Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Ini Sosok Adi Utarini di Mata Kolega

Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Ini Sosok Adi Utarini di Mata Kolega Peneliti UGM, Adi Utarini. ©2020 hpm.fk.ugm.ac.id

Merdeka.com - Berkat kontribusinya dalam mengurangi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D masuk dalam 100 besar orang paling berpengaruh di dunia tahun 2021 versi majalah TIME. Namanya bersanding dengan nama-nama besar lain di antaranya Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, CEO Tesla, Elon Musk, maupun penyanyi asal Amerika Serikat, Billie Eilish.

Di mata koleganya, Adi Utarini memang dikenal sebagai sosok peneliti dan pemimpin yang andal. Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan bahwa kemampuan dan profesionalitas Adi Utarini tak diragukan lagi selama memimpin proyek riset melawan nyamuk Aedes Aegipty sejak tahun 2011.

“Saya rasa penghargaan untuk beliau itu wajar dengan karakteristik beliau selama ini. Kemampuan mengelola penelitian yang kompleks ini secara bermutu,” terang Riris diliris dari ANTARA pada Sabtu (18/9). Berikut selengkapnya:

Seorang Pemimpin yang Andal

peneliti ugm adi utarini

©2020 hpm.fk.ugm.ac.id

Bersama dengan Tim World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Adi Utarini berhasil menurunkan kasus DBD di Kota Yogyakarta hingga 77,1 persen. Di tengah keberhasilan itu, perbedaan pandangan selalu muncul selama 10 tahun penelitian tersebut. Namun Adi sebagai pemimpin tim selalu bisa mengelola perbedaan itu dengan baik dan justru membuat tim itu semakin solid.

“Keberhasilan beliau bisa mengelola dan memimpin proyek ini menunjukkan kapasitas beliau sebagai peneliti,” ujar Riris.

Produktif dan Peduli dengan Detail

ilustrasi ilmuwan

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ Sergey Nivens

Bagi Riris, Adi Utarini merupakan salah satu peneliti senior paling produktif di UGM. Hal itu dibuktikan dengan rekam jejak publikasi ilmiahnya, baik di jurnal nasional maupun internasional.

Berdasarkan penelusuran melalui Google Scholar, Adi telah mempublikasikan sebanyak 138 jurnal ilmiah. Namun tidak sekedar produktif, Riris mengatakan bahwa perempuan itu juga amat menjunjung tinggi detail dan kualitas dalam penelitian.

“Beliau sangat peduli dengan detail dan menjunjung tinggi kualitas, karena salah satu riset beliau adalah tentang mutu layanan kesehatan. Isu-isu penelitian yang berkualitas itu menjadi fokus penting,” kata Riris, mengutip dari ANTARA.

Mentor yang Baik

Riris berharap, masuknya Adi Utarini dalam daftar orang paling berpengaruh di dunia mampu menginspirasi para peneliti muda Tanah Air untuk sepenuh hati melakukan penelitian sesuai bidang keilmuan masing-masing. Apalagi, selama ini perempuan itu juga dikenal sebagai mentor yang baik di UGM.

“Beliau selalu mencoba mendorong peneliti-peneliti muda untuk maju. Kalau membimbing biasanya beliau akan memberikan contoh bagaimana melakukan penelitian dengan baik, benar, dan berkualitas,” ungkap Riris.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP