Fenomena Embun Upas Mulai Muncul di Dieng, Ini 3 Faktanya

Kamis, 30 Juni 2022 15:23 Reporter : Shani Rasyid
Fenomena Embun Upas Mulai Muncul di Dieng, Ini 3 Faktanya Embun upas di Dieng. Antara

Merdeka.com - Pada Kamis (30/6), fenomena embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara. Fenomena alam itu muncul seiring dengan penurunan suhu udara di wilayah tersebut.

Ketua Pokdarwis Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Alif Faozi mengatakan, fenomena embun upas itu mulai terlihat pada Kamis dini hari di sekitar kompleks Candi Arjuna.

“Awalnya saya kira kemunculan embun upas ini akan mundur karena beberapa hari kemarin masih sering turun hujan. Tapi ternyata dini hari tadi embun upasnya mulai muncul meskipun masih tipis,” kata Alif dikutip dari ANTARA.

Berikut ini fakta-fakta seputar kemunculan embun upas di Dieng:

2 dari 4 halaman

Belum Sempat Lakukan Pengukuran Suhu

embun upas di dieng
Antara

Alif mengatakan, kemunculan embun upas biasanya akan sering terjadi dan makin tebal saat puncak musim kemarau, terutama saat suhu udara terasa sangat dingin. Namun terkait suhu udara di Dieng yang memicu kemunculan embun upas, Alif mengaku belum sempat melakukan pengukuran.

“Namun sepertinya belum sampai minus 1,5 derajat celcius hingga minus dua derajat celcius seperti yang muncul dalam pemberitaan. Mungkin iya kalau mengukurnya berdekatan dengan embun upas. Tapi kalau agak tinggi mungkin hasilnya akan berbeda,” kata Alif.

Dia mencontohkan ketika termometer diletakkan di depan pintu lemari es yang terbuka, hasil pengukuran suhunya akan berbeda dengan saat termometer dimasukkan ke lemari es.

3 dari 4 halaman

Rekor Suhu Udara Dingin di Dieng

keseruan petani dieng panen kentang di masa pandemi
©2021 Merdeka.com

Alif mengaku suhu udara di Dieng pernah terasa sangat dingin hingga mencapai minus 12 derajat celcius pada tahun 2019. Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan tanaman kentang di sana banyak yang mati setelah terkena embun upas yang tebal.

"Kenapa disebut embun upas? Itu sebetulnya karena tumbuhannya mati setelah udara begitu dingin dan embunnya membeku, sehingga ketika terkena Matahari tanaman tersebut jadi menghitam seperti terkena racun," katanya.

Padahal, embun itu sebenarnya tidak mengandung upas atau racun. Namun karena masyarakat melihat tanamannya menghitam seperti terkena racun, fenomena itu disebut dengan embun upas.

4 dari 4 halaman

Daya Tarik Wisatawan

dieng membeku
©2022 Merdeka.com/twitter.com

Adanya fenomena embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena Dieng seolah tampak berselimut salju. Salah seorang pramuwisata, Untung, mengakui fenomena embun upas tersebut biasa muncul saat musim kemarau di Dieng.

"Ini yang pertama muncul di awal musim kemarau. Kemarin sempat terasa dingin, tapi tidak sampai muncul embun upas," kata Untung dikutip dari ANTARA.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini