Presenter kondang Tanah Air, Indra Bekti, baru-baru ini dilarikan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo lantaran mengalami pendarahan otak. Kabar ini sontak mengagetkan banyak pihak karena kejadian ini terjadi saat Indra Bekti sedang melakukan siaran langsung di sebuah radio swasta. Presenter ternama ini ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi.
Pendarahan otak yang dialami Indra Bekti adalah kondisi yang disebabkan pecahnya pembuluh arteri di otak hingga menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya dan matinya sel-sel. Pendarahan otak merupakan kondisi serius yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan segera.
Ada sejumlah gejala pendarahan otak yang perlu diwaspadai setiap orang. Sebab, kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja. Berikut gejala pendarahan otak dan penyebabnya yang merdeka.com lansir dari Healthline:
Advertisement
Gejala Pendarahan Otak
Gejala pendarahan otak biasanya cukup beragam. Gejala ini timbul tergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan, dan seberapa banyak jaringan otak yang terdampak.
Tanda-tanda pendarahan otak muncul secara mendadak atau berkembang seiring berjalannya waktu. Gejala pendarahan otak paling umum seperti yang dirasakan oleh Indra Bekti, yaitu muncul sakit kepala dan kehilangan keseimbangan tubuh. Berikut sejumlah gejala pendarahan otak yang paling sering dialami, antara lain:
• Kelemahan pada lengan atau kaki
• Mendadak sakit kepala parah
• Mual dan muntah
• Kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan
• Kesulitan menulis atau membaca
• Kehilangan keseimbangan dan koordinasi
• Apatis, mengantuk
• Gangguan pada penglihatan pada salah satu atau kedua mata
• Kesulitan menelan
Advertisement
Penyebab Pendarahan Otak
Pendarahan otak yang dialami aktris kenamaan, Indra Bekti, bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Umumnya, orang yang mengalami pendarahan otak disebabkan karena tekanan darah tinggi yang ditandai dengan pusing kepala secara terus-menerus. Berikut sejumlah penyebab pendarahan otak, di antaranya:
Cedera Kepala
Penyebab pendarahan otak yang biasa dialami seseorang adalah cedera kepala. Cedera kepala umumnya terjadi ketika seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas, lalu terjatuh dari ketinggian atau cedera kepala akibat olahraga.
Untuk lansia, biasanya pendarahan otak bisa terjadi meski cedera kepala ringan, seperti memar atau tanda cedera lainnya. Benturan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya pendarahan otak.
Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga meningkatkan risiko pendarahan otak. Penyakit kronis ini bila terjadi dalam jangka panjang dapat melemahkan dinding pembuluh darah.
Bila tekanan darah tidak terkendali, semakin lama penyakit ini bisa berpotensi menimbulkan stroke pendarahan. Maka dari itu, sebaiknya mengonsumsi makanan sehat dan olahraga secara rutin.
Gangguan Pembekuan Darah
Penyebab pendarahan otak lainnya, yaitu gangguan pembekuan darah. Menurunnya trombosit bisa menyebabkan pendarahan otak. Anemia sel sabit, kekurangan protein, hingga mengonsumsi obat pengencer darah dapat meningkatkan risiko pendarahan otak.
Angiopati Amiloid
Angiopati amiloid merupakan kondisi di mana terjadi kelainan dinding pembuluh darah. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh faktor usia dan tekanan darah tinggi. Angiopati amiloid bisa menimbulkan banyak pendarahan kecil yang mengarah pada pendarahan yang lebih besar.
Kelainan Pembuluh Darah
Penyebab pendarahan otak yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah kelainan pembuluh darah. Seseorang yang menderita kelainan pembuluh darah berpotensi mengalami pendarahan otak. Penderita gangguan ini tidak selalu mengeluhkan adanya gejala, tetapi seketika pembuluh darah dapat pecah dan menimbulkan kondisi yang berbahaya.
Advertisement
Cara Mengatasi Pendarahan Otak
Seseorang yang memiliki gejala pendarahan otak sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter. Sebab, bila gejala ini tidak segera mendapatkan penanganan, bisa membahayakan keselamatan penderita.
Pada proses diagnosis, biasanya dokter akan menanyakan apa saja gejala yang dirasakan, riwayat kesehatan, dan pengobatan yang sedang dijalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis atau mata, yang bisa menunjukkan adanya pembengkakan pada saraf optik.
Nantinya, penderita pendarahan otak akan mendapatkan perawatan medis, seperti pemberian obat-obatan untuk mengurangi penggumpalan darah, memantau tekanan darah, dan pemasangan kateter. Selain itu, bila sudah parah, dokter akan menyarankan untuk operasi yang bertujuan menghilangkan penggumpalan darah.
Selain itu, ada beberapa upaya pencegahan pendarahan otak yang bisa dilakukan, di antaranya:
• Hindari kebiasaan merokok
• Berkendara dengan hati-hati dan kenakan sabuk pengaman
• Hindari zat seperti kokain yang bisa meningkatkan pendarahan otak
• Atasi tekanan darah tinggi
• Jaga diabetes di bawah kendali
• Menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur