Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Almaidah Artinya Hidangan Makanan dari Langit, Ketahui Kisahnya

Almaidah Artinya Hidangan Makanan dari Langit, Ketahui Kisahnya Ilustrasi membaca Alquran. Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Allah menurunkan setiap surat dalam Al Quran sebagai pelajaran bagi umat muslim untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam hidup. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap ayat Al Quran memuat berbagai macam hal. Mulai dari nilai dan aturan dalam beribadah, nilai ekonomi, sosial, politik, hingga budaya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu surat dalam Al Quran yang memiliki pesan baik yang bisa diteladani adalah surat Almaidah. Almaidah adalah surat kelima dari Al Quran yang termasuk kelompok surat Madaniyah karena diturunkan di Madinah. Meskipun begitu, beberapa ayat di antaranya tidak diturunkan di Madinah, melainkan Mekah.

Secara umum, Almaidah artinya hidangan makanan. Walaupun tidak semua ayat membahas tentang hidangan makanan, namun dapat dikatakan ini menjadi pokok atau inti yang dibahas dalam surat Almaidah. Dari 120 ayat, terdapat beberapa ayat yang menjelaskan tentang kisah hidangan makanan.

Beberapa kisah yang diangkat dalam beberapa ayat ini mengandung hikmah kebaikan yang dapat menjadi pelajaran bagi setiap umat muslim. Kisah di mana umat Nabi Isa meminta agar Allah menurunkan hidangan makanan langsung dari langit. Kemudian, Allah dengan kuasanya menurunkan hidangan makanan lezat yang dapat dinikmatinya dan para pengikutnya.

Seperti apa kisah lebih lengkapnya, dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan almaidah artinya hidangan dari langit dan kisah di baliknya, bisa Anda simak.

Almaidah Artinya Hidangan Makanan

ilustrasi membaca alquran

Liputan6 ©2022 Merdeka.com

Seperti disebutkan sebelumnya, Almaidah artinya hidangan makanan. Dalam surat ini, kisah yang menceritakan tentang hidangan makanan terdapat pada ayat 111 hingga 115. Dalam ayat ini, dikisahkan tentang umat Nabi Isa meminta agar Allah menurunkan hidangan makanan langsung dari langit.

Salah satu ayatnya berbunyi, (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata, “ Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “ Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”

Dari ayat tersebut, dapat dipahami bahwa para pengikut Nabi Isa meragukan apakah Tuhan yang disembah Nabi Isa dapat menurunkan hidangan dari langit secara langsung. Nabi Isa pun menjawab dengan bijaksana, memerintahkan para umatnya untuk bertakwa dan beriman kepada Allah, bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa yang dapat melakukan segala hal.

Kisah Hidangan Dari Langit

ilustrasi sayur dan buah

Shutterstock/Aleksandra Zaitseva

Dalam kisah Almaidah artinya hidangan makanan, berawal ketika Nabi Isa memerintahkan umat dan pengikutnya untuk berpuasa selama 30 hari. Kemudian setelah menyelesaikan puasa, para umat dan pengikut Nabi Isa memintanya untuk berdoa kepada Allah agar diturunkan hidangan makanan langsung dari langit.

Dalam hal ini, para pengikut Nabi Isa ingin membuktikan, jika Allah menurunkan hidangan makanan langsung dari langit, berarti ibadah puasa yang dilakukan diterima oleh Allah. Nabi Isa pun menyuruh para umat dan pengikutnya untuk bersyukur dan selalu bertakwa pada Allah. Kemudian, Nabi Isa mendirikan salat dan berdoa penuh pengharapan agar Allah mengabulkan permintaan kaumnya, agar mereka percaya kuasa dan kebesaran Allah.

Tak lama setelah itu, Allah pun mengabulkan doa Nabi Isa dan hidangan makanan lezat turun langsung dari langit melalui sela-sela awan. Tentu ini menjadi peristiwa ajaib yang tak terbayangkan sebelumnya. Peristiwa ini pun membuktikan bahwa Allah Yang Maha Kuasa, dengan segala kekuatannya dapat melakukan apa pun dan sesungguhnya hal itu adalah perkara kecil bagi Allah.

Pengikut Nabi Isa Menolak Hidangan

ilustrasi makan

©Pixabay

Setelah peristiwa turunnya hidangan dari langit, para pengikut Nabi Isa masih belum percaya dan berprasangka buruk. Para umat Nabi Isa menolak untuk mencicipi hidangan makanan tersebut karena mereka khawatir hidangan yang turun dari langit merupakan azab atau hukuman dari Allah. Kemudian mereka ingin Nabi Isa untuk makan terlebih dahulu.

Dengan lembut, Nabi Isa pun menjawab, “Kalianlah yang meminta hidangan ini.”

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kemudian Nabi Isa mengundang orang-orang kafir, orang miskin, dan orang yang sakit dengan total berjumlah 1.000 orang untuk mencicipi dan menikmati hidangan tersebut.

Allah kembali menunjukkan kebesarannya, orang-orang yang menikmati hidangan tersebut mendapatkan manfaat dan keajaiban. Salah satunya, orang-orang yang awalnya mengidap penyakit tak kunjung sembuh, mendapatkan kesembuhan secara tiba-tiba setelah mengonsumsi hidangan dari langit tersebut.

 

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP