Jelang Malam Satu Suro, Begini Rencana Gibran Rakabuming
Merdeka.com - Malam satu suro makin dekat. Bila momen itu tiba, biasanya masing-masing kraton Mataram akan menggelar tradisi kirab.
Di Kota Solo sendiri Kraton Surakarta dan Kraton Mangkunegaran akan menggelar kirab satu suro secara bersamaan. Hal itu disadari oleh Wali Kota, Gibran Rakabuming. Namun dia tetap mengagendakan datang ke dua acara itu.
“Mangkunegaran dulu malamnya di keraton. Undangannya sudah sampai saya semua,” kata Gibran, mengutip dari ANTARA pada Rabu (27/7). Berikut selengkapnya:
Acara Terbesar di Solo

©jatengprov.go.id
Gibran mengatakan kirab malam satu suro merupakan acara tahunan terbesar di Kota Solo. Menurutnya, kegiatan itu kembali diselenggarakan setelah sempat terhenti selama beberapa tahun akibat pandemi COVID-19. Menurutnya, kegiatan itu diadakan tak hanya dalam rangka melestarikan budaya Jawa, tapi juga menunjukkan kalau Kota Solo saat ini dalam keadaan yang aman.
“Dua tahun kemarin kirabnya terbatas. Jumat besok kami ramaikan,” kata Gibran, mengutip dari ANTARA.
Pesan Gibran pada Warga Solo

©YouTube/Peristiwa Kota Solo
Mengenai persiapan acara, Gibran mengatakan tidak ada yang istimewa. Ia mengaku hanya mempersiapkan beskap yang akan ia kenakan waktu acara satu suro nanti.
Selain itu, ia juga berpesan kepada masyarakat yang ingin menyaksikan kirab itu untuk tetap menaati protokol kesehatan.
“Tetap pakai masker. Kalau bisa ya booster dulu. Ini sudah menuju 60 persen capaian vaksin penguat di Solo. Lumayan,” kata Gibran.
Nasib Kebo Bule

©2021 Merdeka.com/Fajar Bagas Prakoso
Dalam kirab malam satu suro, biasanya pihak Kraton Surakarta membawa keluar iring-iringan kebo bule. Namun kini merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat kondisi itu menjadi rawan. Mengenai hal ini, Gibran belum bisa memastikan apakan kebo bule akan dilibatkan dalam acara itu atau tidak.
“Pokoknya kami pantau tiga hari ke depan. Yang paling sehat, yang paling fit bisa ikut kirab,” kata Gibran.
Tanggapan Kraton Surakarta

©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo
Pada kesempatan itu, Putra Mahkota Kraton Surakarta, KGPH Purboyo mengatakan bahwa sampai sejauh ini persiapan sudah lancar. Mengenai kondisi kerbau, ia mengaku bahwa pihak kraton sudah dibantu oleh dinas terkait mengenai perawatan kerbau.
“Harapannya agar yang sakit cepat pulih dan bisa dikeluarkan saat malam 1 Sura. Kami juga sudah memisahkan antara kerbau yang sehat dan yang sakit agar tidak terjangkit semua. Sejauh ini total yang kena ada 7 ekor. Itu sudah ada pemulihan,” kata KGPH Purboyo, mengutip dari ANTARA.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya