Aktivitas Gunung Sindoro Meningkat, Ini Fakta Selengkapnya
Merdeka.com - Di awal 2021 ini, sejumlah gunung berapi aktif di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas. Meski statusnya waspada, namun beberapa kali gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan awan panas, lava pijar, dan material letusannya menyebabkan banjir lahar di beberapa sungai yang mengarah ke gunung itu.
Seperti Gunung Merapi yang terus menunjukkan aktivitas dalam beberapa bulan belakangan. Bahkan pada 27 Februari lalu, gunung itu mengeluarkan 36 kali awan panas dalam tempo waktu 14 jam dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer dari puncak.
Masih di Pulau Jawa, ada satu lagi gunung yang mengalami peningkatan aktivitas, yaitu Gunung Sindoro. Meskipun statusnya masih normal, namun aktivitas gempa vulkanik gunung itu mengalami sedikit peningkatan.
“Pertengahan Bulan Desember 2020 sampai sekarang itu ada sedikit peningkatan terutama gempa vulkaniknya,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Sindoro-Sumbing Yuli Rahmatullah dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu (13/2).
Lalu sejauh mana peningkatan itu terjadi? Dan bagaimana pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat sekitar? Berikut selengkapnya:
Peningkatan Signifikan

©2021 Liputan6.com
Menurut Yuli, walaupun meningkat sejak Desember 2020, namun peningkatan yang cukup signifikan terjadi sejak 10 Februari 2021. Pada waktu itu, Gunung Sindoro mengalami 48 kali gempa vulkanik. Padahal normalnya, kegempaan gunung itu adalah di bawah 10 kali.
Yuli menduga, peningkatan kegempaan itu dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi terutama di puncak. Dia menjelaskan, air hujan akan masuk ke kawah dan bersentuhan langsung dengan magma sehingga bisa menimbulkan gempa vulkanik.
“Namun aktivitas Gunung Sindoro sampai saat ini masih pada level normal,” jelas Yuli.
Imbauan Kepada Masyarakat

©2018 Merdeka.com
Yuli mengatakan, karena masih berada di level yang normal, imbauan pada masyarakat masih seperti biasa, yaitu pendaki atau wisatawan dilarang mendekati bibir kawah dengan radius 200 meter. Sementara itu warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Sindoro tetap beraktivitas seperti biasa.
“Kami terus pantau seperti biasa 24 jam dan nanti malam kami akan melakukan pengamatan di puncak. Di situ akan melihat ada perubahan pada kawah atau tidak,” kata Yuli dikutip dari Liputan6.com.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya