Bacaan Niat Puasa Rajab, Lengkap Beserta Arti dan Keutamaannya
Merdeka.com - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat Muslim. Setiap bulan Rajab tiba, umat Muslim dianjurkan untuk senantiasa meningkatkan amal ibadahnya. Pasalnya, bulan Rajab memiliki banyak keistimewaan yang bisa mendatangkan kebaikan bagi umat Muslim.
Melansir dari NU Online, bulan Rajab adalah salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Setidaknya ada empat bulan haram di luar Ramadhan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Setiap bulan Rajab, yang diminta Rasulullah adalah keberkahan di bulan ini, kemudian keberkahan di bulan Sya’ban, hingga dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan.
BACA JUGA : Doa niat puasa rajab, Arab latin beserta artinya
Berbagai ibadah sunnah dianjurkan untuk dilakukan saat bulan Rajab, seperti memperbanyak zikir, salat sunnah, dan puasa Rajab. Sebagian umat Muslim percaya bahwa menjalankan ibadah puasa Rajab merupakan sunnah dan akan mendapatkan kemuliaan. Berikut niat puasa Rajab dan keutamaannya yang merdeka.com lansir dari NU Online:
Bacaan Niat Puasa Rajab

©Shutterstock
Bacaan niat puasa Rajab yang bisa Anda ucapkan pada malam hari nanti (24/02) sebagai berikut,
NAWAITU SHOUMA GHADIN AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALA
Artinya : Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Taala.
Apabila nanti malam Anda terlupa untuk mengucapkan bacaan niat puasa Rajab, dapat membaca pada hari Selasa pagi sebelum Zuhur tiba (25/02), yakni :
NAWAITU SHOUMA HAZAL YAUMI AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALA
Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Taala.
Tata Cara Puasa Rajab

©Shutterstock.com
Sebagaimana kita tahu, malan-amalan bulan Rajab yang bisa dilakukan umat Muslim adalah puasa. Ada beberapa pendapat terkait puasa yang dilakukan saat bulan Rajab. Pertanyaan mengenai hukum puasa Rajab juga pernah ditanyakan Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair. Seperti mengutip dari NU Online, keterangan tersebut direkam oleh Imam Muslim bin Hajaj dalam kitab sahih-nya, yang artinya:
"Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa," (HR Muslim).
Sesuai dengan pendapat Imam An-Nawawi, hukum puasa di bulan Rajab adalah sunnah. Adapun pendapat ini juga dilandasi pada hukum puasa itu sendiri, boleh dilakukan kecuali hari-hari tertentu seperti hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha.
Anda bisa memilih beberapa puasa sunnah selama bulan Rajab seperti puasa sunnah satu hari, puasa tujuh hari, puasa 10 hari, dan puasa 15 hari. Selain itu, setiap muslim juga dianjurkan untuk melakukan sholat sunnat ba’da Maghrib 20 rakaat 10 salam.
Keutamaan Puasa Rajab
Ada banyak keutamaan puasa Rajab yang bisa didapatkan seorang muslim apabila mau menjalankannya, di antaranya:Mendapat Kemuliaan
Sejumlah sahabat) ridhwanullahi alaihim (menyatakan makruh puasa) bulan (Rajab sebulan penuh agar tidak menyerupai Bulan Ramadhan.) Tetapi kalau seseorang mau berpuasa beberapa hari di Bulan Rajab dan tidak berpuasa beberapa hari, maka itu tidak makruh. (Bulan-bulan utama) yang mulia (itu) ada empat (Dzulhijjah, Muharram, Rajab, dan Syaban).
Yang paling utama dari semua itu adalah Bulan Muharram sebagaimana penjelasan yang lalu dari Imam An-Nawawi. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang paling utama adalah Bulan Rajab, yaitu pendapat penulis kitab Al-Bahr. Tetapi pandangan ini ditolak oleh Imam An-Nawawi sebagaimana uraian yang lalu, (Lihat Sayyid Muhammad Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Muttaqin, [Beirut: Muassasatut Tarikh Al-Arabi, 1994 M/1414 H], juz IV, halaman 257), melansir dari islam.nu.or.id
Waktu yang Mustajab untuk Berdoa
Keutamaan puasa Rajab lainnya, yaitu doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang penuh rahmat dari Allah SWT, sehingga kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa di waktu yang mulia, serta mustajab tersebut. Bulan Syaban juga dipercaya sebagai bulan yang mulia.
Rasulullah pernah ditanya, Berpuasa pada bulan apakah yang lebih baik selain bulan Ramadhan? beliau menjawab: Berpuasalah pada bulan Allah, yakni bulan yang tuli. Dalam riwayat lain dikatakan bulan yang melimpah.
Sebagai Jembatan Masuk Surga
Setiap orang muslim yang menunaikan ibadah puasa Rajab akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadis, yang artinya:
Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda : Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama rajab, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu. (HR. Bukhori dan Muslim)
Diampuni Dosa-dosanya
Salah satu keutamaan puasa Rajab, yaitu akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Sebab, bulan Rajab merupakan bulan permohonan dan pengampunan. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadis, yang artinya:
Nabi Muhammad SAW bersabda: Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi umatku, maka hendaklah mereka memperbanyak istighfar di dalamnya. Yakni: Astaghfirullaha Wa Atuubu Ilaihi (Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya).
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya