Cara Penularan Corona yang Perlu Diwaspadai, Bukan Lewat Udara

Senin, 16 Maret 2020 17:19 Reporter : Ayu Isti Prabandari, Alieza Nurulita Dewi
Cara Penularan Corona yang Perlu Diwaspadai, Bukan Lewat Udara Ilustrasi masker. ©PixabayShutterstock

Merdeka.com - Virus Corona saat ini tengah menjadi pandemi yang menyerang hampir seluruh negara di dunia. Seperti dilansir dari Liputan6.com, data terakhir pada Minggu (15/3) menunjukkan bahwa virus corona saat ini sudah menyebar di seluruh dunia dengan 156.386 kasus yang tercatat. Data ini terus mengalami peningkatan setiap harinya.

Termasuk di Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan pada Senin, 2 Maret 2020 dengan 2 orang positif terjangkit Covid-19 hingga kini semakin melonjak tajam. Pada Minggu (15/3) jumlah pasien yang terinfeksi virus corona bertambah menjadi 117 orang dengan tambahan 21 kasus baru. Penambahan kasus ini didominasi di wilayah Jakarta.

Semakin banyaknya pasien yang tertular virus asal Wuhan, Tiongkok ini semakin menyedot banyak perhatian dari masyarakat. Bahkan beberapa daerah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada situasi ini, seperti Kota Solo dan Provinsi Banten.

Dengan begitu, wabah ini tidak bisa dianggap remeh dan patut diwaspadai oleh semua kalangan masyarakat agar penyebaran virus tidak semakin meluas. Salah satu hal yang perlu diketahui dan dipahami untuk mencegah perluasan virus, adalah proses penyebaran virus itu sendiri.

Dengan memahami bagaimana virus dapat menyebar dan menular dari satu orang ke orang lain, dapat menjadi dasar pemahaman dalam upaya pencegahan penularan virus corona. Dari berbagai sumber, merdeka.com merangkum penjelasan cara penularan virus corona yang perlu dipahami dan diwaspadai adalah sebagai berikut.

1 dari 5 halaman

Proses Penyebaran Virus, Kuman atau Bakteri

ilustrasi bersin

CDC's Public Health Image Library/ ilustrasi

Dilansir dari laman hellosehat, virus, kuman atau bakteri penyebab penyakit dapat ditularkan melalui berbagai cara. Dalam dunia medis, proses penularan virus, kuman atau bakteri dari satu orang ke orang lain sering disebut dengan transmisi. Transmisi virus, kuman dan bakteri penyakit ini bisa ditularkan melalui kontak langsung, makanan, hewan, hingga melalui udara.

Penyebaran virus, kuman dan bakteri melalui udara ini masih dibagi menjadi dua yaitu, secara langsung atau airborne dan droplets. Kedua macam penularan ini sering dipahami sebagai satu hal yang sama oleh kebanyakan orang. Padalah sebenarnya airborne dan droplets adalah dua macam penularan yang berbeda.

Penularan melalui udara secara langsung atau airborne, berarti virus, kuman juga bakteri dapat menyebar dengan mudah melalui udara meskipun penderita tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain. Virus, kuman dan bakteri tersebut dapat keluar dari batuk atau bersin si penderita, yang kemudian terbang dan menempel pada mata, mulut atau hidung orang yang sehat.

Sedangkan penularan melalui droplets, terjadi ketika seorang penderita yang bersin atau batuk kemudian keluar percikan (droplets) yang mengandung virus, kuman maupun bakteri penyebab penyakit. Jika percikan ini keluar dan memasuki mata, mulut atau hidung seseorang yang sehat, maka Ia bisa tertular.

2 dari 5 halaman

Virus Corona Menular Melalui Droplet

corona

Unsplash 2020 Merdeka.com/ ilustrasi

Penularan melalui droplets inilah yang terjadi pada wabah COVID-19. Bukan hanya itu, penularan droplets ini juga memungkinkan melalui permukaan benda-benda yang terkena percikan berisi virus corona.

Apabila seorang penderita bersin atau batuk yang tidak ditutup, kemudian percikan tersebut mengenai permukaan benda di sekitarnya, maka orang lain yang telah menyentuh benda tersebut kemudian menyentuh bagian mata, mulut atau hidung akan dengan mudah tertular virus penyebab COVID-19.

Seperti yang tercantum dalam laman corona.jogjaprov.go.id, cara penularan COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara.

Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter). Droplet juga bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin.

Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet.

Mencuci tangan sesering mungkin juga bisa menjadi upaya pencegahan yang wajib dilakukan oleh setiap individu. Menjaga semua anggota badan tetap bersih dan sehat adalah hal penting untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.

3 dari 5 halaman

Pencegahan Corona

ilustrasi cuci tangan

Shutterstock/Subbotina Anna

Dalam upaya mencegah penyebaran virus semakin meluas, setiap individu perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Langkah-langkah pencegahan virus corona bisa dilakukan sebagai berikut.

  • Lakukan etika bersin dan batuk yang baik dan benar. Tutup mulut ketika sesegera mungkin ketika merasa ingin bersin maupun batuk. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan tisu, lalu segera membuang tisu ke tempat sampah setelahnya. Atau bisa juga dengan cara menutup mulut dengan menggunakan lengan baju bagian dalam dengan posisi lengan ditekuk ke dalam.
  • Sering mencuci tangan dengan baik dan benar sesuai aturan. Pastikan setiap bagian tangan, termasuk jari dan kuku terjangkau dengan baik saat mencuci tangan. Lakukan cuci tangan dengan durasi minimal 20 detik. Ketika berada di tempat yang tidak terjangkau air, bisa dengan menggunakan gel antiseptik yang praktis dibawa ke mana pun. Gunakan gel antiseptic ini sebelum dan setelah mengerjakan sesuatu.
  • Bersihkan permukaan barang yang sehari-hari dipakai dengan menggunakan alkohol atau disinfektan. Seperti smartphone, kunci kendaraan, dompet, gagang pintu dan lain sebagainya. Usahakan untuk membersihkan barang-barang tersebut sesering mungkin.
  • Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi. Selain itu, cukupi kebutuhan air setiap hari dengan baik agar hidrasi tetap terjaga. Selain itu, olahraga juga perlu dilakukan agar kekebalan tubuh semakin meningkat dan tidak mudah terserang penyakit.

Hal yang tidak boleh dilakukan :

  • Dekat dengan orang yang sedang sakit, batuk, atau bersin.
  • Sembarang menyentuh hidung, mulut atau mata dengan tangan yang tidak dicuci bersih.
  • Berpergian ke luar saat sedang sakit yang menunjukkan geja COVID-19.
4 dari 5 halaman

Gejala Corona

005 siti rutmawati

www.hindustantimes.com/ilustrasi

Gejala yang muncul saat seseorang terkena virus corona, hampir mirip dengan gejala penyakir saluran pernapasan atas ringan hingga sedang. Meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam yang bisa berlangsung beberapa hari.

Risiko penularan virus ini semakin besar terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lansia, juga anak-anak. Virus ini dapat berkembang dan mampu menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius yaitu pneumonia atau bronchitis.

5 dari 5 halaman

Lakukan Langkah Berikut Jika Merasakan Gejala

ilustrasi masker

Pixabay

Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan pemerintah, setidaknya terdapat 8 daerah yang telah terjangkit virus corona. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat termasuk Tangerang, Jawa Tengah yaitu di Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, hingga Pontianak.

Bukan hanya 8 daerah ini saja, virus corona masih bisa menyebar di daerah-daerah lain. Sehingga seluruh warga negara Indonesia di semua daerah perlu mewaspadai adanya hal ini.

Dilansir dari laman corona.jogjaprov.go.id, bagi masyarakat yang merasa mengalami beberapa gejala mirip dengan COVID-19, baiknya melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Kenakan masker dan ganti secara berkala agar tidak menular ke orang lain.
  2. Batasi penerimaan tamu di rumah. Hindari kontak langsung dengan tamu untuk mencegah penularan virus menyebar luas.
  3. Tinggal di rumah dan jaga jarak serta interaksi dengan orang lain.
  4. Minta bantuan teman, anggota keluarga, atau layanan jasa untuk menyelesaikan urusan di luar rumah.
  5. Lakukan langkah-langkah tersebut selama 14 hari untuk membantu penyebaran virus yang meluas.

Selain langkah di atas, Pemerintah Provinsi Yogyakarta juga menyarankan untuk menghubunginomor layanan COVID-19 di (0274) 555585 dan 0811 2764 800. Untuk daerah lain daerah lain bisa menghubungi layanan COVID-19 Kementerian Kesehatan RI yaitu nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, alamat email kontak@depkes.go.id atau mengontak hotline yang disediakan oleh pemerintah setempat.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini