Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ciri Sakit Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Penyebabnya

Ciri Sakit Ginjal pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Ketahui Penyebabnya Potret Rumah Milyarder Surabaya Terbengkalai. YouTube BANGKU KOSONG TV ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Ciri sakit ginjal pada anak perlu diwaspadai setiap orang tua. Ginjal merupakan organ yang terletak di sepanjang dinding otot bagian belakang rongga perut. Jika ginjal mengalami gangguan, maka dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Melansir dari Healthline, gangguan pada ginjal ini menimbulkan beberapa penyakit komplikasi dalam tubuh, seperti anemia dan gangguan elektrolit. Oleh karena itu menjaga kesehatan jantung harus terus dilakukan upaya pencegahan sejak dini. Salah satunya yaitu dengan menjaga pola makan sehat.

Sakit ginjal tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan atau penurunan fungsi. Berikut ciri sakit ginjal pada anak dan cara mengatasinya yang merdeka.com lansir dari Healthline:

Mengenal Sakit Ginjal pada Anak

ilustrasi anak sakit perut

©scholastic.com

Sebagaimana kita tahu, sakit ginjal adalah kerusakan ginjal yang menurunkan fungsi organ tersebut. Kondisi ini bisa terjadi jangka pendek sampai permanen. Penyakit ginjal sendiri memiliki dua jenis, yaitu penyakit ginjal akut dan penyakit ginjal kronik.

Sakit ginjal kronik adalah kondisi kerusakan ginjal yang berlangsung secara perlahan, biasanya lebih dari 3 bulan. Kondisi ini kemungkinan besar dapat berubah menjadi penyakit gagal ginjal permanen.

Sementara itu, sakit ginjal akut adalah kondisi yang menyerang secara tiba-tiba. Dalam beberapa kasus, sakit ginjal akut bisa lebih cepat pulih dan ginjalnya juga berfungsi normal kembali. Tapi, tidak menutup kemungkinan kondisinya bisa menjadi lebih serius dan berlangsung cukup lama.

Ciri Sakit Ginjal pada Anak

Ginjal merupakan sepasang organ ekskresi dalam vibreta yang memiliki bentuk seperti kacang di area punggung bagian bawah. Ginjal sendiri memiliki beberapa fungsi, seperti menyaring kotoran serta membuangnya bersama air dalam bentuk urin. Apabila ginjal tidak berfungsi dengan baik maka dapat menyebabkan gangguan yang disebut sakit ginjal.

Sakit ginjal sendiri bisa dialami oleh siapa saja, tak terkecuali pada anak. Salah satu ciri sakit ginjal pada anak yang umum terjadi adalah merasakan mual dan muntah. Hal ini dikarenakan limbah kotoran pada tubuh tidak berhasil dikeluarkan. Sehingga dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan yang mengakibatkan mual atau muntah.

Selain itu, ada beberapa ciri sakit ginjal pada anak yang sering dialami penderita, antara lain:

• Demam secara berulang

• Gangguan pertumbuhan

• Nyeri perut

• Kencing berwarna keruh

• Kencing berdarah

• Adanya pembesaran pada perut

• Air kencing berbusa

• Tekanan darah meningkat

• Pembengkakan tubuh

Penyebab Sakit Ginjal pada Anak

ilustrasi anak sakit perut

©©Daily Mail

Penyebab sakit ginjal pada anak bisa disebabkan beberapa kondisi, seperti penyakit ginjal bawaan, adanya infeksi pada ginjal, dan kelainan bawaan yang mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, ada beberapa penyebab sakit ginjal pada anak lainnya, antara lain:

• Cacat lahir

• Sindrom nefrotik

• Penyakit sistemik

• Trauma

• Penyumbatan di saluran kemih

• Infeksi

• Penyakit keturunan

Cara Mencegah Sakit Ginjal pada Anak

Anak yang memiliki ciri sakit ginjal, ada baiknya langsung dibawa ke dokter anak dan nefrolifi. Biasanya, dokter akan merawat anak dengan kondisi penyakit ginjal tergantung gejala, usia, jenis dan kondisi yang dialami Si Kecil. Adapun perawatan yang biasa dilakukan dokter, yaitu pemberian cairan, obat-obatan diuretik, dan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah.

Penyakit ginjal dapat disebabkan karena beberapa hal, seperti infeksi, hipertensi, kolesterol tinggi hingga diabetes. Apabila tidak dilakukan upaya pencegahan, maka penyakit ginjal dapat membahayakan Kesehatan tubuh Si Kecil. Berikut ini beberapa cara mencegah sakit ginjal pada anak yang bisa dilakukan, antara lain:

• Cukupi kebutuhan cairan anak.

• Cegah dehidrasi pada anak.

• Deteksi dini hipertensi dan diabetes pada anak.

• Kurangi paparan terhadap infeksi, termasuk saat kehamilan.

• Menerapkan pola makan sehat sejak dini

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP