Berbentuk Unik, Ini 7 Potret Bangunan Benteng Van Der Wijck di Kebumen
Merdeka.com - Benteng Van Der Wijck merupakan salah satu bangunan peninggalan Penjajah Belanda yang berada di Gombong, Kebumen. Bangunan itu dibangun sekitar abad ke-19. Pada awal didirikannya, banteng itu diberi nama Fort Cochius.
Nama itu diambil dari seorang Jenderal Belanda bernama Frans David Cochius (1787-1876) yang pernah ditugaskan di wilayah Bagelen (sekarang Purworejo).
Selain sarat nilai sejarah, Bangunan Benteng Van Der Wijck memiliki bentuk yang cukup unik. Salah satu ciri khas dari bangunan itu adalah strukturnya yang berbentuk persegi delapan. Berikut ini adalah 7 potret bangunan Benteng Van Der Wijck:
Asal Mula Penamaan

©kemendikbud
Dilansir dari laman Kemendikbud, nama “Van Der Wijck” yang melekat pada banteng itu berasal dari nama komandan yang karirnya cukup cemerlang saat membungkam perlawanan rakyat Aceh.
Lokasi banteng itupun cukup strategis mengingat letaknya yang hanya berjarak 300 meter dari Jalan Raya Kebumen-Yogyakarta.
Awalnya Sekolah Militer

©kemendikbud
Pada masa awal didirikannya, Benteng Van Der Wijck berfungsi sebagai sekolah militer bernama Fort General Cochius. Sekolah itu mendidik para laki-laki muda berkebangsaan Belanda untuk menjadi tantara yang memperkuat pertahanan Hindia Belanda.
Ditempati TNI AD

©kemendikbud
Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, kompleks banteng kemudian dimanfaatkan oleh TNI AD. Oleh mereka, tempat itu pun pernah digunakan oleh beberapa kelompok Batalyon.
Berbentuk Persegi Delapan

©holamigo.id
Salah satu keunikan bangunan Benteng Van Der Wijck adalah strukturnya yang berbentuk persegi delapan. Tinggi banteng ini mencapai 10 meter dengan luas 7.168 meter persegi.
Banyak Berdoa

©kemendikbud
Dikutip dari Jatengprov.go.id, keunikan lain dari bangunan ini adalah papan pengumuman yang bertuliskan “Sebelum masuk ke banteng sebaiknya Anda berdoa sejenak menurut kepercayaan masing-masing”.
Sebagai kompleks militer tua yang memiliki sejarah panjang, telah banyak pula pertumpahan darah yang terjadi di sana. Sehingga kesan seram sulit dihilangkan.
Tersedia Kereta Wisata

©holamigo.id
Bila lelah berkeliling banteng dengan berjalan kaki, wisatawan dapat merasakan sensasi berkeliling banteng dengan kereta api wisata. Kereta api kecil itu mengitari bagian atas benteng dan tiap penumpangnya dikenakan harga tiket Rp5.000.
Lokasi Syuting Film "The Raid"

©kemendikbud
Pada tahun 2014, banteng itu pernah digunakan sebagai lokasi syuting film “The Raid 2: Berandal”. Salah satu adegan perkelahian di sebuah lapangan lumpur dengan latar belakang bangunan penjara diambil dari benteng itu.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya