Dalang Ki Manteb Soedharsono Meninggal Dunia, Ini 4 Fakta Sosoknya
Merdeka.com - Kabar duka kembali datang dari dunia pewayangan. Salah satu dalang legendaris Indonesia, Ki Manteb Soedharsono meninggal dunia pada Jumat (2/7) pukul 10.15 WIB.
Kabar meninggalnya Ki Manteb dibenarkan langsung oleh mantan Humas Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Esha Karwinarno. Tak hanya Esha, sejumlah dosen ISI juga memasang status WhatsApp ungkapan duka atas seniman yang dijuluki “dalang setan” itu.
Selain aktif sebagai seorang pendalang, Ki Manteb juga menjadi pengajar aktif di Institut Seni Indonesia. Berikut ini adalah 5 fakta mengenai sosok Ki Manteb Soedharsono:
Dalang Setan

©blogspot.com
Ki Manteb Seodharsono merupakan seorang dalang wayang kulit ternama dari Jawa Tengah. Karena keterampilannya memainkan wayang, ia dijuluki “dalang setan” oleh para penggemarnya.
Dalam memainkan wayang, Ki Manteb terinspirasi dari film kung fu yang dibintangi Bruce Lee dan Jackie Chan. Dia pun terkenal dengan kemampuannya dalam menggerakkan wayang, atau biasa disebut dengan istilah “sabet”.
Popularitas Ki Manteb

©2015 Merdeka.com
Saat Ki Manteb merintis jalan menjadi seorang dalang, dunia pewayangan saat itu masih dikuasai oleh Ki Narto Sabdo dan Ki Anom Suroto. Namun namanya mulai diperhitungkan saat menggelar pertunjukkan Banjaran Bima sebulan sekali selama setahun penuh pada tahun 1987.
Ki Manteb mengaku bahwa pagelaran Banjaran Bima menjadi tonggak bersejarah dalam hidupnya. Bahkan pada tahun 1990-an, popularitasnya melebihi Ki Anom Suroto. Pada tanggal 4-5 September 2004, Ki Manteb membuat rekor mendalang 24 jam tanpa henti dengan lakon Baratayudha. Berkat pementasan ini, ia memperoleh penghargaan rekor MURI pentas wayang kulit terlama.
Jago Manajemen Keuangan

YOUTUBE KI MANTEB SOEDHARSONO
Selain sebagai seorang dalang yang aktif, Ki Manteb ternyata dikenal jago dalam manajemen keuangan. Honor pentas tak pernah ia habiskan langsung, melainkan dikelola dulu oleh istrinya, Sri Suwarni, yang bertindak sebagai manajernya.
Padahal sebagai seorang dalang, ia memiliki banyak kru dalam setiap pementasannya. Oleh karena itu ia membutuhkan biaya perawatan atau biaya menggaji para kru-nya. Dengan manajemen keuangan itu, ia tidak ingin hidup masa tuanya menderita kekurangan.
Hubungan Baik dengan Presiden
Pada tahun 1995, Ki Manteb mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto berupa Satya Lencana Kebudayaan. Penghargaan itu diperolehnya berkat jasanya yang berhasil membawa kemajuan di bidang kebudayaan terutama wayang kulit.
Selain itu, Ki Manteb juga pernah memberikan Presiden Jokowi cinderamata berupa wayang kulit dengan lakon Kresna pada acara pagelaran wayang kulit Jumenangan Ratu di halaman depan Istana Merdeka pada tahun 2019
Ungkapan Duka
Saat muncul kabar meninggalnya Ki Manteb Soedharsono, ungkapan duka datang dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dosen Karawitan ISI Solo Dhanis Sugiyanto.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Ndherek belasungkawa mugi alusipun Ki Manteb Sudarsono pikantuk swarga kelanggengan,” tulis Dhanis.
“Eyang, sugeng tindak eyang…. Semoga khusnul khotimah Eyang Manteb,” tulis Yan Vellia, istri Didi Kempot.
“Sugeng tindak Mbah Manteb. Swarga langgeng,” tulis mantan Humas ISI, Esha Karwinarno.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya