Melacak Jejak Bekas Bandara Pertama di Kota Semarang, Kini Nyaris Hilang Tergerus Zaman

Bekas landasan pacu bandara kini telah padat oleh rumah-rumah penduduk dan bangunan lainnya.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Melacak Jejak Bekas Bandara Pertama di Kota Semarang, Kini Nyaris Hilang Tergerus Zaman
Melacak Jejak Bekas Bandara Pertama di Kota Semarang, Kini Nyaris Hilang Tergerus Zaman (Merdeka.com)

Pada tanggal 1 November 1928, Belanda membuka penerbangan komersial pertama di Hindia Belanda melalui perusahaan KNILM. Perusahaan itu membuka penerbangan rute Batavia-Bandung dan Batavia-Semarang.

Bandara yang digunakan di Semarang bukanlah Bandara Ahmad Yani seperti yang beroperasi sekarang ini, melainkan sebuah bandara bernama “Airfield Simongan”.

Dulunya, Airfield Simongan merupakan salah satu bandara yang melayani penerbangan komersial pertama di Indonesia. Sayang kini jejak bandara itu nyaris hilang tergerus zaman. 

Kini lokasi yang dulu pernah menjadi bandara telah berubah fungsi menjadi Islamic Center. Beberapa bangunan yang berada di Islamic Center antara lain masjid, sekolah, serta asrama haji transit. 

Di asrama haji transit itu diduga bekas bangunan bandara Airfield Simongan masih tersisa. Dikutip dari kanal YouTube Tri Anaera Vloger, di sana ada sebuah bangunan berarsitektur era kolonial Belanda.

“Ini adalah bangunan utama yang dulunya digunakan sebagai kantor untuk landasan pacu Simongan,” kata pemilik kanal YouTube Tri Anaera Vloger. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak jauh dari bangunan itu, ada sebuah tandon air yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dahulunya tandon itu merupakan rangkaian besi yang tersusun, kini tandon air itu sudah direstorasi dengan menggunakan semen.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam sebuah foto lama, tampak sketsa landasan Airfield Simongan pada zaman Belanda. Bandara itu tampak luas dengan dua “Runaway”. Sedangkan bangunan kantor bandara hanya satu dan berada di pojok runaway tersebut.

Bekas kantor bandara kini telah menjadi asrama haji. Sedangkan runaway 1 tampak sudah banyak berdiri rumah-rumah penduduk, begitu pula dengan bekas runaway 2.

Bisa dipastikan kini hampir tak ada bekas dari bandara peninggalan kolonial Belanda itu di luar dua bangunan yang berada di kompleks asrama haji.  

Rekomendasi