Mengenal Kepanjangan HIV, Lengkap Beserta Gejala dan Cara Mencegahnya
Merdeka.com - Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Sebab, HIV yang masuk ke dalam tubuh akan menghancurkan bagian sel darah putih yang melawan infeksi. Sehingga, semakin sedikit sel darah putih dalam tubuh, semakin lemah pula sistem kekebalan tubuh seseorang.
HIV merupakan penyakit semur hidup atau menetap di dalam tubuh penderitanya. Hingga saat ini, belum ada metode pengobatan untuk mengatasi HIV, namun ada obat yang dapat mencegah perkembangan penyakit mematikan ini. Maka dari itu, sudah seharusnya setiap orang mengetahui penyebab dan penularan HIV.
Ada beberapa gejala HIV yang biasa dialami penderita, salah satunya flu ringan pada 2-6 minggu setelah terinfeksi HIV. Selain itu, masih banyak gejala HIV lainnya yang perlu diwaspadai. Berikut kepanjangan HIV dan penjelasannya yang merdeka.com lansir dari Medical News Today:
Mengenal Kepanjangan HIV dan Penjelasannya

Shutterstock/wavebreakmedia
Kepanjangan HIV yaitu Human Immunodeficiency Virus. Virus ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi serta menghancurkan CD4. Semakin banyak sel yang hancur, daya tahan tubuh juga akan semakin lemah dan rentan diserang berbagai penyakit.
HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, cairan vagina, sperma. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa HIV tidak menular melalui udara, air mata, air liur, keringat, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, lebih dari 50.000 kasus infeksi HIV di Indonesia. Di mana dari jumlah tersebut, HIV masih menjadi kasus paling sering terjadi pada heteroseksual, homoseksual, dan pengguna NAPZA.
Gejala HIV dan AIDS
Seseorang yang terinfeksi virus HIV biasanya akan mengalami gejala dalam beberapa tahap. Di mana tahap pertama adalah tahap infeksi akut dan terjadi beberapa bulan pertama setelah seseorang terinfeksi HIV. Lebih jelasnya, berikut gejala AIDS yang dibagi menjadi beberapa tahap, di antaranya:
Tahap Pertama
• Sering mual dan muntah.
• Nyeri pada sendi dan otot.
• Sakit kepala dan muncul ruam di kulit.
• Demam tinggi hingga menggigil.
• Sakit tenggorokan dan sariawan.
Tahap Kedua
• Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
• Penularan infeksi sudah bisa dilakukan pengidap kepada orang lain.
• Berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.
Tahap Ketiga
• Terjadi infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, dan vagina.
• Muncul bintik ungu pada kulit dan susah hilang.
• Kehilangan nafsu makan dan berat badan turun secara drastis.
• Sering merasa lelah.
• Diare kronis.
Penyebab HIV dan AIDS

Shutterstock/wavebreakmedia
Sebagaimana kita tahu, AIDS disebabkan oleh human immunodeficiency (HIV). Di mana virus ini akan masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan sel CD4. Ada beberapa penyebab AIDS yang perlu diwaspadai, di antaranya:
Berbagi Jarum Suntik
Salah satu penyebab AIDS adalah berbagi penggunaan jarum suntik dengan penderita HIV. Seseorang yang menggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan risiko tertular HIV.
Berbagai peralatan obat intravena (jarum dan jarum suntik) yang terkontaminasi dapat membuat seseorang menderita HIV. Misalnya menggunakan jarum bersama saat membuat tato atau menggunakan NAPZA suntik.
Transfusi Darah
Selain penggunaan jarum suntik dan hubungan seks, penularan HIV juga dapat terjadi melalui transfusi darah. Meski begitu, penularan melalui transfusi darah semakin jarang terjadi karena sudah ada penerapan uji kelayakan donor, seperti donor darah atau jaringan tubuh.
Kehamilan, Persalinan, atau Menyusui
Penyebab AIDS yang perlu diwaspadai lainnya, yaitu kehamilan, persalinan, atau menyusui. Seorang ibu yang sudah terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko menularkan HIV kepada anaknya. Untuk itu, bagi ibu yang terinfeksi HIV yang sedang hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Hubungan Seks
Penyebab AIDS yang perlu diwaspadai selanjutnya, yaitu hubungan seks. Infeksi HIV bisa terjadi melalui hubungan seks melalui vagina maupun dubur. Selain itu, HIV juga bisa menular melalui seks oral.
Cara Mencegah HIV dan AIDS
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan HIV, di antaranya sebagai berikut:
Gunakan Kondom
Salah satu cara mencegah AIDS yang paling mudah adalah menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Terlebih saat Anda mengetahui pasangan Anda terinfeksi HIV, disarankan untuk menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks vaginal, anal, atau oral.
Lakukan Metode Pre-exposure Prophylaxis (PrEP)
PrEp adalah metode pencegahan HIV dengan mengonsumsi antiretroviral bagi seseorang yang berisiko tertinggi tertular HIV. Ada beberapa orang yang berisiko AIDS dan perlu dicegah dengan metode PrEP, di antaranya:
• Orang yang melakukan hubungan seksual tanpa pengaman.
• Pengguna jarum suntik yang berisiko dalam 6 bulan terakhir.
• Orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
• Memiliki pasangan dengan HIV positif
Hindari Seks Anal
Salah satu perilaku seks yang berisiko tertular HIV adalah seks anal. Pelaku atau penerima seks anal sama-sama berisiko tertular HIV, hanya saja penerima akan lebih berisiko lebih tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya tetap melakukan hubungan seks yang aman, seperti menggunakan kondom dan menghindari perilaku seksual yang berisiko.
Hindari Penggunaan Jarum Suntik Bekas
Cara mencegah AIDS selanjutnya, yaitu hindari penggunaan jarum suntik bekas. Penularan HIV melalui tato dan tindik juga sangat berisiko tertular HIV jika tidak disterilisasi dengan baik. Untuk itu, sebelum melakukan tato, pastikan menggunakan jarum yang sudah steril.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya