Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Bangunan ini dulunya sempat miring karena tertiup angin, namun bisa tegak kembali karena tertiup angin dari arah yang berbeda

Di Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, terdapat sebuah gereja tua yang sudah berusia ratusan tahun.

Bangunan tua itu didominasi oleh cat putih dan biru. Di depan bangunan itu terdapat sebuah lonceng kuno yang terbuat dari konstruksi kayu. 

Bangunan Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) konstruksinya didominasi oleh material kayu. Namun yang membuat bangunan ini unik dan berbeda adalah konstruksinya yang nyaris tanpa paku.

Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Menurut Pendeta Agus Tri Harjoko, pemimpin umat Kristen di gereja itu, bangunan itu pernah nyaris roboh karena tertiup angin yang sangat kencang.

“Karena ukurannya hanya 10x20 meter saja. Dulu waktu miring kami sempat gelisah. Namun puji Tuhan bisa tegak sendiri. Penyebabnya juga sama, tertiup angin dari arah yang berlawanan,” kata Pendeta Agus dikutip dari liputan6.com.

Konstruksi bangunan yang lentur dan bisa tegak kembali itu kemungkinan disebabkan oleh plat besi pipih yang menempel di dinding kayu. Fungsi besi pipih itu menyerupai sabuk yang melingkar dan mengikat seluruh bangunan yang berarsitektur Jawa-Belanda.

“Itu sebabnya gereja ini unik dan nyaris tanpa paku. Ketika miring, umat sempat memberi penyangga di beberapa bagian gereja. Tapi mereka terkejut setelah gereja tegak sendiri,” ungkap Pendeta Agus.

Pada masa penjajahan hingga awal kemerdekaan, bangunan gereja itu menjadi satu dengan rumah sakit. Namun dalam perkembangannya rumah sakit di sana dipindah ke pusat Kota Purwodadi.

Gereja ini usianya sudah lebih dari 100 tahun. Tapi tidak banyak renovasi yang dilakukan selain mengganti lantainya dengan keramik. 

Sementara lonceng yang berada di bagian depan dulunya menjadi satu di bangunan utama gereja. Namun karena suaranya sangat keras dan bisa membuat tanah bergetar, lonceng itu ditempatkan di rumah khusus.

“Selain lantai kita memindah lonceng dari dalam gedung ke depan. Kita buatkan bangunan sendiri agar pas dibunyikan tidak merusak gedung,” kata Agus.

Terkait bisa pulihnya bangunan yang miring itu, Dosen Teknik Sipil Universitas Soegijapranata, Djoko Setidjowarno, mengatakan bahwa secara manajemen teknis penggunaan material kayu dilakukan terkait ketersediaan material untuk menyelesaikan bangunan.

Kisah Gereja Tua Kaliceret, Bangunan Kayu Tanpa Paku yang Telah Berusia Ratusan Tahun

Tidak hanya kayu sebagai material, keberadaan bangunan gereja itu lokasinya tak jauh dari Stasiun Tanggung yang merupakan stasiun pertama serta jalur kereta api pertama di Indonesia.

Maka keberadaan gereja di sana bisa menjadi satu kesatuan dengan pembangunan stasiun tersebut. 

“Dalam konstruksi pekerja juga memanfaatkan besi rel di atas pondasi. Bangunan bisa kembali tegak, tidak lepas dari keberadaan besi sebagai pengikat bangunan sehingga bangunan tetap kokoh kendati sempat miring. Dan saat ada satu bagian tertarik angin, maka bagian lain akan ikut kembali tegak,”

kata Djoko memberi penjelasan tentang bangunan gereja yang sempat miring lalu tegak kembali dengan sendirinya itu.

Tersisa 6 Bulan, Begini Rupa Pembangunan IKN Nusantara yang Bakal Gelar HUT RI Ke-79

Tersisa 6 Bulan, Begini Rupa Pembangunan IKN Nusantara yang Bakal Gelar HUT RI Ke-79

Tampak beberapa gedung inti pemerintahan yang kian menunjukkan bentuknya.

Baca Selengkapnya
Bahaya Ulang Tahun saat Bertugas, Prajurit TNI Ini Dapat Kejutan Tapi Enggan Terima

Bahaya Ulang Tahun saat Bertugas, Prajurit TNI Ini Dapat Kejutan Tapi Enggan Terima

Tengah berulang tahun di lokasi tugas, sosoknya mendapat kejutan.

Baca Selengkapnya
Kisah Gereja Paling Bersejarah di Yerusalem, Ternyata Kuncinya Dipegang Keluarga Muslim Turun Temurun

Kisah Gereja Paling Bersejarah di Yerusalem, Ternyata Kuncinya Dipegang Keluarga Muslim Turun Temurun

Sebuah gereja paling bersejarah di Yerusalem miliki cerita unik di baliknya. Siapa sangka kunci bangunan ini ternyata dimiliki keluarga Muslim.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cerita Tyas Mirasih Sempat Mau Menikah di Rumah Sakit dengan Tengku Tezi, Bikin Terenyuh

Cerita Tyas Mirasih Sempat Mau Menikah di Rumah Sakit dengan Tengku Tezi, Bikin Terenyuh

Namun rencana Tyas untuk menikah dengan Tengku Tezi di depan sang ibunda tidak terlaksana. Sebab, sang ibunda sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Baca Selengkapnya
Kisah Keluarga Pemberani yang Tinggal di Kampung Mati Tengah Hutan Cilacap, Hidup Berdampingan dengan Babi Hutan

Kisah Keluarga Pemberani yang Tinggal di Kampung Mati Tengah Hutan Cilacap, Hidup Berdampingan dengan Babi Hutan

Saat musim hujan tiba, kampung itu benar-benar terisolir karena jalan ke sana terhalang aliran air sungai yang deras

Baca Selengkapnya
Jadi Kuli Pemotong Rumput di Malaysia, Pasutri TKI Ini Berhasil Bangun Rumah Mewah Bak Istana di Kampung Halaman

Jadi Kuli Pemotong Rumput di Malaysia, Pasutri TKI Ini Berhasil Bangun Rumah Mewah Bak Istana di Kampung Halaman

Ada bangunan megah nan mewah di perkampungan Madura. Bangunan berlantai dua itu menelan biaya hingga miliaran rupiah.

Baca Selengkapnya
Tak Menyangka Doanya Dikabulkan Tuhan, Ibu Pemulung 5 Anak Tinggal di Gubuk Pingir Kali Ini Nangis dan Sujud Syukur saat Dapat Rumah Baru

Tak Menyangka Doanya Dikabulkan Tuhan, Ibu Pemulung 5 Anak Tinggal di Gubuk Pingir Kali Ini Nangis dan Sujud Syukur saat Dapat Rumah Baru

Keluarga ini tinggal di sebuah gubuk di pinggir kali yang rawan banjir dan longsor, beratap terpal dan beralas kardus.

Baca Selengkapnya
Kisah Kampung Kedung Glatik, Desa Jawa Kuno Berusia Ratusan Tahun yang Akan Ditenggelamkan

Kisah Kampung Kedung Glatik, Desa Jawa Kuno Berusia Ratusan Tahun yang Akan Ditenggelamkan

Konon Desa Kedung Glatik sudah berdiri sejak abad ke-15

Baca Selengkapnya
Mengenal Terebang Gebes, Seni Tetabuhan Rebana Khas Tasik yang Bikin Pendengarnya Hilang Kesadaran

Mengenal Terebang Gebes, Seni Tetabuhan Rebana Khas Tasik yang Bikin Pendengarnya Hilang Kesadaran

Pendengar kesenian ini konon bisa hilang kesadaran dan ikut menari.

Baca Selengkapnya