Ghosting Adalah Memutus Kontak dengan Seseorang Tanpa Alasan, Ketahui Dampaknya
Merdeka.com - Di dunia modern seperti sekarang ini, mencari teman untuk berkencan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Jika sebelumnya Anda harus bertemu secara langsung kemudian mengajak ngobrol dan berkencan dengan seseorang, kini proses perkenalan dapat dilakukan secara online. Hingga kini banyak aplikasi yang menawarkan kencan online dan dapat diakses dengan mudah.
Meskipun menawarkan berbagai kemudahan, namun hal ini juga diikuti dengan fenomena-fenomena baru yang ada di masyarakat. Seperti beberapa waktu terakhir, muncul istilah ghosting yang kerap dibicarakan banyak orang. Di mana istilah ini biasanya digunakan ketika seseorang yang telah dikenal secara-tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa memberi kabar.
Tidak sedikit orang yang mungkin mengalami hal ini, hingga akhirnya istilah ghosting semakin sering disebut atau dibahas. Di sini dapat diartikan, ghosting adalah sikap memutus kontak dengan seseorang tanpa alasan. Tidak heran, kondisi ini membuat orang merasa bingung dan terus mencari alasan mengapa orang yang dikenalnya sudah tidak berkabar lagi.
Meskipun sepele, namun orang yang mendapatkan perlakukan ini tentu tidak mudah. Biasanya terdapat kecenderungan tertentu mengapa seseorang bisa melakukan hal ini. Selain itu, berbagai macam pengaruh atau dampak juga bisa didapatkan pada korban yang mendapat perlakuan ini. Dengan begitu, penting untuk memahami pengertian dan latar belakang dari fenomena ghosting di era modern saat ini.
Melansir dari Verywell Mind, kami merangkum pengertian, alasan, dan beberapa pengaruh yang bisa didapatkan dari fenomena ghosting adalah sebagai berikut.
Memahami Ghosting

©Unsplash
Hal pertama yang perlu dipahami tentu saja pengeritan dari ghosting. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ghosting adalah suatu istilah dalam dunia kencan yang mengacu pada sikap memutus kontak atau kabar secara tiba-tiba dengan seseorang tanpa peringatan atau penjelasan. Termasuk ketika seseorang yang mendapatkan perlakuan ini dan ingin mencoba membangun komunikasi lagi atau sekedar ingin mendapatkan penutupan yang jelas, masih tidak ada respon satu pun dari orang yang bersangkutan.
Orang yang melakukan ghosting cenderung akan diam dan tidak menanggapi hal apapun pada orang yang telah ditinggalkannya. Istilah ghosting ini juga merujuk pada kata ghost yang berarti hantu.
Sehingga sikap ini dikaitkan dengan menghilangnya seseorang dengan berhenti memberi kabar seolah lenyap begitu saja. Meskipun sering digunakan dalam hubungan percintaan, namun ghosting ini juga meliputi hubungan persahabatan maupun keluarga.
Istilah Ghosting yang Menjadi Populer
Istilah ghosting ini semakin populer pada beberapa waktu terakhir. Hal ini tidak lain dikaitkan dengan kemudian teknologi komunikasi, yang memberikan banyak kesempatan bagi setiap orang untuk menjalin sosial atau berkenalan dengan orang lain lebih mudah.
Terlebih lagi disebutkan bahwa ghosting adalah fenomena yang semakin sering terjadi ketika orang mencoba kencan online untuk mendapatkan teman maupun pasangan. Sehingga tidak heran, di dunia yang semakin maju saat ini dengan berbagai kemudahan teknologi yang ditawarkan, istilah ghosting semakin populer dan menjadi isu yang sering dibicarakan banyak orang.
Alasan di Balik Sikap Ghosting

©Shutterstock
Setelah memahami pengertiannya, perlu diketahui pula bahwa terdapat beberapa kecenderungan alasan yang melatar belakangi sikap ghosting ini. Berikut dua alasan utama yang melatarbelakangi seseorang melakukan tindakan ghosting adalah sebagai berikut:
1. Cara mudah memutus hubungan
Alasan pertama ghosting adalah seseorang merasa lebih mudah memutus hubungan atau perbincangan pada seseorang dengan sikap ghosting tanpa harus menyakiti hari. Baik hubungan dalam jangka pendek atau panjang, seseorang merasa lebih mudah meninggalkan orang jika sudah tidak tertarik dan ingin melanjutkan hubungan.
Orang yang melakukan ghosting sering kali ingin menghindari konfrontasi atau berurusan dengan rasa sakit hati orang lain, jadi mereka cukup menghentikan semua komunikasi dan berharap petunjuk itu tersampaikan.
2. Banyaknya Pilihan
Berikutnya alasan ghosting adalah banyaknya pilihan yang tersedia dalam kencan online. Dengan begitu, seseorang akan dengan mudah tertarik pada orang lain, dan mudah pula untuk ingin meninggalkan ketika sudah tidak tertarik atau lebih ingin melanjutkan hubungan dengan orang baru. Tidak adanya komitmen, memudahkan seseorang untuk memutus hubungan atau obrolan yang telah dijalin sebelumnya.
Pengaruh Sikap Ghosting pada Korban
Hal berikutnya juga perlu diketahui bahwa sikap ghosting menimbulkan beberapa pengaruh psikologis bagi korban. Dalam hal ini, ghosting adalah tindakan yang dapat menyebabkan kesedihan secara tiba-tiba pada korban yang baru saja ditinggalkan oleh seseorang. Bukan hanya itu, korban ghosting akan merasa terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba menghilang.
Dalam hal ini, korban ghosting juga sering kali berusaha untuk menyangkal dengan beranggapan bahwa mungkin orang yang bersangkutan sedang sibuk sehingga tidak membaca pesan teksnya. Setelah fase penyangkalan, orang yang mendaspatkan perlakuan ghosting bisa merasakan marah, kemudian stres atau depresi hingga muncul perasaan rendah diri.
Pengaruh Sikap Ghosting pada Pelaku

©Unsplash
Selain berdampak pada korban, fenomena ghosting juga memberikan pengaruh buruk bagi pelaku. Dengan melakukan tindakan ghosting, pelaku telah menciptakan pola pemecahan masalah yang tidak sehat untuk diri sendiri. Sebab, pelaku bisa dengan mudah meninggalkan seseorang tanpa memberikan peringatan atau penjelasan dengan menghilang begitu saja.
Bukan hanya itu, pelaku juga berusaha menghindsari konflik atau konfrontasi yang bisa menyebabkan rasa sakit hati kepada seseorang. Di samping itu, ghosting adalah perilaku yang dapat menyebabkan keberlanjutan. Jika pelaku pernah sekali melakukannya, sehingga muncul kecenderungan untuk melakukan tindakan tersebut di kemudian hari.
Ghosting Dianggap Tidak Sopan
Dalam banyak kasus, ghosting adalah sikap yang dianggap sebagai cara tidak sopan untuk mengakhiri hubungan atau percakapan dengan orang lain, terutama saat mengakhiri hubungan yang lebih serius atau mapan. Namun, terdapat pengecualian yaitu ketika komunikasi lebih lanjut cenderung menjadi hal yang buruk dan berpotensi tidak aman.
Pengecualian sikap ghosting ini salah satunya ketika Anda mengetahui orang tersebut sudah menikah atau dalam suatu hubungan, sehingga Anda terlibat dengan hubungan yang ilegal dan tidak menyenangkan. Selain itu, perilaku ghosting dianggap normal ketika, Anda mendapatkan perilaku kasar atau kekerasan yang merugikan diri sendiri. Dalam kasus ini, Anda tidak perlu memberikan penjelasan kepada orang tersebut karena mengakhiri hubungan secara tiba-tiba.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya