Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Amandel Kambuh yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Mengatasinya

Penyebab Amandel Kambuh yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Cara Mengatasinya Ilustrasi Amandel. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyebab amandel kambuh mungkin saja bisa disebabkan karena beberapa faktor. Sebenarnya, bagi seseorang yang mengalami radang amandel dan sudah ditangani dengan cara operasi, maka amandel disebut tidak akan pernah kambuh lagi karena amandel sudah diangkat.

Namun, masih ada kemungkinan seseorang mengalami radang pada tenggorokan yang menimbulkan gejala nyeri saat menelan, mirip seperti radang amandel. Kondisi ini disebut juga dengan faringitis. Faringitis juga bukan masalah kesehatan yang serius dan dapat diatasi dengan mengonsumsi obat pereda sakit tenggorokan serta istirahat yang cukup.

Radang amandel sendiri merupakan kondisi di mana amandel mengalami peradangan atau inflamasi. Umumnya, radang amandel dialami oleh anak-anak berusia sekitar 3 sampai 7 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan jika radang amandel juga bisa terjadi pada orang dewasa. Amandel merupakan organ berupa dua kelenjar kecil di tenggorokan, yang berfungsi mencegah infeksi khususnya pada anak-anak.

Seiring bertambahnya usia, amandel biasanya perlahan akan menyusut. Radang amandel atau tonsilitis dapat disebabkan oleh beberapa penyebab. Hal yang paling sering terjadi ialah karena adanya infeksi virus. Selain infeksi virus, radang amandel dapat disebabkan oleh infeksi bakteri.

Radang amandel yang terjadi pada anak-anak bisa diatasi dengan memberikan obat antibiotik untuk meredakan radang. Namun, di beberapa kasus, radang amandel membutuhkan penanganan melalui jalur operasi. Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah amandel yang sudah diobati sejak kecil bisa kambuh kembali saat dewasa?.

Lantas, apa sajakah penyebab dari amandel kambuh? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman alodokter dan berbagai sumber:

Penyebab Radang Amandel

Radang amandel sendiri umumnya disebabkan karena adanya virus, bakteri dan juga jamur. Radang amandel ditandai dengan membengkaknya amandel dan muncul rasa sakit di tenggorokan. Virus atau bakteri penyebab radang amandel sendiri bisa terjadi akibat adanya kontak langsung.

Misalnya saat seseorang tanpa sengaja memegang permukaan yang telah terkontaminasi virus atau bakteri. Serta tanpa sengaja turut menghirup udara yang dikeluarkan oleh pengidap radang amandel.

Adapun virus-virus yang bisa menjadi penyebab radang amandel, diantaranya:

  • Rubeola, merupakan virus penyebab campak.
  • Adenovirus, merupakan virus penyebab diare.
  • Enterovirus, merupakan virus penyebab penyakit mulut, kaki dan tangan.
  • Influenza, merupakan virus penyebab flu.
  • Rhinovirus, merupakan virus penyebab pilek.
  • Gejala Radang Amandel

    Secara umum, radang amandel akan menimbulkan beberapa gejala seperti sakit kepala, nyeri tenggorokan saat menelan, demam, suara serak, bau mulut, sakit di bagian telinga, bahkan batuk. Jika terjadi pada anak-anak, orang tua bisa memperhatikan apakah si kecil menunjukan gejala seperti:

  • Mendengkur saat tidur
  • Susah makan karena merasa sakit saat menelan
  • Suaranya serak
  • Demam
  • Napasnya berbau kurang sedap
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakak kelenjar di leher dan rahang
  • ilustrasi amandel

    Liputan6 ©2020 Merdeka.com

    Berdasarkan lama gejala yang dirasakan, radang amandel atau tonsilitis ini bisa dibedakan menjadi tonsilitis akut (kurang dari 2 minggu) dan tonsilitis kronis (lebih dari 2 minggu).Jika tak segera ditangani dengan tepat, radang amandel juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti Apnea tidur, kesulitan bernapas, muncul nanah di amandel, hingga penyebaran infeksi ke organ lain.

    Pengobatan Amandel

    Di banyak kasus, radang amandel sebenarnya bisa disebut penyakit yang akan sembuh sendiri setelah diberi obat.  Untuk amandel yang disebabkan oleh bakteri, antibiotik adalah obat yang paling cocok untuk dikonsumsi. Selain minum obat secara teratur, pengidap juga dianjurkan untuk banyak minum air putih dan beristirahat yang cukup agar dapat cepat sembuh.Namun, bila kondisi radang amandel tergolong parah dan sering kambuh, amandel terpaksa harus diangkat dengan menggunakan metode operasi tonsillectomy. Untuk itu, lebih baik konsultasikan ke dokter terlebih dahulu jika Anda mengalami gejala dari radang amandel.

    ilustrasi amandel

    Shutterstock/Poprotskiy Alexey

    Baru setelah menjalani pemeriksaan, dokter akan menentukan metode penanganan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan. Pada beberapa kasus, penderita radang amandel harus menjalani operasi jika mengalami beberapa kondisi, seperti:

  • Mengidap radang amandel bakteri yang tak bisa ditangani oleh antibiotik.
  • Mengganggu aktivitas karena sulit untuk tidur, makan, dan bernapas.
  • Sering kambuh lebih dari 7 kali dalam setahun, lebih dari 5 kali setahun dalam dua tahun terakhir, serta lebih dari 3 kali setahun dalam tiga tahun terakhir.
  • Cara Mencegah Radang Amandel

  • Menjaga kebersihan mulut dengan menggosok gigi.
  • Kumur air garam untuk membersihkan mulut.
  • Rajin minum air putih.
  • Menerapkan pola makan sehat.
  • Bagi seseorang yang pernah mengalami radang amandel, kemungkinan saja bisa kembali terserang virus penyebab radang amandel jika tidak menerapkan pola hidup sehat dan juga bersih. Namun, pada orang yang sudah menjalani operasi pengangkatan amandel, radang amandel tidak akan pernah kambuh lagi.

    (mdk/khu)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP