Ingin Segera Kuliah Luring, Ini Harapan Mahasiswa Jogja Terhadap Vaksinasi COVID-19

Menjalani kuliah daring selama pandemi membuat banyak mahasiswa resah. Mereka begitu antusias mengikuti vaksinasi COVID-19 dengan harapan setelah itu kuliah tatap muka bisa dilakukan kembali.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Ingin Segera Kuliah Luring, Ini Harapan Mahasiswa Jogja Terhadap Vaksinasi COVID-19
Ilustrasi Mahasiswa. ©2021 pixabay/editorial Merdeka.com

Masa pandemi yang tak kunjung berakhir ini memicu keresahan pada banyak orang. Tak hanya mereka yang usahanya terdampak karena pandemi, keresahan juga dirasakan para mahasiswa.

Selama pandemi mereka diharuskan mengikuti kuliah secara daring di rumah atau tempat tinggal masing-masing. Menurut mereka, kondisi itu tidak ideal untuk kegiatan pembelajaran mahasiswa.

“Kami minta dipercepat kuliah offline. Karena sekali lagi, saya sampaikan kuliah daring itu sangat tidak efektif. Bukan kami menolak kuliah daring, tapi memang seperti itu adanya,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara DIY Achmad Mubarok dikutip dari ANTARA pada Sabtu (28/8). Berikut selengkapnya:

Siap Ikut Vaksinasi

Achmad mengatakan, guna mendukung agar perkuliahan secara tatap muka segera dapat dilaksanakan, mahasiswa siap turut berkontribusi di dalamnya. Termasuk ikut vaksinasi yang difasilitasi pemerintah.

Selain itu pengurus BEM siap memberikan sosialisasi pada mahasiswa lain untuk segera mengikuti vaksinasi COVID-19. Menurut Achmad, edukasi dinilai penting karena selama ini tidak semua mahasiswa bersedia divaksin. Padahal vaksinasi akan menjadi kunci agar kuliah secara tatap muka bisa kembali dilaksanakan.

“Beberapa mahasiswa enggan divaksin dengan alasan masing-masing. Tapi dengan adanya aturan pemerintah membuat mereka akan mengikuti vaksinasi ini,” kata Achmad dikutip dari ANTARA.

Peran Kampus Adakan Vaksinasi untuk Mahasiswa

Sementara itu Ketua BEM Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Arif Rahman Saleh menuntut kampus untuk bisa berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk mengadakan vaksinasi massal bagi mahasiswa. Dengan begitu, antusiasme mahasiswa untuk ikutan vaksin bisa terpenuhi dengan baik.

“Antusias yang lain dari teman-teman mahasiswa juga sadar kalau divaksin pun tidak ada salahnya. Memang ada yang menolak vaksin, tapi itu dikembalikan lagi pada yang bersangkutan,” kata Arif.

Berdampak Pada Ekonomi Masyarakat

Ketua BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Wiwaha Yogyakarta Angkik Dwi Aryani mengatakan apabila vaksin berjalan lancar, maka akan berdampak juga pada ekonomi masyarakat. Dengan begitu, mobilitas diharapkan bisa kembali normal setelah kekebalan bersama itu terbentuk.

“Seperti yang diketahui dulu di wilayah Jakarta itu kasus COVID-19 nya melonjak tinggi. Tapi karena sudah banyak yang divaksin, sekarang sudah masuk zona hijau. Itu menjadi alasan juga kenapa di Yogyakarta antusiasme untuk vaksin besar,” ungkap Angkik dikutip dari ANTARA pada Sabtu (28/8).

Rekomendasi