Mengenal Penyebab Amandel pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Radang amandel atau tonsilitis merupakan kondisi yang menyebabkan amandel menjadi bengkak karena terinfeksi bakteri. Kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan rasa sakit saat menelan. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja, namun paling sering dialami pada usia anak-anak.
Di samping itu, amandel sebenarnya memiliki beberapa fungsi seperti melindungi tubuh dari serangan virus dan bakteri. Namun, apabila dua kelenjar tersebut terinfeksi bakteri, maka dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak dan menimbulkan rasa sakit.
Melansir dari Medical News Today, anak yang mengalami gangguan amandel akan mengalami beberapa gejala seperti demam, timbulnya rasa sakit di tenggorokan dan menyebabkan warnanya memerah. Gejala ini timbul disebabkan karena berbagai macam faktor seperti terinfeksi virus dan bakteri.
Seseorang yang mengalami tonsilitis sebaiknya segera diatasi. Sebab, kondisi ini apabila tidak segera diatasi, maka dapat menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit kronis. Lalu apa saja penyebab amandel pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline:
Mengenal Penyebab Amandel pada Anak

©www.purchasefamilymag.com
Amandel sangat berperan penting untuk melindungi tubuh dari berbagai macam virus dan bakteri. Sehingga apabila organ ini terinfeksi bakteri, maka amandel tidak dapat berfungsi dengan baik. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut:
Infeksi VirusPenyebab amandel mengalami pembengkakan atau peradangan berikutnya ialah terinfeksi virus. Secara umum, virus yang menyebabkan flu atau pilek sering ditemukan pada penderita yang mengalami radang amandel.
Biofilm
Penyebab amandel pada anak lainnya karena faktor biofilm yang terdapat di lipatan amandel. Biofilm merupakan sekumpulan mikroorganisme yang melekat dan membentuk lapisan di atas permukaan tubuh. Hal ini dikarenakan adanya resistensi antibiotik yang terjadi akibat mengonsumsi antibiotik yang tidak tepat.
Faktor Genetik
Faktor genetik juga dapat menjadi penyebab amandel pada anak. Penderita yang mengalami radang amandel juga dapat disebabkan karena memiliki kelainan genetik yang dapat memicu sistem kekebalan tubuh menurun. Sehingga tubuh tidak mampu melawan bakteri yang menyebabkan amandel membengkak.
Infeksi Bakteri
Penyebab amandel pada anak berikutnya, yaitu terinfeksi oleh bakteri. Hal ini merupakan salah satu penyebab amandel paling umum yang sering dialami penderita. Bakteri yang sering menyebabkan radang amandel adalah streptococcus yang sering ditemukan pada radang tenggorokan.
Gejala Amandel pada Anak

Liputan6 ©2020 Merdeka.com
Amandel merupakan dua jaringan berbentuk oval yang berada di belakang tenggorokan. Di mana masing-masing amandel terletak di sisi kanan dan kiri tenggorokan. Kedua jaringan ini apabila terinfeksi virus atau bakteri dapat menyebabkan peradangan amandel atau sering disebut Tonsilitis.
Gangguan ini akan menyebabkan amandel membengkak dan memerah, sehingga membuat penderita kesulitan menelan makanan maupun air liur. Kondisi ini dapat ditandai dengan beberapa gejala, di antaranya sebagai berikut:
1. Kehilangan selera makan
2. Sakit kepala
3. Batuk
4. Radang tenggorokan
5. Demam
6. Kesulitan saat menelan makanan maupun air liur
7. Merasakan sakit dan nyeri pada rahang dan leher
8. Amandel terlihat memerah dan membengkak
Cara Mengatasi Amandel pada Anak
Amandel yang tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan anak mengalami batuk pilek secara terus menerus. Selain itu, anak juga akan kehilangan nafsu makan dan menjadi mudah terserang penyakit. Sehingga hal ini dapat membahayakan kesehatan tubuh penderita.
Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mengatasi amandel, seperti pengobatan ke dokter secara rutin hingga operasi. Namun, masih banyak cara yang dapat digunakan untuk mengatasi amandel secara alami. Berikut beberapa cara mengatasi amandel pada anak secara alami, di antaranya sebagai berikut:
1. Istirahat dengan cukup
2. Menghindari rokok
3. Memperbanyak minum air putih
4. Menggunakan humidifer
5. Berkumur dengan air garam
6. Mengonsumsi jeruk nipis secara rutin
7. Minum jus jambu biji dengan teratur
8. Mengonsumsi buah Tin
9. Mengonsumsi bawang putih secara rutin
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya