Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Nasida Ria, Grup Musik Kasidah Legendaris Asal Semarang

Mengenal Nasida Ria, Grup Musik Kasidah Legendaris Asal Semarang Pengantin Baru - Nasida Ria. YouTube/Nasida Ria Penganten Baru ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Walaupun pandemi menyerang, para anggota grup musik kasidah Nasida Ria masih tetap berlatih. Selain itu guna menjaga eksistensi, mereka menyelenggarakan konser virtual yang ditayangkan pada berbagai platform media sosial.

Dilansir dari Wikipedia.org, Nasida Ria merupakan sebuah grup musik kasidah asal Semarang yang dibentuk pada tahun 1975. Di usianya yang sudah menginjak 40 tahun, Nasida Ria merupakan salah satu grup musik legendaris asal Kota Semarang. Keunikan grup musik ini adalah semua personelnya merupakan perempuan. Walau usia terus bertambah, mereka masih terus eksis bernyanyi hingga kini.

Seiring berjalannya waktu, telah banyak karya-karya musik dari grup kasidah ini yang terkenal di tengah masyarakat luas. Di antaranya adalah lagu “Perdamaian” dan “Kota Santri” yang bahkan pernah dibawakan ulang oleh para musisi terkenal tanah air.

Terbentuknya Nasida Ria

nasida ria

©YouTube/Liputan6 SCTV

Grup Kasidah Nasida Ria didirikan di Semarang pada tahun 1975 oleh seorang guru qira’at, HM Zain. Untuk mendirikan grup ini, Zain mengumpulkan sembilan siswinya, Murdikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriya, dan Nur Ain.

Awalnya grup musik ini hanya menggunakan rebana sebagai alat musik. Namun kemudian, Wali Kota Semarang saat itu, Imam Soeparto, yang merupakan penggemar Nasida Ria, menyumbangkan suatu organ untuk membantu grup itu. Di kemudian hari, mereka mendapat bantuan gitar bass, biola, dan gitar.

Genre Musik Nasida Ria

nasida ria

©YouTube/Liputan6 SCTV

Dalam membawakan musik, Nasida Ria banyak terinspirasi dari musik Arab. Lirik-lirik lagunya juga banyak ditujukan dengan maksud dakwah dan dibawakan dengan bahasa Arab.

Namun setelah mendapat saran dari Kyai Ahmad Buchori Masruri, mereka kemudian jadi lebih sering membawakan lagu berbahasa Indonesia.

Tak diduga, gaya baru ini justru menjadikan Nasida Ria lebih populer di tengah masyarakat. Beberapa lagu mereka seperti “Pengantin Baru”, “Tahun 2000”, “Jilbab Putih”, “Anakku”, dan “Kota Santri” banyak diputar di radio-radio baik di pedesaan maupun di kota. Mereka juga sering muncul di televisi nasional dan sering melakukan tur hingga seluruh Indonesia.

Konser ke Luar Negeri

nasida ria

©YouTube/Liputan6 SCTV

Ketenaran Nasida Ria nyatanya tak hanya di dalam negeri. Mereka juga pernah diundang mengisi konser peringatan 1 Muharram di Malaysia. Bahkan pada Bulan Juli 1996, mereka diundang ke Berlin, Jerman, untuk mengisi pagelaran musik pada Pameran Budaya Islam di sana.

Namun setelah tahun 2000, grup musik itu makin meredup seiring banyak anggotanya yang diganti karena meninggal dunia atau mengundurkan diri.

Selain bertemakan Islam, lagu-lagu karya Nasida Ria juga banyak menyinggung soal isu-isu pers, keadilan, lingkungan, bencana, judi, dan perang. Kyai Masruri mengatakan, semua isu bertema duniawi itu diambil selama nilai-nilai yang dibawa masih bernapaskan Alquran.

Nasida Ria Kini

nasida ria

©YouTube/Liputan6 SCTV

Saat pandemi menyerang, jadwal pementasan Nasida Ria dari panggung ke panggung berubah drastis. Agar tetap bisa bertahan, grup musik itu kemudian memanfaatkan media sosial dalam menampilkan musik mereka, salah satunya dengan mengadakan konser virtual.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan regenerasi anggota. Dari awal terbentuknya hingga sekarang, sudah ada 4 generasi yang terbentuk dari grup musik tersebut.

“Di dalam lagu-lagu kasidah Nasida Ria, banyak pesan moral dan nasihat-nasihat yang bagus. Saya sebagai bagian dari keluarga pendiri Nasida Ria harus ikut bertanggung jawab untuk melestarikan musik ini,” kata Nazla Zain, generasi keempat Nasida Ria, dikutip dari YouTube Liputan6 SCTV pada 19 April 2021.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP