Diduga Kesal karena Nilai Jelek, Ini Fakta Siswa Bacok Guru saat Sedang Awasi Ujian

Sang guru sempat dikabarkan meninggal dunia, namun kabar itu hoax.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Diduga Kesal karena Nilai Jelek, Ini Fakta Siswa Bacok Guru saat Sedang Awasi Ujian
Diduga Kesal karena Nilai Jelek, Ini Fakta Siswa Bacok Guru saat Sedang Awasi Ujian (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kejadian miris terjadi di Demak. Seorang siswa Madrasah Aliyah (MA) YASUA, Desa Pilangwetan, RT 02 RW 03, Kecamatan Kebonagung, tega membacok gurunya sendiri.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/9) pukul 09.30 WIB. Saat itu sang guru sedang mengawasi PTS (Penilaian tengah semester). Akibat insiden itu, guru mengalami luka serius dan mendapat perawatan di RS Wongsonegoro, Semarang.

Setelah melakukan aksinya, siswa berinisial R itu langsung membuang barang bukti dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Terkait kejadian ini, Kasatreskrim Polres Demak AKP Winardi mengatakan, pelaku tega membacok gurunya sendiri diduga karena tidak terima mendapat nilai jelek. 

Berikut fakta kasus siswa SMA di Demak bacok guru selengkapnya.

Pada Selasa (26/9) dini hari, pelaku berhasil diamankan polisi. R kemudian langsung dibawa ke Polres Gubug.

Dalam perjalanan menuju kantor polisi, R sempat ditanya mengenai alasannya tega membacok korban.

Pelaku mengungkapkan tidak ada kesempatan lagi untuknya buat sekolah, karena sang guru sudah banyak memberinya kesempatan. 

“Tidak ada kesempatan lagi buat sekolah. Udah terlalu banyak kesempatan,” kata pelaku. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Kondisi Guru

Sementara itu Perwakilan Kemenag Kanwil Jateng mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas kejadian tersebut. Ia mengatakan saat ini guru yang menjadi korban atas peristiwa itu telah dirawat di RS dr. Kariadi dan dalam kondisi yang stabil.

“Perlu kami sampaikan saat ini kami sudah melakukan kroscek lapangan, dan saya sudah ketemu dengan korban, bapak guru yang bersangkutan, saat ini kondisi yang bersangkutan stabil. Oleh karena itu saya mohon doa restu panjenengan sedoyo, dan berita terkait beliau meninggal itu tidak benar,”

kata perwakilan Kemenag Jateng, dikutip dari akun Instagram @demakhariini.

Beberapa saat setelah insiden itu, sang buru bernama Fathkur sempat dikabarkan meninggal dunia.

 Seiring waktu, kondisi korban membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

“Guru korban bacok siswa di MA Yasua Pilangwetan masih dirawat intensif dan sudah bisa diajak bicara. Video pelaku diamankan Polsek Gubug HOAX,” tulis akun Instagram @demakharini pada Senin (25/9).

Dikutip dari akun Instagram @demakhariini pada Selasa (26/9), pelaku dan korban sebenarnya merupakan tetangga satu RT.

Karena berasal dari keluarga tidak punya, biaya sekolah R dibayar oleh budhe-nya.

Namun karena uang sekolah semester belum lunas, R tetap tidak diperkenankan ikut ujian. Berdasarkan informasi itu juga dijelaskan korban sebenarnya juga sudah tidak mau sekolah.

Rekomendasi