Mengenal Heterochromia dan Penyebabnya, Kondisi Unik Dua Warna Mata Berbeda
Merdeka.com - Mata adalah salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi penting. Di mana mata bekerja sebagai sebagai alat penglihatan sehingga Anda bisa melihat objek dengan jelas. Dengan fungsi penglihatan yang baik, tentu Anda bisa berjalan hingga mengerjakan segala kegiatan dengan mudah.
Selain memiliki peran vital, mata juga mempunyai sisi keindahan yang dapat dilihat. Tidak lain adalah warna kornea atau lingkaran kecil yang berada di tengah mata. Umumnya, setiap orang memiliki dua warna kornea yang sama, mulai dari warna biru, hijau, abu-abu, cokelat, hingga hitam. Namun ternyata ada kondisi mata unik yang hanya dimiliki sebagian orang saja, yaitu heterochromia.
Heterochromia adalah kondisi di mana seseorang memiliki dua warna mata yang berbeda. Umumnya, kondisi ini terjadi karena faktor genetik. Di mana orang tua yang memiliki kondisi heterochromia, akan menurunkan kondisi yang sama pada anaknya. Dengan kata lain, anak memiliki kondisi heterochromia sejak lahir.
Meskipun begitu, ada pula anak yang mengembangkan heterochromia saat bayi. Di mana warna mata perlahan berubah dan berbeda satu dengan yang lainnya. Umumnya, heterochromia tidak menyebabkan masalah kesehatan. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, bisa menimbulkan gejala medis tertentu.
Dilansir dari laman WebMD, berikut kami merangkum penjelasan tentang heterochromia, bisa Anda simak.
Pengertian, Gejala, dan Jenis Heterochromia
Pengertian
Heterochromia adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki dua warna mata yang berbeda. Di mana orang tua yang memiliki kondisi heterochromia dapat menurunkan kondisi yang sama pada anaknya. Namun, bisa juga kondisi heterochromia dikembangkan pada setelah anak tumbuh besar, sehingga bukan bawaan dari lahir.
Kondisi heterochromia sering kali terjadi pada beberapa hewan. Sedangkan pada manusia, heterochromia termasuk kondisi langka yang hanya dimiliki sebagian orang saja. Umumnya ini tidak menimbulkan suatu masalah kesehatan yang mengganggu. Namun, dalam beberapa kasus, orang yang memiliki kondisi heterochromia mengalami gangguan medis tertentu.
Gejala dan Jenis
Gejala heterochromia, tentu saja dapat ditandai dengan adanya perbedaan warna pada mata, khususnya pada iris atau kornea. Kombinasi warna pada heterochromia bisa bermacam-macam. Mulai dari biru-hijau, biru-cokelat, abu-biru, dan sebagainya.
Warna-warna pada kornea ini didapatkan dari pigmen yang disebut melanin. Semakin banyak kandungan melanin yang dimiliki seseorang, maka warna mata akan semakin gelap.
Heterochromia secara umum dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut:
Faktor Risiko dan Penyebab Heterochromia
Faktor Risiko
Seperti disebutkan sebelumnya, heterochromia adalah kondisi unik yang umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Di mana orang tua yang memiliki heterochromia akan menurunkan kondisi yang sama pada keturunannya. Ini juga disebut dengan heterochromia bawaan lahir.
Selain itu, kondisi heterochromia juga bisa terjadi akibat kondisi kesehatan tertentu. Berikut beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan heterochromia adalah sebagai berikut:
Penyebab
Selain heterochromia bawaan dari lahir, kondisi ini juga bisa dikembangkan setelah masa bayi, dengan kata lain setelah anak-anak tumbuh. Kondisi heterochromia ini umumnya disebabkan oleh beberapa kondisi. Mulai dari kondisi cedera mata, glaukoma, neuroblastoma, hingga konsumsi obat-obatan tertentu.
Tentu beberapa kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang baik agar mata dapat berfungsi dengan baik. Berikut beberapa penyebab heterochromia yang dikembangkan setelah masa bayi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya