Mengenal Penyebab Kesemutan yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Hampir setiap orang pernah mengalami kesemutan, baik di kaki maupun tangan. Dalam dunia medis, kesemutan disebut parestesia, biasanya ditandai dengan rasa kebas atau mati rasa yang disertai sensasi seperti ditusuk jarum. Umumnya, tubuh orang yang mengalami kondisi ini menjadi lemah dan kaku.
Melansir dari Mayo Clinic, kesemutan umumnya terjadi karena posisi duduk atau tidur yang terlalu lama. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda ada sesuatu yang menekan saraf atau ketidakseimbangan dalam kimia tubuh yang kemudian mengganggu fungsi saraf.
Kesemutan dan mati rasa sebenarnya memang tidak membahayakan. Namun, jika kesemutan ini terjadi bersamaan dengan kelemahan otot, bisa menjadi gejala penyakit berbahaya dalam tubuh. Untuk itu, penting untuk mengetahui penyebab kesemutan dan cara mengatasinya.
Lantas, apa sebenarnya penyebab kesemutan dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Mayo Clinic:
Penyebab Kesemutan

©www.wikinut.com
Secara umum, penyebab kesemutan adalah saraf kejepit akibat tekanan pada satu bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki, atau berada di posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama, seperti duduk dan tidur terlalu lama. Saat tangan atau kaki menerima tekanan dalam waktu lama, saraf-saraf yang menjalar di dalamnya akan tertekan atau kejepit.
Kondisi saraf yang terjepit akan menyebabkan otak kekurangan informasi mengenai sensasi indra peraba yang diharapkan datang dari kumpulan saraf. Bahkan, tekanan tersebut juga akan menghimpit pembuluh arteri dalam mengalirkan darah ke saraf.
Akibat kondisi tersebut, saraf-saraf tidak bisa menerima suplai darah dan oksigen yang cukup untuk bekerja. Hal inilah yang kemudian menyebabkan sinyal yang berasal dari saraf sensorik akan terblokir atau terhalang.
Selain itu, ada beberapa faktor penyebab kesemutan yang umum dialami seseorang, di antaranya sebagai berikut:
Efek Obat-obatan
Salah satu penyebab kesemutan yang umum terjadi adalah efek obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat seperti obat untuk HIV, antibiotik, obat kemoterapi, dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf hingga menyebabkan kebas di tangan. Biasanya, rasa kebas ini terjadi sementara, tetapi juga bisa permanen.
Kekurangan Nutrisi
Penyebab kesemutan yang perlu diwaspadai selanjutnya, yaitu kekurangan nutrisi. Beberapa nutrisi seperti vitamin B1, B6, dan vitamin B12, berperan penting untuk menjaga fungsi saraf. Jika kebutuhan nutrisi tidak tercukupi, saraf bisa rusak dan menimbulkan mati rasa.
Selain itu, kadar kalsium, kalium, dan natrium yang tidak normal di dalam tubuh bisa menyebabkan kesemutan. Untuk itu, dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, daya tahan tubuh akan terjaga dan terhindar dari kondisi saraf terjepit.
Stroke

© familybestcare.com
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu karena adanya gumpalan darah atau pembuluh darah yang pecah. Umumnya, kondisi ini menimbulkan berbagai gejala, seperti kesemutan di lengan atau kaki yang seringkali di satu sisi tubuh dan kepala.
Seseorang yang mengalami gejala stroke, akan lebih sering merasa kesemutan dan mati rasa. Untuk itu, jika Anda mengalami kondisi ini, segera periksa ke dokter.
Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol
Kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat menjadi penyebab kesemutan. Lambat laun, kebiasaan tersebut bisa berujung pada penyakit neuropati perifer yang menyebabkan kesemutan dan mati rasa di salah satu anggota tubuh, seperti tangan dan kaki. Dalam kondisi seperti ini, baal yang timbul sering terjadi secara konstan dan biasanya disertai dengan gejala lain, seperti rasa sakit.
Cara Mengatasi Kesemutan
Bagi Anda yang sering mengalami kesemutan atau mati rasa, ada baiknya segera periksa ke dokter. Biasanya, dokter akan menelusuri riwayat medis Anda serta melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjangnya. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi kesemutan secara alami, di antaranya:
• Berolahrga secara rutin
• Menghentikan kebiasaan merokok
• Menjaga berat badan ideal
• Mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi
• Membatasi konsumsi minuman beralkohol
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya