Jual Motor demi Beli Belikan Sepatu, Bagus Kahfi Ungkap Perjuangan Orang Tuanya
Merdeka.com - Pesepak bola berbakatBagus Kahfi mengonfirmasi bahwa dia akan melanjutkan kariernya di Eropa, tepatnya di Liga Yunani. Pemain asal Magelang ini masih berstatus tanpa klub setelah kontraknya habis di klub Belanda, FC Utrecht.
Jebolan Timnas Indonesia U-16 dan U-19 itu bergabung dengan FC Utrecht pada Februari 2021 lalu. Di awal kedatangannya, ia lebih dulu dimasukkan ke Utrecht U-18 sebelum dipromosikan ke Jong FC Utrecht pada awal musim lalu.
Kecintaan Bagus terhadap sepak bola di Eropa menjadi bahan bakarnya semangatnya untuk bertekad berkarier di sana. Namun, jauh sebelum berada di titik ini, ia menjalani perjalanan yang terjal.
Perjuangan

Instagram - Bagus Kahfi
Baru-baru ini, pemilik nama lengkap Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri itu menceritakan perjuangannya untuk meluluhkan hati orang tuanya. Hal itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Vindes.
Ketika Bagus mulai mencintai sepak bola, ayahnya memang sempat tak mengacuhkannya. Bahkan ayahnya sama sekali tak pernah menemaninya latihan atau sekadar menontonnya.
"Waktu itu ikut SSB, bapak nggak pernah nanya tentang bola, nggak pernah ikut latihan, sama sekali nggak pernah," ungkap Bagas.
"Temen itu yang selalu nganter latihan," tambahnya.
Pembalap Motor Cross
Sang ayah menginginkan Bagus dan saudaranya Bagas menjadi pembalap motor cross profesional. Namun, suatu saat hati ayahnya luluh dan menjual motor cross untuk membelikan sepatu sepak bola.
"Bapak emang pengennya jadi pembalap motor cross. Waktu kecil itu setiap ada balapan selalu nonton," jelas Bagus.
"Tapi akhirnya motornya itu dijual semua buat beli sepatu bola. Itu kalau mau beli sepatu harus ngorbanin motor buat dijual," imbuhnya.
Pertama Kali Nonton
Tak hanya itu saja, bentuk dukungan ayahnya pada saat itu semakin besar, suatu hari sang ayah mau menonton pertandingan kedua anaknya itu.
Perjuangan Bagus dan Bagas pun membuahkan hasil maksimal. Kini Bagus dikabarkan akan bergabung di salah satu klub di Yunani, sedangkan Bagas menjadi pemain PS Barito Putera.
"Akhirnya support. Waktu itu ikut turnamen terus masuk final dan bapak waktu itu nonton buat pertama kali," pungkasnya.
(mdk/dem)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya