Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Arumi Bachsin saat Jadi Istri Pejabat, Cara Duduk hingga Bicara Ada Aturannya

Cerita Arumi Bachsin saat Jadi Istri Pejabat, Cara Duduk hingga Bicara Ada Aturannya Arumi Bachsin. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Tahun 2016 lalu, Emil Dardak terpilih menjadi Bupati Trenggalek. Setelah itu, karier suami Arumi Bachsin mulai menanjak.

Ia terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur pada tahun 2019 lalu. Arumi sebagai istri harus selalu mendampingi sang suami yang bertugas di wilayah Jawa Timur.

Ia berpindah ke Jawa Timur semenjak sang suami terpilih menjadi pejabat kota Trenggalek. Ketika Arumi berada di Jawa Timur, banyak perubahan yang membuatnya cukup kaget.

Alami Gegar Budaya

cerita arumi bachsin saat jadi istri pejabat cara duduk hingga bicara ada aturannya

You Tube - DeHakim

Cerita itu diungkapkan oleh Arumi dalam video perbincangannya bersama Irfan Hakim yang diunggah di kanal Youtube De Hakim pada beberapa hari yang lalu.

Awalnya, Arumi mengalami gegar budaya pada keprotokoleran menjadi seorang ibu pejabat di acara-acara non-formal. Namun, hal itu membuatnya mendapatkan pelajaran yang cukup berharga.

"Pas awal ada, kalau awal-awal apa lagi itu ada, sebenarnya yang paling banyak terjadi itu bukan di acara," kata Arumi.

"biasanya pas awal-awal di Trenggalek itu jadi ajang belajar banget itu," imbuhnya.

Tidak Boleh Menyilangkan Kaki

Salah satu hal kecil yang sampai saat ini diingat oleh Arumi Bachsin adalah larangan duduk menyilang saat mengikuti acara formal. Ia mengatakan bahwa ada cara duduk yang harus dilakukannya selama acara berlangsung.

"Nggak boleh itu ibu pejabat duduk seperti ini nggak boleh. Nggak boleh silangin kaki itu nggak boleh," jelas Arumi Bachsin.

"Nggak boleh duduk di acara formal nggak boleh silangin kaki, jadi gini (tegak)," tambahnya.

Cara Bicara dan Keprotokoleran

Arumi mengatakan, untuk menunjang kesempurnaan keprotokoleran, ada beberapa cara biacara yang harus dibuat formal. Lebih lagi, ia juga kaget dengan adanya para ajudan yang siap membantu.

"Terus juga ngomong Bahasa Indonesia-nya beda, jadi kalau misalnya 'Mas Irfan mau nggak ini?' (tidak boleh). Jadi, 'Mas Irfan, berkenan makan?', gitu belajar lagi dari awal," tutur Arumi.

"Aku kaget banget ada ajudan, terus mohon izin ibu-mohon izin bapak, izin mulu," Arumi Bachsin berseloroh.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP