Desa di Klaten Ini Punya 23 Pasang Anak Kembar, Begini Kisah di Baliknya
Merdeka.com - Di Klaten, Jawa Tengah, ada sebuah desa yang unik, namanya Desa Jonggrangan. Di sana, terdapat 23 pasang penduduknya yang kembar, terdiri dari berbagai kelompok usia mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna, menyebut fenomena warga kembar di wilayahnya merupakan sesuatu yang alami.
“Jadi kami ya juga tidak menduga. Tapi kalau ada hal seperti ini jadi suatu fenomena juga, soalnya satu kampung kok ya banyak yang kembar,” kata Sunarna dikutip dari kanal YouTube TV Berwarna Channel pada 26 Februari 2021.
Lalu seperti apa fakta di balik fenomena anak kembar di Desa Jonggrangan?
Terdiri dari Banyak Generasi

©YouTube/TV Berwarna Channel
Sunarna mengatakan, di desanya, fenomena anak kembar sudah ada sejak lama. Bahkan di desa itu ada anak kembar yang saat ini sudah berusia 80 tahun.
Selain itu ada pula salah satu warganya yang baru saja melahirkan bayi kembar.
“Di desa ini ada sekitar 23 yang kembar. Ini saja di gang depan sini ada 8-9 pasang yang kembar,” ungkap Sunarna.
Punya Banyak Kesamaan

©YouTube/TV Berwarna Channel
Fana dan Fani, salah satu anak kembar di Jonggrangan mengatakan bahwa masing-masing dari mereka punya banyak kesamaan. Walaupun wajah mereka berdua tidak terlalu mirip, namun suara keduanya hampir sulit dibedakan.
“Kami sekolah di tempat yang sama dan punya hobi yang sama juga, sama-sama suka menyanyi,” kata Fana.
“Biasanya kalau ibu suka menyarankan kami beli baju yang sama biar orang-orang tahu kalau kita kembar, soalnya dari muka kita sudah beda,” lanjut Fani.
Rasanya Jadi Anak Kembar

©YouTube/TV Berwarna Channel
Nug dan Bowo, dua pria kembar berusia 36 tahun kompak menjawab merasa istimewa ketika ditanya bagaimana rasanya jadi kembar. Kini, masing-masing dari mereka sudah berkeluarga dan memiliki penampilan yang berbeda pula. Karena itulah mereka sudah tidak sering bersama lagi.
Padahal dulu sewaktu kecil, mereka berdua sering bermain bersama. Bahkan keduanya mengakui masing-masing dari mereka punya hobi yang sama.
“Dulu waktu SMP sampai SMA sering main bareng. Mulai kuliah sudah nggak. Tapi sampai sekarang kami berdua sama-sama suka olahraga basket,” kata Nug dikutip dari kanal YouTube TV Berwarna Channel.
Perjuangan Mendidik Anak Kembar

©YouTube/TV Berwarna Channel
Sri Mulyani, salah satu orang tua dari anak kembar di Desa Jonggrangan mengatakan bahwa perjuangannya mengurus dua anaknya yang kembar sungguh luar biasa. Walau begitu, dia merasa bahagia melihat kedua anaknya senang.
“Saya sampai tidak bisa ngatur waktu. Udah berantakan begitu saja. Tapi ya dilalui saja,” kata Sri Mulyani.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya