnya yang perlu diwaspadai. Berikut penyebab psikopat dan cara mengatasinya yang dilansir dari Healthline dan sumber lainnya:

2 dari 3 halaman

Gejala Psikopat

ilustrasi psikopat

insider.com

Ada beberapa gejala penyebab psikopat yang biasa dialami oleh para pengidap gangguan ini. Adapun gejala psikopat yang perlu diwaspadai, yaitu:

• Memiliki sikap arogan atau terlalu percaya diri

• Memiliki perilaku yang bertentangan dengan norma sosial

• Tidak menunjukkan rasa penyesalan dan empati

• Tidak segan memanipulasi atau menyakiti orang lain untuk mendapatkan segala keinginannya

• Tidak peduli dengan tanggung jawab

• Mudah marah dan emosi tidak stabil

• Tidak mampu membedakan antara benar dan salah

• Memiliki sikap yang agresif dan suka melakukan tindakan kekerasan

Penyebab Psikopat yang Perlu Diwaspadai

Penyebab psikopat memang belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa kondisi ini dinilai dapat menjadi penyebab psikopat, antara lain:

Trauma

Salah satu penyebab psikopat adalah trauma. Seseorang yang memiliki trauma masa kecil, seperti pelecehan atau kekerasan pada anak, berisiko mengalami psikopat.

Selain itu, gangguan kepribadian ini sering muncul pada orang dengan lingkungan tidak sehat, seperti pertengkaran orang tua, alkoholisme, atau anak yang menjadi saksi KDRT. Maka dari itu, pola asuh anak yang tidak baik meningkatkan risiko psikopat.

Kondisi Otak

Bagian otak yang terlibat dalam pemrosesan, emosi, empati, dan pengambilan keputusan, yaitu amigdala, insula, dan korteks prefrontal, menunjukkan penurunan aktivitas pada orang dengan karakteristik psikopat. Gangguan otak ini bisa merusak respon terhadap rangsangan emosional dan pengambilan keputusan. Hal ini yang kemudian membuat seseorang tidak bisa mengontrol emosi.

Menurut sejumlah penelitian, adanya kelainan pada struktur otak yang mengatur emosi dapat menyebabkan seseorang menjadi psikopat. Kelainan ini bisa terjadi akibat kecacatan atau cedera selama masa perkembangan otak.

Faktor Genetik

Penyebab psikopat yang perlu diwaspadai selanjutnya, yaitu faktor genetik. Kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga membuat seseorang rentan mengalami gangguan kepribadian antisosial, termasuk psikopat.

3 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Psikopat

ilustrasi psikopat

©2013 Merdeka.com

Cara mengatasi psikopat tergantung pada tingkat keparahan kondisi, situasi, serta kesediaan pasien menjalani pengobatan. Ada sejumlah metode yang bisa digunakan sebagai pengobatan penyebab psikopat, di antaranya:

Konseling Kelompok

Cara mengatasi psikopat yang pertama, yaitu melakukan konseling kelompok. Konseling ini merupakan tipe terapi sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologis pasien dan meningkatkan kemampuannya untuk tidak mudah menyinggung perasaan orang lain saat berinteraksi.

Konseling bisa dilakukan dalam kelompok besar maupun kecil. Nantinya, kelompok ini akan memecahkan masalah secara bersama-sama guna menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan membantu. Pasien disarankan untuk melakukan konseling kelompok selama 18 bulan.

Psikoterapi

Cara mengatasi penyebab psikopat selanjutnya, yaitu melakukan psikoterapi. Jenis pengobatan satu ini digunakan untuk mengelola rasa marah dan tindak kekerasan, menangani alkohol dan zat terlarang. Terapi ini dilakukan dengan membimbing pasien agar mengerti tentang kondisi yang dialami pengaruhnya terhadap kehidupan serta hubungannya dengan orang lain.

Psikopat sebenarnya tidak dapat disembuhkan hanya dengan obat-obatan. Namun, biasanya dokter akan meresepkan obat tertentu untuk meredakan gangguan mental lain yang muncul bersamaan dengan kondisi lain. Maka dari itu, jika Anda memiliki beberapa gejala psikopat, ada baiknya langsung berkonsultasi dengan dokter ahli.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini