Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Heterochromia dan Penyebabnya, Kondisi Unik Dua Warna Mata Berbeda

Mengenal Heterochromia dan Penyebabnya, Kondisi Unik Dua Warna Mata Berbeda Mengenal Heterochromia dan Penyebabnya, Kondisi Unik Dua Warna Mata Berbeda. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Mata adalah salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi penting. Di mana mata bekerja sebagai sebagai alat penglihatan sehingga Anda bisa melihat objek dengan jelas. Dengan fungsi penglihatan yang baik, tentu Anda bisa berjalan hingga mengerjakan segala kegiatan dengan mudah.

Selain memiliki peran vital, mata juga mempunyai sisi keindahan yang dapat dilihat. Tidak lain adalah warna kornea atau lingkaran kecil yang berada di tengah mata. Umumnya, setiap orang memiliki dua warna kornea yang sama, mulai dari warna biru, hijau, abu-abu, cokelat, hingga hitam. Namun ternyata ada kondisi mata unik yang hanya dimiliki sebagian orang saja, yaitu heterochromia.

Heterochromia adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua warna mata yang berbeda. Umumnya, kondisi ini terjadi karena faktor genetik. Di mana orang tua yang memiliki kondisi heterochromia, akan menurunkan kondisi yang sama pada anaknya. Dengan kata lain, anak memiliki kondisi heterochromia sejak lahir.

Meskipun begitu, ada pula anak yang mengembangkan heterochromia saat bayi. Di mana warna mata perlahan berubah dan berbeda satu dengan yang lainnya. Umumnya, heterochromia tidak menyebabkan masalah kesehatan. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa menimbulkan gejala medis tertentu.

Dilansir dari laman WebMD, berikut kami merangkum penjelasan tentang heterochromia, bisa Anda simak.

Pengertian, Gejala, dan Jenis Heterochromia

Pengertian

Heterochromia adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki dua warna mata yang berbeda. Di mana orang tua yang memiliki kondisi heterochromia dapat menurunkan kondisi yang sama pada anaknya. Namun, bisa juga kondisi heterochromia dikembangkan pada setelah anak tumbuh besar, sehingga bukan bawaan dari lahir.

Kondisi heterochromia sering kali terjadi pada beberapa hewan. Sedangkan pada manusia, heterochromia termasuk kondisi langka yang hanya dimiliki sebagian orang saja. Umumnya ini tidak menimbulkan suatu masalah kesehatan yang mengganggu. Namun, dalam beberapa kasus, orang yang memiliki kondisi heterochromia mengalami gangguan medis tertentu.

Gejala dan Jenis

Gejala heterochromia, tentu saja dapat ditandai dengan adanya perbedaan warna pada mata, khususnya pada iris atau kornea. Kombinasi warna pada heterochromia bisa bermacam-macam. Mulai dari biru-hijau, biru-cokelat, abu-biru, dan sebagainya.

Warna-warna pada kornea ini didapatkan dari pigmen yang disebut melanin. Semakin banyak kandungan melanin yang dimiliki seseorang, maka warna mata akan semakin gelap.

Heterochromia secara umum dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Heterochromia lengkap (heterochromia iridis), ditandai dengan perbedaan warna kornea mata secara penuh. Misalnya, satu kornea mata biru dan satu korena mata berwarna cokelat.
  • Heterochromia segmental (heterochromia iridium), ditandai dengan perbedaan warna pada sebagian kornea mata, tidak secara penuh. Ini bisa jadi, satu kornea mata memiliki dua warna yang berbeda, sedangkan satu kornea mata lainnya memiliki warna yang sama.
  • Heterochromia sentral, ditandai dengan perbedaan warna mata pada cincin luar kornea yang berbeda dari yang lain.
  • Faktor Risiko dan Penyebab Heterochromia

    Faktor Risiko

    Seperti disebutkan sebelumnya, heterochromia adalah kondisi unik yang umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Di mana orang tua yang memiliki heterochromia akan menurunkan kondisi yang sama pada keturunannya. Ini juga disebut dengan heterochromia bawaan lahir.

    Selain itu, kondisi heterochromia juga bisa terjadi akibat kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan heterochromia adalah sebagai berikut:

  • Heterokromia jinak
  • Piebaldisme
  • Penyakit Hirschsprung
  • Sindrom Bloch-Sulzberger
  • Penyakit Von Recklinghausen
  • Penyakit Bourneville
  • Sindrom Waardenburg
  • Sindrom Sturge-Weber
  • Sindrom Parry-Romberg
  • Penyebab

    Selain heterochromia bawaan dari lahir, kondisi ini juga bisa dikembangkan setelah masa bayi, dengan kata lain setelah anak-anak tumbuh. Kondisi heterochromia ini umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi. Mulai dari kondisi cedera mata, glaukoma, neuroblastoma, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.

    Tentu beberapa kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang baik agar mata dapat berfungsi dengan baik. Berikut beberapa penyebab heterochromia yang dikembangkan setelah masa bayi:

  • Cedera mata. Lebih dari 80% cedera mata terjadi akibat olahraga atau rekreasi bisa menyebabkan perubahan dua warna mata.
  • Glaukoma. Penyakit mata ini mempengaruhi lebih dari 3 juta orang di Amerika. Di mana terjadi penumpukan cairan yang menyebabkan tekanan di bagian mata. Ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, tetapi jika dapat terdeteksi secara dini dan menerima pengobatan baik, risiko buruk tersebut dapat dicegah.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat glaukoma seperti bimatoprost (Latisse, Lumigan) dan latanoprost (Xalatan) dapat menyebabkan perubahan dua warna mata.
  • Neuroblastoma. Ini adalah kanker sel saraf yang biasanya menyerang anak-anak di bawah 10 tahun. Ketika tumor menekan saraf di dada atau leher, anak-anak mungkin memiliki kelopak mata terkulai dan pupil kecil. Mereka juga bisa mendapatkan heterochromia. Segera temui dokter segera jika warna mata anak Anda berubah untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
  • Kanker mata. Meskipun jarang ditemui, namun melanoma atau kanker mata dapat menyebkan heterochromia. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi pigmen melanin yang memberi warna pada mata, rambut, dan kulit. Salah satu gejala yang bisa diperhatikan ketika mengalami melanoma, yaitu terdapat bintik hitam pada iris, penglihatan kabur atau terjadi kehilangan penglihatan mendadak juga.
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP